Pontianak Puncaki Daftar Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia
Pontianak, Kalimantan Barat, pada Senin pagi (9/3) dilaporkan memiliki kualitas udara terburuk di antara kota-kota besar di Indonesia. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan pada pukul 07.12 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Pontianak mencapai angka 206, yang dikategorikan sebagai “sangat tidak sehat”.
Pada tingkat kualitas udara “sangat tidak sehat” ini, seluruh lapisan masyarakat rentan mengalami dampak negatif terhadap kesehatan. Organisasi pemantau kualitas udara menyarankan agar aktivitas fisik di luar ruangan dihindari. Penggunaan masker pelindung polusi sangat direkomendasikan bagi mereka yang terpaksa harus beraktivitas di luar. Selain itu, disarankan untuk hanya keluar rumah jika memang benar-benar mendesak.
Kelompok yang memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap dampak polusi udara, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu yang memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru, diimbau untuk lebih waspada. Mereka disarankan untuk tetap berada di dalam ruangan dan membatasi segala bentuk aktivitas yang dapat meningkatkan paparan terhadap udara buruk.
Lima Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia Pagi Ini:
Berikut adalah daftar lima kota besar di Indonesia yang menunjukkan kualitas udara paling buruk pada Senin pagi:
Pontianak, Kalimantan Barat:
- AQI: 206
- Kategori: Sangat Tidak Sehat
Tangerang Selatan, Banten:
- AQI: 115
- Kategori: Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
Surabaya, Jawa Timur:
- AQI: 113
- Kategori: Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
Serpong, Banten:
- AQI: 96
- Kategori: Sedang
Bandung, Jawa Barat:
- AQI: 92
- Kategori: Sedang
Kota dengan Kualitas Udara Paling Sehat
Di sisi lain, kondisi kualitas udara yang jauh lebih baik terlihat di beberapa kota lain. Kota Batam, yang terletak di Kepulauan Riau, memimpin daftar kota dengan kualitas udara paling sehat di Indonesia pada pagi hari tersebut, dengan skor AQI mencapai 0.
Kualitas udara yang serupa, yaitu dalam kategori baik, juga dilaporkan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dengan skor AQI 43.
Bahkan, Kota Batam tidak hanya menjadi yang terbaik di Indonesia, tetapi juga memimpin daftar kota besar di dunia dengan kualitas udara paling sehat, juga dengan skor AQI 0. Kota-kota lain di dunia yang memiliki kualitas udara baik antara lain Portland di Amerika Serikat dengan AQI 6, dan Sydney di Australia dengan AQI 8.
Kualitas Udara Terburuk di Tingkat Global
Sementara itu, lanskap kualitas udara global menunjukkan gambaran yang berbeda. Kota Lahore di Pakistan menduduki peringkat teratas sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Senin pagi. Kualitas udara di Lahore bahkan sudah masuk dalam kategori “sangat tidak sehat”.
Berikut adalah daftar kota-kota besar di dunia yang mengalami kualitas udara terburuk:
Lahore, Pakistan:
- AQI: 300
- Kategori: Sangat Tidak Sehat
Delhi, India:
- AQI: 204
- Kategori: Sangat Tidak Sehat
Kathmandu, Nepal:
- AQI: 188
- Kategori: Tidak Sehat
Kolkata, India:
- AQI: 174
- Kategori: Tidak Sehat
Yangon, Myanmar:
- AQI: 169
- Kategori: Tidak Sehat
Memahami Indeks Kualitas Udara (AQI)
Indeks Kualitas Udara (AQI) adalah sebuah sistem pengukuran yang dirancang untuk menginformasikan masyarakat tentang seberapa sehat udara yang mereka hirup pada waktu tertentu dan di lokasi tertentu. AQI mengukur konsentrasi berbagai polutan di udara dan menyajikannya dalam bentuk angka yang mudah dipahami.
Secara umum, perhitungan AQI mempertimbangkan enam jenis polutan utama yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Keenam polutan tersebut adalah:
- PM2.5: Partikel halus berdiameter kurang dari 2.5 mikrometer.
- PM10: Partikel berdiameter kurang dari 10 mikrometer.
- Karbon Monoksida (CO): Gas beracun yang tidak berwarna dan berbau.
- Sulfur Dioksida (SO2): Gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil.
- Nitrogen Dioksida (NO2): Gas yang dihasilkan dari pembakaran, terutama dari kendaraan bermotor.
- Ozon Permukaan Tanah (O3): Gas yang terbentuk dari reaksi kimia polutan lain di atmosfer.
Setiap nilai AQI dikategorikan ke dalam tingkatan yang berbeda, yang menunjukkan tingkat risiko kesehatan yang terkait:
Baik: 0-50
- Kualitas udara dianggap memuaskan, dan polusi udara tidak menimbulkan risiko kesehatan yang berarti.
Sedang: 51-100
- Kualitas udara dapat diterima. Namun, bagi sebagian orang yang sangat sensitif terhadap polusi udara, mungkin ada sedikit kekhawatiran kesehatan.
Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif: 101-150
- Anggota kelompok sensitif (anak-anak, lansia, penderita penyakit pernapasan dan jantung) dapat mengalami dampak kesehatan. Masyarakat umum kemungkinan besar tidak akan terpengaruh.
Tidak Sehat: 151-200
- Setiap orang mungkin mulai merasakan dampak kesehatan. Kelompok sensitif dapat mengalami efek yang lebih serius.
Sangat Tidak Sehat: 201-299
- Peringatan kesehatan dikeluarkan. Setiap orang berisiko mengalami efek kesehatan yang lebih serius jika terpapar dalam waktu lama.
Berbahaya: 300-500
- Sistem peringatan kesehatan dikeluarkan. Risiko kesehatan yang serius dapat dialami oleh seluruh populasi.
Memahami indeks AQI dan kategorinya sangat penting untuk mengambil langkah perlindungan yang tepat demi menjaga kesehatan diri dan keluarga, terutama saat kualitas udara memburuk.










