Iran Siap Serahkan Cadangan Uranium ke AS
Pemerintah Iran dilaporkan telah menunjukkan kesediaannya untuk menyerahkan seluruh cadangan uraniumnya kepada Amerika Serikat. Kesepakatan ini diungkap dalam laporan yang menyebutkan bahwa negosiasi antara AS dan Iran berjalan secara tidak langsung, dengan Pakistan sebagai pihak mediator. Negosiasi tersebut digelar sejak Kamis (21/5/2026) dan terus berlangsung hingga akhir pekan.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa proses negosiasi dengan Iran berjalan lancar. Dalam kesepakatan yang dicapai, AS bersedia menghentikan sanksi ekonomi terhadap Iran dan meminta Israel untuk berhenti menyerang Lebanon. Di sisi lain, Iran setuju untuk membuka Selat Hormuz selama 60 hari dan menyerahkan cadangan uraniumnya ke AS.
Iran Sebelumnya Menolak Memberi Uranium ke AS
Kabar tentang kesediaan Iran untuk menyerahkan uranium ke AS menimbulkan pertanyaan. Sebab, beberapa waktu lalu, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan uranium Iran ke pihak mana pun, termasuk AS.
“Arahan Pemimpin Tertinggi dan konsensus di dalam pemerintahan adalah bahwa persediaan uranium yang diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini,” ujar salah satu dari dua pejabat Iran yang minta namanya dirahasiakan untuk alasan keamanan. Pernyataan ini menunjukkan ketidaksetujuan Iran terhadap rencana AS untuk mengambil uranium mereka.
Rencana AS Mengambil Uranium Iran Bisa Ganggu Negosiasi Damai

Menurut pejabat tadi, Khamenei juga mengingatkan agar AS segera menghentikan niatnya untuk mengambil uranium Iran. Sebab, menurut Khamenei, rencana itu bisa mengganggu proses negosiasi damai antara AS dan Iran. Terlebih, proses negosiasi antara kedua negara kini sedang berjalan.
“Negosiasi difokuskan pada pengakhiran perang dan isu-isu terkait masalah nuklir tidak akan dibahas secara rinci pada tahap ini. Oleh karena itu, jika kita mencoba membahas detail masalah nuklir pada tahap ini, kita tidak akan mencapai kesimpulan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Jumat (22/5/2026).
Cadangan Uranium Iran Cukup untuk Membuat Sepuluh Hulu Ledak Nuklir

Sebagai informasi, Iran saat ini memiliki cadangan uranium yang sudah diperkaya sebesar 970 pound atau 440 kilogram. Jumlah ini setara dengan 60 persen dari total kebutuhan uranium untuk membuat senjata nuklir. Semua uranium tersebut dikabarkan terkubur di bawah tanah imbas serangan AS dan Israel ke Iran pada 2025 lalu.
Jika ingin membuat senjata nuklir, stok uranium Iran harus mencapai 90 persen. Namun, menurut Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, cadangan uranium yang dimiliki Iran saat ini sudah cukup untuk membuat sekitar sepuluh hulu ledak nuklir. Inilah yang membuat Trump ketar-ketir dan ingin segera mengambil uranium milik Iran.


















