DENPASAR – Kasus pencurian dengan kekerasan, atau yang lebih dikenal dengan begal, tengah menjadi fokus utama penyelidikan pihak kepolisian di Denpasar. Peristiwa yang menimpa seorang pemuda di Jalan Buana Raya, Denpasar Barat, Bali, ini telah memicu reaksi keras dari masyarakat setelah rekaman CCTV kejadian tersebut tersebar luas di media sosial.
Menurut keterangan Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, korban yang bernama Muammar (21) telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Denpasar Barat pada hari Sabtu, 24 Januari 2026. Pihak kepolisian saat ini tengah bekerja keras untuk mengungkap identitas dan menangkap para pelaku.
“Tim Reskrim saat ini sedang melakukan penyelidikan intensif di lapangan. Kami berupaya secepat mungkin mengidentifikasi dan menangkap para pelaku,” tegas Iptu Gede Adi Saputra Jaya kepada awak media di Denpasar, Senin, 26 Januari 2026.
Kronologi Kejadian
Iptu Gede Adi menjelaskan secara rinci mengenai kronologi kejadian yang terjadi pada Kamis dini hari, 2 Januari 2026, sekitar pukul 03.29 WITA. Saat itu, Muammar baru saja selesai bekerja dari kawasan Kuta dan sedang dibonceng oleh seorang rekannya melintasi Jalan Buana Raya.
Ketika melintas di depan Apotek Nathan, tiba-tiba mereka dipepet oleh dua sepeda motor yang dikendarai oleh orang tak dikenal. Para pelaku langsung bertindak agresif dan menggunakan kekerasan untuk melancarkan aksinya.
Modus Operandi Pelaku
Salah satu pelaku, dengan menggunakan sepeda motornya, menendang kendaraan korban hingga menyebabkan korban kehilangan keseimbangan. Pada saat bersamaan, pelaku lainnya merampas tas pinggang yang dikenakan oleh Muammar. Tarikan yang kuat tersebut menyebabkan Muammar terjatuh dari motor. Bahkan, sebelum melarikan diri, salah seorang pelaku sempat melayangkan pukulan ke arah korban yang sudah tidak berdaya.
Kerugian yang Diderita Korban
Akibat aksi pembegalan tersebut, Muammar mengalami kerugian materiel yang diperkirakan mencapai Rp 1.700.000. “Barang-barang yang berhasil dibawa kabur oleh pelaku meliputi sebuah tas pinggang berwarna hitam yang berisi uang tunai sebesar Rp 700.000 dan satu unit ponsel pintar merk Realme Note 60X berwarna hitam,” jelas Iptu Gede Adi.
Rekaman CCTV Mengungkap Kebrutalan Pelaku
Cuplikan video CCTV yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dengan jelas bagaimana aksi keji tersebut dilakukan. Jalan Buana Raya tampak sangat sepi dan lengang di tengah kegelapan dini hari. Dalam rekaman tersebut, terlihat sepeda motor yang dikendarai oleh korban melintas secara perlahan.
Tiba-tiba, dua sepeda motor yang dikendarai oleh para pelaku muncul dari arah belakang dan langsung memepet posisi korban. Salah seorang pelaku terlihat dengan jelas menendang motor korban hingga oleng dan akhirnya terjatuh ke sisi jalan.
Saat korban terjatuh, salah satu pelaku dengan sigap menyambar tas yang melingkar di tubuh korban. Terlihat juga adanya aksi kekerasan fisik singkat di mana pelaku sempat melayangkan pukulan sebelum akhirnya korban tidak berdaya. Setelah berhasil merampas barang milik korban, kedua motor pelaku langsung memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi meninggalkan lokasi kejadian.
Rekaman CCTV ini menjadi bukti betapa cepat dan terorganisirnya aksi para pelaku, yang memanfaatkan situasi jalanan yang sepi tanpa kehadiran warga di sekitar lokasi kejadian.
Upaya Pengejaran Pelaku Terus Dilakukan
Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan upaya pengejaran terhadap para pelaku hingga berhasil ditangkap. Masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap potensi tindak kejahatan di lingkungan sekitar. Jika menemukan atau mencurigai adanya aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat.
Berikut poin-poin penting terkait kasus ini:
- Lokasi Kejadian: Jalan Buana Raya, Denpasar Barat, Bali
- Waktu Kejadian: Kamis, 2 Januari 2026, sekitar pukul 03.29 WITA
- Korban: Muammar (21 tahun)
- Kerugian: Rp 1.700.000 (uang tunai Rp 700.000 dan ponsel Realme Note 60X)
- Status: Dalam penyelidikan intensif oleh Tim Reskrim Polresta Denpasar
Pihak kepolisian berharap dengan adanya kerjasama dari masyarakat, kasus ini dapat segera terungkap dan para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.



















