Warga Minta Tembok Pengaman Jurang Longsor Golo Loni

Diposting pada

Mendesak Pembangunan Tembok dan Pagar Pembatas di Jalan Nasional Borong-Ruteng Pasca Longsor

Manggarai Timur, Flores – Keselamatan para pengguna jalan raya di jalur nasional Borong-Ruteng, khususnya di wilayah Desa Golo Loni, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, kini menjadi sorotan utama. Warga setempat, yang terdiri dari para pengguna jalan dan masyarakat sekitar, secara tegas mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional untuk segera mengambil tindakan nyata. Permintaan mendesak ini berfokus pada pembangunan tembok pembatas dan pagar permanen di area jurang yang terbentuk akibat bencana longsor.

Kejadian longsor yang merusak sebagian badan jalan dan menciptakan jurang menganga ini diperkirakan terjadi pada awal tahun 2025. Namun, lebih dari setahun berlalu, kondisi tersebut belum menunjukkan adanya pembangunan infrastruktur permanen yang memadai untuk mencegah potensi bahaya. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat, mengingat kedalaman jurang yang mencapai sekitar 50 meter dan lebar lebih dari 20 meter.

Ano Jusasmin, salah seorang warga dan pengguna jalan yang ditemui di lokasi kejadian pada Senin, 23 Februari 2026, mengungkapkan keprihatinannya. “Ini tentu sangat membahayakan bagi pengguna jalan, apalagi jurangnya dalam sekali sekitar 50 meter,” ujarnya, didampingi oleh Ratna Labus dan sejumlah warga lainnya. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Jarak antara bibir jurang dengan bahu jalan aspal yang hanya sekitar satu meter menjadi ancaman nyata, terutama bagi kendaraan yang melintas di malam hari atau saat kondisi cuaca buruk.

Ratna Labus menambahkan bahwa penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan. Pembangunan tembok beton dan pagar permanen diharapkan dapat secara efektif mencegah potensi kecelakaan yang mengancam keselamatan jiwa para pengguna jalan. Selain itu, infrastruktur yang kokoh juga diharapkan dapat mencegah badan jalan terputus akibat erosi lebih lanjut atau longsor susulan.

“Ini kalau dibiarkan terus tentu sangat berpotensi menelan korban jiwa,” tegas Ratna. “Dan juga, kalau terjadi hujan dengan intensitas tinggi, maka akan terjadi longsor susulan dan berpotensi memutuskan badan jalan ini,” tambahnya, menyoroti risiko jangka panjang yang dihadapi.

Kondisi Lapangan yang Memprihatinkan

Pantauan di lokasi kejadian memperlihatkan gambaran yang cukup mengkhawatirkan. Jurang bekas longsor tersebut memang memiliki kedalaman yang signifikan, diperkirakan mencapai 50 meter. Lebarnya pun tidak bisa dianggap remeh, mencapai lebih dari 20 meter. Yang paling mencemaskan adalah betapa dekatnya bibir jurang dengan badan jalan aspal. Jarak yang hanya sekitar satu meter ini memberikan sedikit ruang manuver bagi kendaraan, terutama bagi pengemudi yang kurang berhati-hati.

Tanda-tanda retakan juga terlihat jelas di area rabat bahu jalan yang berdekatan dengan jurang. Ini menunjukkan bahwa tanah di sekitar area tersebut masih dalam kondisi labil dan rentan terhadap pergerakan lebih lanjut. Meskipun demikian, upaya penandaan darurat telah dilakukan dengan membangun pondasi pembatas yang terbuat dari bata, dengan ketinggian sekitar 15 centimeter dan dicat warna kuning. Namun, pondasi bata ini jelas tidak memadai sebagai solusi permanen untuk mencegah bahaya longsor dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Dampak dan Harapan Masyarakat

Bencana longsor yang terjadi di jalur nasional Borong-Ruteng ini tidak hanya mengancam keselamatan para pengendara, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran arus transportasi di wilayah tersebut. Jalur ini merupakan salah satu arteri penting yang menghubungkan berbagai daerah, sehingga terganggunya aktivitas di atasnya dapat berdampak pada perekonomian dan mobilitas masyarakat.

Masyarakat berharap agar pemerintah pusat, melalui Kementerian PU dan PPK Jalan Nasional, dapat segera menindaklanjuti aspirasi mereka. Pembangunan tembok dan pagar pembatas yang kokoh bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan sebuah investasi krusial untuk menjaga keselamatan warga dan kelangsungan aktivitas transportasi di salah satu ruas jalan vital di Flores tersebut. Keberadaan infrastruktur yang memadai akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap orang yang melintasi jalur Borong-Ruteng.

Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan