Dua Aksi Unjuk Rasa Siang Ini di Jakarta, Polisi Siagakan Ratusan Personel
Jakarta – Kamis (12/2/2026) menjadi hari yang cukup padat di Ibu Kota Jakarta, dengan digelarnya dua aksi unjuk rasa di titik-titik strategis. Aksi pertama akan diselenggarakan oleh Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia, sementara aksi kedua diinisiasi oleh koalisi Dog Meat Free Indonesia. Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta kelancaran lalu lintas, aparat kepolisian telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan yang komprehensif.
Lokasi dan Peserta Aksi
Dua lokasi utama yang akan menjadi pusat perhatian pada hari ini adalah:
Kawasan Medan Merdeka Selatan dan Patung Kuda, Gambir: Aksi ini akan diikuti oleh Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia bersama dengan berbagai elemen massa lainnya. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa unjuk rasa ini akan dimulai pada pagi hari. Kehadiran massa yang diperkirakan cukup banyak di area ini berpotensi menimbulkan perlambatan arus lalu lintas, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar pusat pemerintahan dan kawasan Monumen Nasional.
Depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan: Aksi kedua akan digelar oleh koalisi yang mengusung isu “Dog Meat Free Indonesia”. Lokasi ini merupakan salah satu pusat kegiatan legislatif nasional, sehingga demonstrasi di area ini juga memerlukan perhatian khusus dari pihak keamanan. Para peserta aksi diperkirakan akan berkumpul di depan gerbang utama gedung parlemen.
Informasi ini sangat penting bagi masyarakat, khususnya para komuter yang berasal dari wilayah penyangga seperti Karawang, Bekasi, dan Kota Bekasi, yang hendak menuju Jakarta. Dengan mengetahui titik-titik demo, diharapkan masyarakat dapat mengatur jadwal perjalanan mereka agar tidak terjebak kemacetan dan dapat mencapai tujuan tepat waktu.
Pengamanan Intensif dengan 938 Personel Gabungan
Untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kedua aksi unjuk rasa tersebut, pihak kepolisian telah mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 938 personel gabungan dari berbagai satuan disiagakan di kedua lokasi demo. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya aksi secara damai dan mencegah terjadinya tindakan anarkis atau provokatif.
Personel gabungan ini akan bertugas di titik-titik strategis, melakukan patroli rutin, serta siap siaga untuk merespons setiap perkembangan situasi di lapangan. Selain itu, pengamanan juga mencakup pengaturan massa agar tetap berada di area yang telah ditentukan dan tidak meluas ke area publik lainnya yang dapat mengganggu aktivitas warga.
Rekayasa Lalu Lintas Situasional
Menyadari potensi kemacetan yang dapat timbul akibat penutupan sebagian ruas jalan atau kepadatan massa, pihak kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan dan jumlah massa yang hadir.
Polisi akan terus memantau perkembangan arus kendaraan di sekitar lokasi demo. Jika diperlukan, penutupan jalan atau pengalihan arus akan dilakukan secara bertahap. Pengendara yang melintas di kawasan Medan Merdeka Selatan, Patung Kuda, hingga area sekitar Gedung DPR/MPR RI sangat diimbau untuk selalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.
Situasi lalu lintas di Jakarta dikenal dinamis, terlebih lagi saat ada kegiatan unjuk rasa. Oleh karena itu, kesabaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas akan sangat membantu kelancaran pergerakan.
Imbauan untuk Pengendara
Dalam rangka mengantisipasi kemacetan yang signifikan, kepolisian secara tegas mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pengendara yang beraktivitas di sekitar lokasi demo, untuk mencari jalur alternatif. Hal ini penting untuk mengurangi kepadatan kendaraan di area yang berpotensi mengalami perlambatan arus.
“Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan,” ujar Iptu Erlyn Sumantri, selaku Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat.
Pihak kepolisian menyarankan agar masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak di sekitar area demonstrasi sebaiknya menghindari kawasan tersebut pada jam-jam sibuk. Penggunaan transportasi umum yang terintegrasi dengan baik, seperti Mass Rapid Transit (MRT) atau TransJakarta, juga bisa menjadi solusi alternatif yang efektif untuk menghindari kemacetan. Informasi mengenai penutupan jalan atau pengalihan arus akan terus diperbarui oleh pihak kepolisian melalui berbagai kanal komunikasi.
Dengan adanya persiapan matang dari pihak kepolisian dan kesadaran masyarakat untuk mencari jalur alternatif, diharapkan kedua aksi unjuk rasa hari ini dapat berjalan dengan tertib, aman, dan tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan terhadap aktivitas warga Jakarta.



















