Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Subianto: Analisis Mendalam
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto menunjukkan angka yang signifikan, dengan mayoritas responden menyatakan pandangan positif. Berbagai lembaga survei telah merilis temuan mereka, memberikan gambaran komprehensif mengenai persepsi publik di berbagai wilayah Indonesia.
Gambaran Umum Kepuasan Nasional
Secara nasional, hasil survei yang dilakukan pada awal tahun 2026 menunjukkan bahwa sebanyak 79,9 persen responden menyatakan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo. Angka ini merupakan gabungan dari 13 persen responden yang mengaku “sangat puas” dan 66,9 persen yang mengaku “cukup puas”. Di sisi lain, hanya sebagian kecil yang menyatakan ketidakpuasan, yaitu 17,1 persen responden yang merasa “kurang puas” dan 2,2 persen yang “tidak puas sama sekali”. Sisanya, 0,8 persen, menjawab “tidak tahu”.
Persepsi Regional: Kesenjangan dan Dominasi Kepuasan
Analisis berdasarkan wilayah menunjukkan adanya variasi dalam tingkat kepuasan publik. Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat tingkat kepuasan yang sangat tinggi, mencapai 83,8 persen. Dari jumlah tersebut, 14,7 persen menyatakan tidak puas, dan 1,5 persen tidak memberikan jawaban.
Berbeda dengan Jawa Tengah dan DIY, Provinsi DKI Jakarta menorehkan angka ketidakpuasan tertinggi di seluruh Indonesia. Hampir separuh dari responden di Jakarta, tepatnya 47 persen, menyatakan tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Hanya 53 persen warga Jakarta yang mengaku puas, dan tidak ada responden yang menjawab “tidak tahu”.
Wilayah lain yang juga menunjukkan angka ketidakpuasan yang cukup tinggi adalah Maluku dan Papua, dengan 24,9 persen responden menyatakan ketidakpuasan, sementara 74 persen mengaku puas.
Berikut adalah rincian lengkap tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo di setiap wilayah:
Sumatra:
- Puas: 81,1 persen
- Tidak puas: 18,9 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 0,0 persen
Banten:
- Puas: 73 persen
- Tidak puas: 24,4 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 2,1 persen
Jakarta:
- Puas: 53 persen
- Tidak puas: 47 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 0,0 persen
Jawa Barat:
- Puas: 79,1 persen
- Tidak puas: 19,9 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 1,0 persen
Jawa Tengah dan DIY:
- Puas: 83,8 persen
- Tidak puas: 14,7 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 1,5 persen
Jawa Timur:
- Puas: 81,6 persen
- Tidak puas: 17,7 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 0,7 persen
Bali dan Nusa Tenggara:
- Puas: 89,2 persen
- Tidak puas: 10,8 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 0,0 persen
Kalimantan:
- Puas: 79,8 persen
- Tidak puas: 19,0 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 1,3 persen
Sulawesi:
- Puas: 81,1 persen
- Tidak puas: 17,0 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 1,9 persen
Maluku dan Papua:
- Puas: 74,3 persen
- Tidak puas: 24,9 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 0,8 persen
Metodologi Survei Indikator Politik Indonesia
Survei ini melibatkan sampel seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.220 orang. Tingkat kesalahan (margin of error) survei ini adalah ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel tersebar secara proporsional di seluruh provinsi di Indonesia.
Wawancara dengan responden dilakukan secara tatap muka oleh pewawancara yang telah terlatih. Untuk memastikan kualitas data, dilakukan quality control melalui pemeriksaan acak terhadap 20 persen dari total sampel oleh supervisor, yang meliputi kunjungan kembali ke responden terpilih (spot check).
Temuan Survei Poltracking Indonesia: Kepercayaan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran
Survei lain yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia pada periode yang berbeda juga menunjukkan hasil positif terkait kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam satu tahun masa kepemimpinan, tercatat 81,5 persen masyarakat percaya terhadap kinerja pemerintahan ini.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, menyatakan bahwa angka ini mencerminkan tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi. “Ini tingkat kepercayaan kepada pemerintah Prabowo–Gibran relatif tinggi di angka 81,5 persen. Sementara yang tidak percaya hanya 15,6 persen,” ungkap Hanta dalam rilis survei daring pada Oktober 2025.
Angka 81,5 persen tersebut merupakan akumulasi dari 10,0 persen responden yang “sangat percaya” dan 71,5 persen yang “cukup percaya”. Hanta menambahkan, “Jadi total tingkat kepercayaan di atas 80 persen terhadap pemerintahan ini.”
Kepuasan Personal Presiden Prabowo
Selain kepercayaan terhadap pemerintahan secara keseluruhan, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo secara personal juga dilaporkan tinggi, mencapai 78,3 persen. Hanta Yuda menilai angka ini sangat baik, karena secara psikologis, angka di atas 70 persen sudah masuk kategori kuat. Sementara itu, 19,2 persen responden menyatakan “kurang puas” dan “sangat tidak puas”.
Faktor-faktor Pendukung Kepuasan Publik
Poltracking Indonesia mengidentifikasi lima faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo:
- Kepemimpinan Tegas, Berani, dan Bertanggung Jawab: Faktor ini menjadi alasan tertinggi, disebut oleh 22,9 persen responden.
- Program Bantuan Sosial (Bansos): Program ini dinilai bermanfaat oleh 13,4 persen responden.
- Kedekatan dengan Rakyat Kecil: Hubungan personal Presiden dengan masyarakat lapisan bawah diapresiasi oleh 11,4 persen responden.
- Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi: Upaya pemerintah dalam sektor ini diapresiasi oleh 9,2 persen responden.
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Program ini mendapatkan dukungan dari 8,5 persen responden.
Survei Poltracking Indonesia dilaksanakan pada 3 hingga 10 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka langsung, dengan margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Temuan dari kedua lembaga survei ini memberikan gambaran yang konsisten mengenai penerimaan positif masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.



















