No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home politik

BEM UGM Tantang Prabowo Debat Terbuka: “Datanglah ke Sini!”

Erwin by Erwin
22 Februari 2026 - 23:59
in politik
0

Ketua BEM UGM Tawarkan Dialog Terbuka Langsung dengan Presiden, Tolak Diskusi Tertutup

YOGYAKARTA – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, kembali menyuarakan pandangan kritisnya terhadap kondisi sosial yang dinilai belum sepenuhnya tergambar dalam laporan resmi pemerintah. Kali ini, Tiyo secara spesifik mengarahkan pesannya kepada Presiden Prabowo Subianto, menekankan keinginannya untuk berdialog langsung tanpa perantara.

Pernyataan ini disampaikan Tiyo dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, sebuah platform diskusi yang kerap mengangkat isu-isu kebangsaan secara terbuka dan mendalam. Tiyo menegaskan preferensinya untuk berkomunikasi secara tatap muka dengan presiden, menolak kemungkinan diskusi melalui perwakilan atau pihak ketiga.

Menolak Perantara, Mengutamakan Kejujuran Lapangan

Tiyo berargumen bahwa tidak semua individu yang berada di lingkaran kekuasaan memiliki kapasitas atau kemauan untuk menyampaikan realitas di lapangan secara utuh kepada pimpinan tertinggi. Ia melihat adanya jurang pemisah antara data administratif dan laporan statistik dengan kenyataan hidup yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, Tiyo menyatakan ketidakminatannya untuk terlibat dalam pertemuan tertutup yang hanya mengandalkan informasi yang telah disaring.

“Kalau Pak Presiden mau mendengar suara kami, silakan datang ke UGM. Kita siapkan medan terbuka untuk berdiskusi dengan mahasiswa. Silakan sampaikan apa pun yang Bapak percaya tentang data Bapak, maka mahasiswa akan mendebat itu,” tegasnya, menawarkan sebuah solusi dialog yang ia yakini lebih transparan dan efektif.

Baginya, forum diskusi yang terbuka di kampus merupakan cara terbaik untuk menguji klaim dan narasi resmi yang beredar. Mahasiswa, sebagai bagian dari masyarakat yang merasakan langsung dampak kebijakan, perlu diberikan ruang untuk bertanya, berdebat, dan memberikan masukan yang konstruktif.

Baca Juga  Profil dan Perjalanan Karier Agus Harimurti Yudhoyono

Kritik Pendekatan Berbasis Angka dan Laporan Administratif

Lebih lanjut, Tiyo menyoroti kecenderungan dalam pengambilan kebijakan yang dinilai terlalu terpaku pada angka dan laporan administratif. Ia berpendapat bahwa kompleksitas kondisi masyarakat tidak dapat direduksi hanya menjadi sekadar statistik. Menurutnya, pemahaman mendalam tentang realitas sosial hanya bisa didapatkan dengan berinteraksi langsung dengan masyarakat, bukan semata-mata melalui dokumen tertulis yang telah melalui proses penyaringan dan penyusunan.

Narasi tentang kondisi Indonesia yang baik-baik saja, menurut Tiyo, perlu diuji secara faktual di lapangan. Ia mempertanyakan sejauh mana data yang diterima oleh presiden benar-benar mencerminkan kenyataan yang dihadapi rakyat.

Pertanyaan Reflektif untuk Pemimpin Negara

Pesan utama yang ingin disampaikan Tiyo kepada Presiden Prabowo adalah sebuah pertanyaan reflektif: sejauh mana informasi yang diterima oleh presiden benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi masyarakat yang sesungguhnya? Tiyo juga mempertanyakan sampai kapan seorang presiden akan terus bergantung pada masukan dari orang-orang di sekitarnya tanpa melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi masyarakat.

“Maka sesungguhnya, Bapak mau sampai kapan Bapak dibohongi oleh orang-orang Bapak?” pungkasnya, menyiratkan kekhawatiran akan potensi distorsi informasi yang mungkin terjadi. Pernyataan ini menjadi penegasan sikap Tiyo bahwa dialog terbuka dan pengujian data secara langsung adalah elemen krusial dalam menjaga vitalitas ruang demokrasi di Indonesia.

Permintaan Maaf atas Penggunaan Kata “Bodoh”

Dalam kesempatan yang sama, Tiyo Ardianto juga secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat pernyataannya, sembari menjelaskan konteks kritik yang ia maksudkan. Pernyataan yang paling banyak disorot publik adalah ketika Tiyo menggunakan kata “bodoh” untuk menggambarkan presiden.

Ia mengakui bahwa pilihan diksi tersebut menimbulkan kegelisahan dan rasa tidak nyaman di sebagian kalangan masyarakat. “Presiden kita itu, kalau bahasa saya, bodoh. Mungkin ada beberapa yang tidak nyaman dengan bahasa ini, dan iya, saya minta maaf atas ketidaknyamanan itu,” ucapnya.

Baca Juga  Jokowi: Idul Fitri 2026, Ujian Kesabaran

Permintaan maaf ini disampaikan bukan sebagai bentuk penarikan kembali kritik yang ia sampaikan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai seorang publik figur atas dampak linguistik yang ia gunakan dalam ruang diskusi publik.

Mendefinisikan Ulang Makna “Bodoh” dalam Konteks Kritik

Meski telah meminta maaf, Tiyo menegaskan bahwa kata “bodoh” yang ia gunakan tidak dimaksudkan sebagai serangan pribadi terhadap figur presiden. Ia menjelaskan bahwa istilah tersebut merupakan bentuk kritik terhadap apa yang ia nilai sebagai kegagalan dalam tata kelola kebijakan negara.

“Bodoh yang dimaksud di sini adalah inkompetensi yang laten,” jelas Tiyo. Menurutnya, kritik yang dilontarkannya lahir dari kegelisahan mendalam terhadap arah kebijakan yang dianggapnya tidak mampu menyentuh akar permasalahan paling mendasar di masyarakat. Ia melihat adanya inkonsistensi dan ketidakmampuan dalam merumuskan serta mengeksekusi kebijakan yang benar-benar berpihak pada rakyat dan mampu mengatasi persoalan riil yang dihadapi bangsa.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama
Batam

DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

29 April 2026 - 19:01
Jadi Bahan Penyusunan APBD Tahun 2027, Fraksi-fraksi di DPRD Kota Batam Laporkan Hasil Reses dalam Rapat Paripurna
Batam

Jadi Bahan Penyusunan APBD Tahun 2027, Fraksi-fraksi di DPRD Kota Batam Laporkan Hasil Reses dalam Rapat Paripurna

29 April 2026 - 19:01
DPRD Kota Batam Gelar Paripurna dengan Tiga Agenda, Wali Kota Amsakar Sampaikan Perubahan Perda Pengelolaan Persampahan Melalui Mekanisme Kumulatif Terbuka
Batam

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna dengan Tiga Agenda, Wali Kota Amsakar Sampaikan Perubahan Perda Pengelolaan Persampahan Melalui Mekanisme Kumulatif Terbuka

29 April 2026 - 19:00
Jenderal Ber-Makeup: Kontroversi Drama China dan Maskulinitas Prajurit
politik

Jenderal Ber-Makeup: Kontroversi Drama China dan Maskulinitas Prajurit

28 April 2026 - 23:59
Jumhur Hidayat: Menteri Lingkungan Baru Pengganti Hanif Faisol
politik

Jumhur Hidayat: Menteri Lingkungan Baru Pengganti Hanif Faisol

28 April 2026 - 22:13
Jakarta-Jeju Jalin Kemitraan Kota Kembar, Pramono: Tingkatkan Kolaborasi Global
politik

Jakarta-Jeju Jalin Kemitraan Kota Kembar, Pramono: Tingkatkan Kolaborasi Global

28 April 2026 - 17:46
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

26 April 2026 - 03:19
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
Alasan Utama Jusuf Kalla di Balik Usulan Pemerintah Cabut BBM Bersubsidi

Alasan Utama Jusuf Kalla di Balik Usulan Pemerintah Cabut BBM Bersubsidi

30 April 2026 - 08:36
Netizen Tidak Pernah Lupa, Siswa SMA Dibuat Daftar Hitam Kampus

Netizen Tidak Pernah Lupa, Siswa SMA Dibuat Daftar Hitam Kampus

30 April 2026 - 08:17
Jadwal Kapal Roro Telaga Punggur Batam, Senin April 2026, Ada Perjalanan ke Jambi Hari Ini

Jadwal Kapal Roro Telaga Punggur Batam, Senin April 2026, Ada Perjalanan ke Jambi Hari Ini

30 April 2026 - 07:58
Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

30 April 2026 - 07:39
Tiga zodiak ini akan meraih kekayaan dan kebahagiaan setelah April 2026

Tiga zodiak ini akan meraih kekayaan dan kebahagiaan setelah April 2026

30 April 2026 - 07:19

Pilihan Redaksi

Alasan Utama Jusuf Kalla di Balik Usulan Pemerintah Cabut BBM Bersubsidi

Alasan Utama Jusuf Kalla di Balik Usulan Pemerintah Cabut BBM Bersubsidi

30 April 2026 - 08:36
Netizen Tidak Pernah Lupa, Siswa SMA Dibuat Daftar Hitam Kampus

Netizen Tidak Pernah Lupa, Siswa SMA Dibuat Daftar Hitam Kampus

30 April 2026 - 08:17
Jadwal Kapal Roro Telaga Punggur Batam, Senin April 2026, Ada Perjalanan ke Jambi Hari Ini

Jadwal Kapal Roro Telaga Punggur Batam, Senin April 2026, Ada Perjalanan ke Jambi Hari Ini

30 April 2026 - 07:58
Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

30 April 2026 - 07:39
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.