Bulog Usulkan Ganti Manajemen PT GMM Demi Petani Tebu

Diposting pada

Perum Bulog Tingkatkan Kapasitas Pabrik Gula PT GMM Blora untuk Optimalisasi Serapan Tebu Petani

Perum Bulog secara tegas menyatakan komitmennya untuk memperkuat operasional pabrik PT Gendhis Multi Manis (GMM) yang berlokasi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Langkah strategis ini bertujuan ganda: pertama, untuk memastikan penyerapan tebu dari para petani di Blora berjalan secara optimal, dan kedua, untuk memulihkan serta menjaga kepercayaan petani terhadap keberlanjutan industri gula nasional.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog, Tomi Wijaya, menjelaskan bahwa penguatan operasional PT GMM merupakan wujud nyata dari tindak lanjut aspirasi yang telah disampaikan oleh para petani tebu di Blora. “Kami menyadari pentingnya peran petani dalam rantai pasok industri gula. Oleh karena itu, setiap masukan dan harapan mereka menjadi perhatian utama kami dalam merumuskan kebijakan perbaikan,” ujar Tomi.

Transformasi Manajemen dan Peningkatan Fasilitas Produksi

Sebagai bagian integral dari upaya pembenahan menyeluruh, Perum Bulog tidak hanya fokus pada aspek operasional pabrik, tetapi juga melakukan evaluasi mendalam terhadap struktur manajemen PT GMM. Usulan pergantian manajemen dengan susunan yang baru telah diajukan sebagai respons terhadap berbagai masukan dan harapan dari petani. Perubahan ini diharapkan dapat membawa angin segar dalam pengelolaan perusahaan, menjadikannya lebih efektif, profesional, dan yang terpenting, berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada para petani.

Perubahan manajemen ini dipercaya akan memperkuat koordinasi operasional di lapangan, mempercepat proses pengambilan keputusan yang krusial bagi kelancaran operasional pabrik, serta mendorong terciptanya hubungan kemitraan yang lebih solid dan saling menguntungkan antara PT GMM dan para petani, yang merupakan mitra utama dalam keberlangsungan industri ini.

Selain perbaikan di tingkat manajemen, Perum Bulog juga menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur produksi. Usulan perbaikan mesin boiler PT GMM telah diajukan kepada pemegang saham melalui mekanisme yang berlaku. Perbaikan ini merupakan langkah krusial untuk meningkatkan keandalan fasilitas produksi, yang secara langsung akan mendukung kelancaran proses penggilingan tebu dan mengoptimalkan kinerja pabrik secara keseluruhan.

Tomi menegaskan bahwa keberlangsungan operasional pabrik gula yang optimal adalah fondasi utama bagi jaminan penerimaan dan pengolahan tebu petani. “Kami memahami betul bahwa kelancaran proses ini sangat vital bagi kesejahteraan para petani. Karenanya, berbagai langkah perbaikan terus kami laksanakan secara bertahap, dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan transparan,” jelasnya.

Sebagai badan usaha milik negara (BUMN), Perum Bulog memiliki komitmen kuat untuk selalu mendengarkan aspirasi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk para petani. Langkah-langkah perbaikan yang diperlukan akan terus diambil untuk mendukung keberlangsungan industri gula nasional yang kuat dan berdaya saing.

Respons Cepat Terhadap Kendala Teknis dan Aspirasi Petani

Sebelumnya, PT Gendhis Multi Manis (GMM) Blora sempat menghadapi kendala teknis pada mesinnya, yang menyebabkan pabrik tidak dapat beroperasi sepenuhnya. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani mengenai nasib hasil panen mereka. Menanggapi hal tersebut, PT GMM telah mengambil langkah proaktif dengan mengalihkan pengiriman tebu petani ke sejumlah pabrik gula lain yang berada di sekitar Blora maupun di luar daerah.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Mudiyanti, menjelaskan bahwa tim khusus telah dibentuk untuk memfasilitasi proses pengalihan pengiriman tebu tersebut. “Kami telah membentuk tim khusus yang bertugas membantu para petani dalam proses pengalihan pengiriman tebu mereka ke pabrik gula lain. Ini kami lakukan agar hasil panen petani tetap terserap dan tidak terbuang sia-sia,” ujar Sri.

Langkah ini diambil sebagai bentuk solusi sementara sambil menunggu perbaikan mesin boiler dan fasilitas produksi lainnya selesai. Sebelumnya, para petani tebu di Blora sempat menggelar aksi unjuk rasa di depan PT GMM. Mereka menyuarakan tuntutan agar perusahaan dapat menyerap tebu petani sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Berbagai upaya telah dilakukan oleh para petani, namun penyerapan tebu oleh pabrik belum sepenuhnya terealisasi, sehingga menimbulkan keresahan.

Dengan adanya komitmen penguatan operasional dari Perum Bulog dan langkah-langkah perbaikan yang sedang dan akan terus dilakukan, diharapkan PT GMM Blora dapat segera kembali beroperasi dengan kapasitas penuh, dan kepercayaan petani terhadap industri gula nasional dapat kembali pulih dan terjaga. Kolaborasi yang erat antara pemerintah, BUMN, dan para petani menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan dan memastikan keberlanjutan sektor pertanian yang vital ini.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan