No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus Human Interest

Gado-gado puisi seorang akademisi dan budayawan

Hendra by Hendra
8 Januari 2026 - 05:35
in Human Interest
0

Aku/bukan mereka yang sering disebut dalam antologi/atau catatan kaki/Aku hanyalah gado-­gado,/yang tak pernah ingin dikungkung/Puisiku, kusajikan apa adanya/Jangan ditanya kualitas dan makna/Silahkan dibaca ­pelan-pelan/Kalau tidak suka,/buang ­saja ke keranjang sampah.

Demikian bait terakhir puisi “Gado-gado Tanpa Mazhab” yang ditu­lis oleh Ganjar Kurnia dalam kumpulan puisinya yang berjudul sama. Dalam puisinya ini, penyair menegaskan bahwa puisinya lahir dari kebebasan total –tidak mengikuti mazhab, aliran, patokan estetika, atau standar kesusastraan mana pun. Puisinya adalah gado-gado, campuran liar, jujur, spontan, dan merdeka.

Puisi “Gado-gado tanpa Mazhab” adalah fokus utama dari buku antologi ini, karena memang secara keseluruhan puisi-puisinya menyiratkan pernyataan estetika dan manifesto kepenyairan Ganjar Kurnia yang menurutnya menjadi (seperti?) gado-gado. Dengan rendah hati penyair berucap lewat bait pertama puisi tersebut: Aku hanya penyair-penyairan/Kata-kata, kuaduk menjadi gado-gado –/campuran sambal getir dan kerupuk tawa./Ada sedikit mis­tik, sedikit logika,/sejumput sunyi, seiris bahak, setetes trauma (hlm 149-150).

Di sini, Ganjar Kurnia menggambarkan dirinya bukan sebagai penyair sungguhan, apalagi penyair besar, tetapi seorang pe­nya­ir-penyairan, yang menulis bukan untuk me­ngikuti aturan, melainkan meramu pe­ngalaman hidup: getir, tawa, mistik, logika, sepi, humor, dan luka. Intinya, puisinya berisi campuran rasa hidup.

Setya Yuwana Sudikan menulis dalam kata pengantarnya, judul buku itu sendiri juga merupakan semacam pernyataan sikap. Sebagaimana gado-gado yang mencampurkan bahan aneka jenis lontong, tauge, kentang, tempe, kerupuk, dan sambal kacang—kumpulan puisi ini seakan menolak kemurnian bentuk dan aliran. Ada kritik sosial, refleksi mendalam, pengakuan, semangat, semuanya mementingkan kejujur­an ekspresi, dihadirkan dalam puisi-puisi yang diolah dari kekayaan pengalaman hidup. (“Menyantap Gado-gado tanpa Mazhab, Merasakan Kerendahhatian”, hlm iiix).

Sarat renungan

Penyair, Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA adalah Kepala Pusat Budaya Unpad (sejak 2020), Ketua Senat Akademik Unpad (2020­-2025), serta Ketua Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda (2020-kini). Ia juga menjabat sebagai Pimpinan Umum Majalah Manglé. Penyair dan aka­demisi ini pernah bertugas sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, serta menjabat Rektor Universitas ­Padjadjaran (2007-2015).

Baca Juga  Pedas Ampuh Lawan Jantung & Otak: Kata Peneliti

Selain menulis berbagai buku akademik di bidang pertanian, Ganjar Kurnia juga menghasilkan karya puisi, fiksi mini, naskah oratorium, dan menyutradarai sejumlah pergelaran gending karesmen, oratorium, dan opera berbahasa Sunda.

Sebagai akademisi sekaligus budayawan, ia tidak kehilangan kekayaan dua dunia itu dalam proses mencipta puisi. Puisi-puisi dalam buku Gado-gado tanpa Mazhab justru memperlihatkan kesungguhannya sebagai penyair: bagaimana ia mengolah realitas, imajinasi, dan suasana batin menjadi larik-larik yang bermakna, sarat renungan, dan terkadang bernuansa humor.

Beragam tema

Ada 93 puisi yang termuat di buku antologi ini, sebagian berakar kuat pada penga­lam­an religius, tetapi bukan religiusitas yang dogmatis. Ia membawa pembaca masuk ke ruang spiritual melalui jendela sains modern, menjadikan gagasan ketuhanan sebagai pertemuan antara cahaya langit dan mekanika tubuh manusia.

Simak misalnya pada puisi “Berita dari Goa”, penyair mengambil momen monumental turunnya wahyu dengan kekuatan ilahiah yang diterjemahkan menjadi resonansi biologis:  “Firman turun,/menembus ruang dan waktu/menjadi resonansi/­menelu­sup ke neuron yang haus cahaya hikmah/menguatkan sinapsis dalam pencarian kebenaran” (hlm 55).

Lewat puisi tersebut, penyair memandang wahyu bukan sekadar pesan dari langit, te­ta­pi juga peristiwa neurologis yang menya­la­kan kesadaran manusia. Hal ini memperlihatkan keberanian sang penyair dalam me­­nyatukan kosmologi Islam dengan ilmu pengetahuan tanpa mengurangi kesakralannya. Sejatinya masih ada lagi beberapa puisi re­­ligius yang senada dengan “Berita dari Goa”, dan kesemuanya menghadirkan spiritualitas yang relevan bagi manusia masa kini: religi­us namun rasional, mistik namun ­komunikatif.

Namun, sesuai judul dan sikap este­tika­nya sebagai penyair gado-gado, antologi ini tentu diwarnai beragam tema. Bukan hanya spiritualitas dan religiusitas, tetapi juga sa­ins, digitalisasi, politik, serta kritik sosial yang kerap diungkapkan dengan gaya baha­sa lentur, polos, penuh humor satiristik, dan sarat renungan.

Baca Juga  Ramalan Zodiak 23 Desember 2025: Cinta, Karier, Kesehatan Aries, Taurus, Gemini

Yang membuat puisi-puisinya menonjol, di antaranya, keberhasilannya menyatukan bahasa imajiner dan penuh metafora de­ngan bahasa sains dan digital tanpa terjebak dalam gimmick. Diksi seperti folder, crash, rendering, interface, file, recycle, fixel, me­ta­data, dan cache dalam puisi “Aku Sesak” (hlm 70-71), misalnya, menggambarkan ba­gaimana penyair memandang manusia kontemporer sebagai makhluk yang hidup da­lam dua realitas: realitas biologis dan realitas digital. Dalam hal ini, puisi tidak hanya menjadi kritik, tetapi juga semacam renung­an eksistensial tentang bagaimana teknologi mengubah struktur rasa manusia.

Dalam beberapa puisinya, penyair membahas fenomena masyarakat kontemporer: polarisasi identitas, ketegangan politik, hing­ga perpecahan yang ditumbuhkan algoritma media sosial. Puisi “Walau”, misalnya, menggambarkan peperangan masa kini yang tidak lagi memakai senjata, melainkan gawai dan jempol: Kini,/peluru tak lagi ditembakkan dari senapan,/­melainkan dari jempol amarah,/menyusup lewat layar,/menembus lewat frasa yang tidak diikat tagar. (hlm 91).

Alhasil, menyimak keseluruhan puisi dalam buku ini, kita disuguhi gado-gado dengan berbagai rasa. Penyair pun sadar puisinya gado-gado, tapi itulah kekuatannya.***

 

Judul Buku: Gado-gado Tanpa Mazhab (Kumpulan Puisi)

Penulis: Ganjar Kurnia

Penyunting:  Setya Yuwana Sudikan, Dhodhi Susatya Eka Putra

Penerbit: Unessa University Press

Tahun Terbit: Oktober 2025

Dimensi: 14,5 x 21 cm, Tebal: xiv + 152 halaman

ISBN: 978-602-449-758-3

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Perkembangan Terbaru di Maluku dan Papua: Tantangan dan Peluang
Human Interest

Perkembangan Terbaru di Maluku dan Papua: Tantangan dan Peluang

29 April 2026 - 19:49
Candi Borobudur dan Candi Prambanan: Warisan Budaya Dunia di Yogyakarta yang Menakjubkan
Budaya

Candi Borobudur dan Candi Prambanan: Warisan Budaya Dunia di Yogyakarta yang Menakjubkan

22 April 2026 - 18:46
Gunung Rinjani: Keindahan Danau Segara Anak di Puncak yang Menarik Pendaki
Alam

Gunung Rinjani: Keindahan Danau Segara Anak di Puncak yang Menarik Pendaki

21 April 2026 - 14:36
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi
berita

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Lembah Baliem: Pengalaman Budaya Otentik Suku Asli Papua di Tengah Pegunungan Jayawijaya
Budaya

Lembah Baliem: Pengalaman Budaya Otentik Suku Asli Papua di Tengah Pegunungan Jayawijaya

13 April 2026 - 09:23
Raja Ampat: Mengapa Disebut ‘Surga Terakhir di Bumi’ dan Keunikan Wisata Bahari yang Menakjubkan
Human Interest

Raja Ampat: Mengapa Disebut ‘Surga Terakhir di Bumi’ dan Keunikan Wisata Bahari yang Menakjubkan

12 April 2026 - 05:13
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

28 Maret 2026 - 10:07
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54

PLN, Pilihan Tepat untuk Kebutuhan Listrik Anda

26 Mei 2026 - 19:32
AHM Luncurkan Pusat Servis TEFA Pertama di Riau, Siswa SMKN 3 Mandau Siap Masuk Industri Otomotif

AHM Luncurkan Pusat Servis TEFA Pertama di Riau, Siswa SMKN 3 Mandau Siap Masuk Industri Otomotif

26 Mei 2026 - 19:17
Cegah 48 Ribu Pegawai Demo, Samsung Beri Bonus Rp370 Triliun dan Kenaikan Gaji

Cegah 48 Ribu Pegawai Demo, Samsung Beri Bonus Rp370 Triliun dan Kenaikan Gaji

26 Mei 2026 - 19:03
Pidato Panas, Prabowo Pikirkan Produksi Bensin dari Minyak Sawit

Pidato Panas, Prabowo Pikirkan Produksi Bensin dari Minyak Sawit

26 Mei 2026 - 18:48
Cara Pastikan Lolos Liga Champions Setelah Kalahkan Cremonese 4-1

Cara Pastikan Lolos Liga Champions Setelah Kalahkan Cremonese 4-1

26 Mei 2026 - 18:05

Pilihan Redaksi

PLN, Pilihan Tepat untuk Kebutuhan Listrik Anda

26 Mei 2026 - 19:32
AHM Luncurkan Pusat Servis TEFA Pertama di Riau, Siswa SMKN 3 Mandau Siap Masuk Industri Otomotif

AHM Luncurkan Pusat Servis TEFA Pertama di Riau, Siswa SMKN 3 Mandau Siap Masuk Industri Otomotif

26 Mei 2026 - 19:17
Cegah 48 Ribu Pegawai Demo, Samsung Beri Bonus Rp370 Triliun dan Kenaikan Gaji

Cegah 48 Ribu Pegawai Demo, Samsung Beri Bonus Rp370 Triliun dan Kenaikan Gaji

26 Mei 2026 - 19:03
Pidato Panas, Prabowo Pikirkan Produksi Bensin dari Minyak Sawit

Pidato Panas, Prabowo Pikirkan Produksi Bensin dari Minyak Sawit

26 Mei 2026 - 18:48
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.