Silaturahmi PPP dan Ulama: Mempererat Tali Kekeluargaan di Bulan Suci Ramadhan
Bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah spiritual, tetapi juga momen yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi. Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sebagai salah satu partai yang memiliki akar kuat dengan tokoh agama, secara khusus memanfaatkan bulan suci ini untuk menggelar kegiatan safari Ramadhan. Kegiatan ini bertujuan untuk merekatkan kembali hubungan kekeluargaan antara partai dengan para alim ulama, yang merupakan pendahulu dan fondasi perjuangan PPP.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan, H. Agus Suparmanto, menjadi salah satu inisiator utama dalam kegiatan safari Ramadhan ini. Pada awal bulan suci Ramadhan ke-1447 Hijriah, beliau memulai rangkaian kunjungannya ke sejumlah ulama terkemuka di Jawa Barat. Salah satu kunjungan penting yang dilakukan adalah ke Pondok Pesantren Miftahul Huda, yang berlokasi di Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.
Kedatangan H. Agus Suparmanto disambut dengan hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda, K.H. Asep Ahmad Maoshul Affandy, beserta para alumni pondok pesantren tersebut. Suasana pertemuan terasa sangat akrab dan penuh kekeluargaan, tanpa ada agenda formal yang kaku. Hal ini sejalan dengan tujuan utama kunjungan, yaitu mempererat kembali hubungan emosional antara PPP dengan para alim ulama.
“Memang agenda kami murni untuk bersilaturahmi, dalam rangka merekatkan kembali hubungan kekeluargaan antara PPP dengan para alim ulama,” ujar Agus Suparmanto, menjelaskan esensi dari kunjungannya. Beliau menambahkan bahwa PPP memiliki sejarah panjang yang tidak terlepas dari inisiasi dan perjuangan para alim ulama. Oleh karena itu, untuk membangkitkan kembali kejayaan PPP, doa dan restu dari para ulama menjadi kunci utama.
Agus Suparmanto menekankan peran historis PPP sebagai partai legendaris yang telah berusia 53 tahun. “PPP ini partai legendaris, yang sudah berusia 53 tahun berkat perjuangan para alim ulama, maka PPP harus bangkit kembali bersama ulama untuk memperjuangkan aspirasi politik keislaman dan kebangsaan di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam,” tegasnya.
Pesan Ulama untuk Kebangkitan PPP
Dalam pertemuan yang berlangsung singkat menjelang waktu berbuka puasa, K.H. Asep Maoshul Affandy, yang akrab disapa Eyang Asep, menyampaikan pesan penting mengenai keberadaan politik Islam di Indonesia. Beliau menegaskan bahwa wajah politik Islam harus tetap hadir, dan di sinilah letak fungsi krusial PPP.
“Kedepan PPP harus hadir kembali di Senayan. Karena itu adalah amanat para alim ulama, wajib bagi kita untuk menjaga partai warisan ulama ini,” pesan Eyang Asep dengan lugas.
Eyang Asep Maoshul Affandy juga menegaskan komitmennya untuk terus berjuang bersama PPP. Komitmen ini dibuktikan dengan kontribusi nyata dari para alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda yang senantiasa hadir dan turut menempatkan kadernya di kursi legislatif. “Bahkan di Jawa Barat ini PPP punya 78 kursi DPRD. 14 diantaranya adalah Alumni Miftahul Huda,” ungkap Eyang Asep dengan bangga.
Namun, di balik semangat kebersamaan, Eyang Asep menyayangkan adanya indikasi jarak yang mulai terasa antara PPP dengan para kiai dan alim ulama belakangan ini. Hal ini terlihat dari program dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pengurus, terutama di tingkat nasional. Menurutnya, ada beberapa kebijakan yang mulai melenceng dari nilai dan prinsip perjuangan partai.
“Saya merasa prihatin dengan situasi PPP akhir-akhir ini. Terutama kebijakan Pusat terhadap PPP di Jawa Barat, kebijakan DPP tidak mencerminkan cara-cara yang Islami, sudah melenceng dari Prinsip Musyawarah. Tradisi pecat memecat kader harus diakhiri,” tegas Eyang Asep, menyuarakan keprihatinannya terhadap dinamika internal partai.
Safari Ramadhan Berlanjut ke Pondok Pesantren Lain
Setelah kunjungan ke Pondok Pesantren Miftahul Huda, rangkaian safari Ramadhan dilanjutkan pasca Shalat Tarawih. Kali ini, rombongan DPP PPP bertandang ke Pondok Pesantren Cipasung, yang diasuh oleh K.H. Ubaidillah Ruhiat.
Dalam pertemuan silaturahmi tersebut, K.H. Ubaidillah Ruhiat menyampaikan pandangannya bahwa masyarakat Tasikmalaya merupakan basis tradisional PPP. Hal ini tidak terlepas dari peran penting para alim ulama dan santri dari berbagai pondok pesantren, termasuk Pondok Pesantren Cipasung.
“Saya selalu berharap dan berdoa agar PPP bisa besar kembali dan masuk Senayan pada Pemilu 2029 nanti, secara khusus kepada Bapak Agus Suparmanto bersama para pengurus PPP agar tetap istiqomah, semoga diberikan kesehatan dan kekuatan,” ujar Kyai Ubaidillah Ruhiat, memberikan dukungan dan doa bagi kebangkitan PPP.
Turut serta dalam safari Ramadhan kali ini adalah sejumlah mantan fungsionaris DPP PPP, di antaranya Komaruddin Taher (Komeng), Aftoni, Ade Munawaroh, serta Pepep Saeful Hidayat yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PPP Jawa Barat, didampingi oleh para pengurus DPC PPP se-Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan safari Ramadhan yang dipimpin oleh H. Agus Suparmanto tidak berhenti di Tasikmalaya. Rencananya, kegiatan ini akan dilanjutkan ke beberapa tokoh alim ulama lainnya di Bandung. Di antaranya adalah kunjungan ke Pondok Pesantren Alfalah dan Pondok Pesantren Baitul Arqom yang berlokasi di Kabupaten Bandung. Langkah ini menunjukkan komitmen PPP untuk terus menjaga hubungan baik dan bersinergi dengan para tokoh agama demi kemajuan partai dan bangsa.




















