Semangat Gotong Royong Perbaiki Jalan Penghubung Lebak dan Pandeglang
LEBAK – Akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kini kembali mulus berkat inisiatif dan kerja keras warga. Jalan Kerta-Pasir Buntu, yang merupakan urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, telah mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun. Namun, semangat kebersamaan dan gotong royong telah berhasil mengubah kondisi tersebut.
Kegiatan perbaikan jalan ini melibatkan anggota DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, bersama ratusan warga dari dua desa yang terdampak langsung: Desa Karangpamindangan di Kecamatan Wanasalam, Lebak, dan Desa Kertaraharja di Kecamatan Banjarsari, Lebak. Lokasi jalan yang diperbaiki ini berjarak sekitar 79 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Lebak.
Musa Weliansyah mengungkapkan bahwa sepanjang 11 kilometer ruas jalan tersebut, lebih dari 2 kilometer mengalami kerusakan yang sangat parah. “Terparah kurang lebih 2 kilometer,” ujarnya. Berkat partisipasi aktif warga dan bantuan material, perbaikan jalan tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan sepuluh mobil truk batu. “Alhamdulillah melalui gotong royong bersama warga, pengerjaan pun selesai dilakukan,” tambahnya. Kini, jalan tersebut sudah dapat dilalui dengan nyaman dan lancar, mengembalikan denyut kehidupan aktivitas warga.
Apresiasi untuk Semangat Warga
Musa Weliansyah menyampaikan rasa haru dan apresiasinya yang mendalam kepada seluruh warga yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk memperbaiki akses jalan vital ini. “Saya terharu melihat antusiasme warga,” tuturnya. “Di saat sebagian warga bersiap menyambut Ramadhan, warga justru memilih memperbaiki akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial mereka sehari-hari.”
Meskipun secara teknis perbaikan jalan ini merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Lebak, Musa memahami bahwa keterbatasan anggaran seringkali menjadi kendala bagi pemerintah daerah dalam menangani pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur secara menyeluruh. Menyadari kondisi tersebut, Musa berdialog dengan warga dan bersama-sama menyepakati untuk menggerakkan semangat gotong royong.
Kolaborasi Pemerintah dan Warga
Inisiatif perbaikan jalan ini tidak lepas dari koordinasi antara Musa Weliansyah dengan Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya. Bupati Lebak memberikan dukungan berupa bantuan dana sebesar Rp4 juta untuk pembelian agregat. “Sebelumnya kegiatan dimulai, saya berkoordinasi dulu dengan Pak Bupati. Alhamdulillah, beliau memberikan partisipasi Rp4 juta untuk pembelian agregat B sebanyak lima dump truk kepada kami,” jelas Musa.
Kolaborasi antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan masyarakat ini menjadi contoh nyata bahwa pembangunan infrastruktur dapat terwujud melalui sinergitas. Semangat gotong royong menjadi solusi sementara yang efektif ketika anggaran pemerintah terbatas. Musa berharap agar di tahun-tahun mendatang, ruas jalan Kerta-Pasirbuntu ini dapat menjadi prioritas pembangunan permanen oleh pemerintah. Hal ini penting untuk mengoptimalkan konektivitas antara Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, serta memperlancar aktivitas ekonomi dan pelayanan bagi warga.
Vitalnya Akses Jalan bagi Masyarakat
Kepala Desa Karangpamindangan, Rahman, membenarkan adanya aksi gotong royong yang melibatkan warga dan anggota DPRD Banten tersebut. Ia menegaskan bahwa jalan ini merupakan akses penghubung antar kabupaten yang sangat vital, menghubungkan Kecamatan Cikeusik di Pandeglang dengan wilayah di Lebak. “Iya benar, kemarin warga sama Pak dewan gotong royong, Alhamdulillah atas bantuan Pak dewan. Itu penghubung antar kabupaten, Lebak sama Pandeglang,” ungkapnya.
Rahman menambahkan bahwa kerusakan jalan ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan sangat parah. Bagi Desa Karangpamindangan yang memiliki lebih dari 2.000 penduduk, akses jalan yang baik sangat krusial. Mayoritas penduduk desa ini berprofesi sebagai petani, dan desa ini juga memiliki potensi produksi gula aren. Namun, kondisi jalan yang rusak parah turut menghambat distribusi dan pemasaran hasil produksi mereka. “Iya potensi gula aren, cuma belum perkembangan. Paling sama ibu-ibu di kelilingin ke pasar. Makanya jalan rusak juga menghambat yah,” keluhnya.
Jarak dari Alun-alun Rangkasbitung ke Desa Karangpamidangan sendiri memakan waktu tempuh sekitar 2,52 jam atau 94 kilometer. Kondisi jalan yang buruk tentu semakin memperpanjang dan mempersulit perjalanan warga.
Perbaikan jalan ini bukan sekadar memperbaiki infrastruktur fisik, melainkan juga mengembalikan harapan dan kelancaran aktivitas bagi ribuan warga yang bergantung pada akses jalan tersebut. Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat Lebak dan Pandeglang ini patut menjadi inspirasi.
Dampak Positif Gotong Royong
- Kelancaran Aktivitas: Jalan yang mulus memungkinkan warga untuk beraktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun berdagang.
- Perputaran Ekonomi: Akses yang lancar mempermudah distribusi barang dan jasa, sehingga dapat meningkatkan perputaran ekonomi di wilayah tersebut.
- Penguatan Kebersamaan: Kegiatan gotong royong mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.
- Solusi Inovatif: Menunjukkan bahwa pembangunan tidak melulu bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi dapat diinisiasi melalui kolaborasi dan partisipasi masyarakat.
Diharapkan, inisiatif ini dapat mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan permanen, demi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat di kedua kabupaten.

















