Puluhan Tokoh Adat Sidemen Geruduk Polsek, Tuntut Pengungkapan Kasus Pencurian Uang Kepeng di Pura
AMLAPURA – Suasana haru dan kekhawatiran menyelimuti Mapolsek Sidemen pada Sabtu, 18 Januari 2026. Puluhan tokoh masyarakat dari delapan desa adat di Sidemen mendatangi kantor kepolisian dengan satu tujuan: mendesak pengungkapan serangkaian kasus pencurian uang kepeng dan permata yang meresahkan di sejumlah pura. Kejadian terakhir yang memicu aksi ini adalah hilangnya uang kepeng dan permata berharga di Pura Dalem Hyang Taluh.
I Made Adi Raharta, Penglingsir Ageng Pura Dalem Hyang Taluh, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas rentetan kasus ini. “Kehadiran kami terdiri dari 48 penglingsir dari 8 banjar adat di Sidemen, mengingat beberapa kali kejadian pencurian uang kepeng dan terakhir di Pura Dalem Hyang Taluh,” ujarnya, didampingi perwakilan tokoh adat lainnya.
Para tokoh masyarakat ini tidak hanya menyoroti kerugian materiil akibat hilangnya uang kepeng, namun juga beban spiritual dan finansial yang harus ditanggung oleh masyarakat pengempon pura. “Imbas dari pencurian ini tidak hanya kerugian materiil karena hilang uang kepeng, tapi juga harus gelar upacara guru piduka, mesapuh, serta bendu piduka. Upacara ini biayanya lebih besar dari kehilangannya,” jelas Adi Raharta. Ia menambahkan bahwa ritual pembersihan dan penyucian pura pasca pencurian memakan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan nilai uang kepeng yang dicuri.
Kendala Penyelidikan dan Harapan Masyarakat
Dalam pertemuan dengan pihak kepolisian, para tokoh adat mendapatkan penjelasan mengenai kendala yang dihadapi dalam penyelidikan. Salah satu hambatan utama adalah kualitas rekaman CCTV yang belum cukup jelas untuk mengidentifikasi pelaku secara pasti. “Tapi informasinya sudah ada 4 sepeda motor yang dicurigai. Informasinya rekaman CCTV yang terbatas. Pada intinya kami mendorong pengungkapan kasus ini, karena sangat meresahkan warga,” harap Adi Raharta.
Pihak kepolisian mengakui adanya keterbatasan dalam rekaman CCTV yang ada. Namun, mereka menegaskan bahwa penyelidikan terus dilakukan secara intensif.
Sindikat Pencuri Spesialis Uang Kepeng?
Menurut informasi yang dihimpun, setidaknya enam pura di wilayah Kecamatan Sidemen telah menjadi sasaran pencurian oleh pelaku yang diduga merupakan spesialis uang kepeng. Pelaku tampaknya memiliki pengetahuan khusus mengenai jenis uang kepeng yang dicari. “Ini pencurinya sepertinya spesialis. Benda yang hilang uang kepeng yang asli. Kalau uang kepeng yang tidak asli tidak diambil,” jelas salah seorang tokoh adat.
Modus operandi pelaku terbilang rapi, yaitu dengan merusak pegangan gembok pada bangunan gedong tempat penyimpanan uang kepeng. Di Pura Dalem Hyang Taluh, pelaku berhasil membawa kabur sekitar 2.600 keping uang kepeng asli, serta sejumlah permata berharga. Kejadian ini baru diketahui pada Kamis, 8 Januari 2026.
Langkah-Langkah Kepolisian
Kapolsek Sidemen, AKP I Gusti Agung Bagus Suteja, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan intensif sejak menerima laporan pencurian. Langkah-langkah yang telah diambil meliputi:
- Pemeriksaan Saksi: Mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang mungkin melihat atau mendengar aktivitas mencurigakan.
- Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP): Melakukan investigasi mendalam di lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti-bukti fisik.
- Pengecekan Rekaman CCTV: Menganalisis rekaman CCTV dari area sekitar pura dan jalur yang diduga dilalui pelaku.
- Pendekatan ke Pengepul: Mendatangi sejumlah pengepul uang kepeng untuk mencari informasi terkait transaksi mencurigakan.
- Pemantauan Kamera ETLE: Memantau rekaman dari kamera tilang elektronik yang mungkin merekam pergerakan pelaku.
AKP Suteja mengakui bahwa berdasarkan rekaman CCTV, ada beberapa sepeda motor yang dicurigai terkait dengan pelaku. Namun, pihaknya masih memerlukan waktu untuk memastikan identitas pelaku yang sebenarnya. “Intinya kasus ini masih terus berlanjut, kami juga akan lakukan penyelidikan dengan maksimal. Semoga pelakunya cepat kami temukan,” ujar Kapolsek Sidemen, penuh optimisme.
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat Sidemen, yang berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku untuk mengembalikan rasa aman di lingkungan pura dan masyarakat.
















