Aksi Kepedulian Rumah Keluarga Indonesia Fakfak untuk Korban Kebakaran
Fakfak, Papua Barat – Dalam upaya meringankan beban korban musibah kebakaran yang terjadi di Fakfak Utara, tim Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Fakfak menunjukkan solidaritas dan kepedulian mendalam. Kunjungan dilakukan kepada dua keluarga yang terdampak parah, yaitu keluarga Wa Jahiya dan keluarga Tuti, yang berdomisili di Jalan Dr Soetoyo, Fakfak Utara, Kabupaten Fakfak.
Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Fakfak, Dasri Nur, menjelaskan bahwa kunjungan ini dilaksanakan pada hari Jumat, sehari setelah peristiwa kebakaran yang meluluhlantakkan rumah para korban. “Kunjungan ini kami lakukan pada Jumat, sehari setelah peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah korban,” ujar Dasri Nur pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Lebih lanjut, Dasri Nur menekankan bahwa kehadiran tim RKI Fakfak bukanlah sekadar kunjungan formalitas semata. Pendekatan ini didasari oleh hubungan personal yang sangat dekat dengan para korban. “Kami memiliki hubungan yang erat dengan Ibu Wa Jahiya dan Ibu Tuti. Kami saling mengenal dan sangat dekat,” ungkapnya. Kedekatan emosional ini menjadi landasan utama bagi tim RKI untuk memberikan dukungan yang tulus dan penuh empati.
Kehadiran tim RKI Fakfak di lokasi musibah merupakan wujud nyata kepedulian sosial terhadap sesama dan manifestasi empati yang mendalam terhadap kondisi yang dialami oleh para korban kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, tim RKI Fakfak turut menyerahkan sejumlah bantuan yang berhasil dihimpun dari para pengurus organisasi. Bantuan yang diberikan meliputi berbagai kebutuhan esensial, antara lain perlengkapan ibadah, pakaian layak pakai, selimut untuk kehangatan, bantuan uang tunai untuk kebutuhan mendesak, serta Al-Qur’an sebagai penyejuk hati.
Harapan untuk Ketabahan dan Kekuatan Menghadapi Musibah
Dasri Nur menyampaikan harapan tulus agar para korban kebakaran senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan berat yang menimpa kehidupan mereka. Ia secara khusus menyoroti sosok Ibu Wa Jahiya. “Kami berharap Ibu Wa Jahiyah tetap tabah dan kuat. Beliau adalah sosok yang dikenal rajin beribadah, guru mengaji, sekaligus pengurus majelis taklim di lingkungannya,” kata Dasri Nur, menggambarkan betapa sosok korban merupakan pribadi yang memiliki peran penting dalam komunitasnya.
Selain itu, Dasri Nur juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus RKI Fakfak yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan penggalangan bantuan ini. Dedikasi dan kontribusi mereka menjadi kunci keberhasilan program RKI Peduli dalam memberikan pertolongan nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui program RKI Peduli, RKI Fakfak secara tegas menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi secara aktif di tengah masyarakat. Organisasi ini bertekad untuk tidak hanya berdiam diri, tetapi turut serta dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat memberikan dampak positif bagi warga Fakfak.
“Insya Allah, RKI Fakfak akan terus berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Fakfak, khususnya membantu warga yang membutuhkan,” tutup Dasri Nur, menggarisbawahi semangat gotong royong dan kepedulian yang menjadi nadi dari setiap program yang dijalankan oleh RKI Fakfak. Aksi kemanusiaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi elemen masyarakat lainnya untuk turut serta dalam upaya membantu sesama.
















