Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Rayon 01 Kabupaten Bandung
Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Rayon 01 Kabupaten Bandung berlangsung dengan penuh semangat kompetitif, edukatif, dan bernuansa akademik. Kegiatan ini digelar pada Sabtu (25/4/2026) di SMP Telkom Bandung dan menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, yang berada di wilayah Rayon 01 Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari kebijakan pendidikan nasional dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik secara holistik, khususnya dalam bidang seni dan budaya. Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi menulis cerita, pantomim, ansambel campuran, solo vokal, tari, mendongeng, dan ilustrasi. Setiap cabang lomba dirancang untuk mengasah aspek kognitif dan karakter peserta didik melalui berbagai bentuk ekspresi seni.
Peran Pendidikan Seni dalam Pembentukan Karakter
Menurut Alit Munawar Holil, Kepala Sekolah SMP Telkom Bandung, pendidikan seni memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang kreatif, inovatif, dan berbudaya. Ia menekankan bahwa kegiatan seperti FLS3N tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara simultan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehadiran para kepala SMP dari sub rayon 01 Kabupaten Bandung turut memperkuat legitimasi kegiatan ini sebagai forum akademik dan kultural yang memiliki nilai strategis dalam pengembangan pendidikan. Pelaksanaan setiap cabang lomba dilakukan dengan prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Dewan juri yang dilibatkan merupakan tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang seni masing-masing, sehingga proses penilaian berlangsung secara kredibel.
Penjelasan tentang Cabang Lomba
Pada cabang menulis cerita, peserta dituntut untuk menghasilkan karya yang memenuhi kaidah kebahasaan yang baik dan benar, memiliki struktur naratif yang sistematis, serta mengandung pesan moral yang relevan dengan konteks sosial. Sementara itu, cabang pantomim menitikberatkan pada kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan melalui ekspresi nonverbal yang komunikatif, yang memerlukan penguasaan teknik tubuh dan interpretasi artistik yang mendalam.
Cabang ansambel campuran menjadi wadah bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan musikal secara kolektif melalui harmonisasi berbagai instrumen dan vokal. Kompetensi ini mencerminkan pentingnya kerja sama tim, koordinasi, serta sensitivitas terhadap unsur musikalitas. Pada cabang solo vokal, peserta diuji dalam aspek teknik vokal, artikulasi, intonasi, serta kemampuan interpretasi lagu.
Adapun cabang tari menampilkan perpaduan antara estetika gerak dan nilai-nilai budaya lokal, yang menjadi representasi identitas budaya bangsa. Dan, cabang mendongeng dan ilustrasi memberikan ruang bagi peserta untuk mengekspresikan imajinasi, kreativitas visual, serta kemampuan komunikasi yang efektif.
Prestasi yang Membanggakan
SMP Telkom Bandung sebagai tuan rumah berhasil menunjukkan performa yang sangat membanggakan dengan meraih sejumlah prestasi di berbagai cabang lomba. Pada cabang menulis cerita, SMP Telkom Bandung berhasil meraih juara 2, yang mencerminkan kemampuan literasi siswa yang kompetitif dan terstruktur.
Prestasi lebih menonjol diraih pada cabang pantomim, di mana perwakilan sekolah berhasil meraih juara 1, menunjukkan keunggulan dalam ekspresi nonverbal dan penguasaan teknik artistik. Selain itu, pada cabang ansambel campuran, SMP Telkom Bandung memperoleh juara 2, yang menunjukkan kualitas musikalitas serta kekompakan tim yang solid.
“Kami juga berhasil meraih juara di cabang menyanyi solo. Kami berhasil meraih juara 1 dengan penampilan vokal yang unggul dan interpretasi musikal yang mendalam. Dan, pada cabang tari, SMP Telkom Bandung memperoleh juara 3, yang tetap menunjukkan performa artistik yang baik di tengah persaingan yang ketat,” ujar Alit.
Capaian ini hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan, latihan yang intensif, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk guru pembimbing, manajemen sekolah, dan orang tua peserta didik. Secara khusus, kata Alit, prestasi juara 1 pada cabang pantomim dan menyanyi solo memberikan peluang bagi perwakilan SMP Telkom Bandung untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat kabupaten.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
“Perlu strategi pembinaan lanjutan yang lebih sistematis dan berorientasi pada peningkatan kualitas performa, baik dari segi teknis maupun artistik, guna menghadapi kompetisi di tingkat kabupaten dengan standar yang lebih tinggi.”
Alhamdulillah, penyelenggaraan FLS3N tingkat Rayon 01 Kabupaten Bandung tahun 2026 di SMP Telkom Bandung dapat berhasil dalam mencapai tujuan pendidikan yang holistik dan berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan prestasi yang membanggakan, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang kreatif, disiplin, dan berdaya saing tinggi.
“Kami berharap ke depan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, sehingga mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan estetika dan kecintaan terhadap seni budaya bangsa,” ujarnya.



















