No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home politik

Stok Pangan Nasional di Tengah Panas Konflik Global AS-Iran

Rizki by Rizki
15 Maret 2026 - 03:57
in politik
0

Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman di Tengah Ketegangan Global

Pemerintah Indonesia memberikan jaminan penuh bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi yang aman dan mencukupi, bahkan di tengah memanasnya konflik global yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian panik atau panic buying terhadap bahan pokok, karena tindakan tersebut justru dapat mengganggu kelancaran distribusi pasokan pangan di pasar.

Nita Yulianis, Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), menegaskan bahwa kekhawatiran mengenai ketersediaan pangan nasional tidak perlu terjadi. Pemerintah secara berkelanjutan berupaya menjaga pasokan dan stabilitas harga melalui berbagai program strategis, salah satunya adalah Gerakan Pangan Murah (GPM). “Stok pangan saat ini dalam kondisi cukup, sehingga masyarakat tidak perlu panic buying. Membeli berlebihan justru dapat mengganggu distribusi di pasar,” ujar Nita dalam sebuah keterangan tertulis.

Komitmen Pemerintah Menjaga Ketersediaan Pangan

Menteri Pertanian (Mentan) yang juga menjabat sebagai Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, secara tegas menyatakan bahwa stok pangan nasional hingga Maret 2026 dipastikan dalam kondisi aman. “Insya Allah pangan kita aman. Pemerintah terus menjaga produksi dan distribusi agar kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri, tetap terpenuhi,” ungkap Amran.

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat bahwa produksi beras nasional secara konsisten berada dalam rentang 2,6 juta hingga 5,7 juta ton per bulan. Angka ini jauh melampaui rata-rata konsumsi beras nasional yang tercatat sebesar 2,59 juta ton per bulan.

Saat ini, total ketersediaan beras nasional tercatat mencapai sekitar 27,99 juta ton. Rinciannya meliputi stok yang dimiliki oleh Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, cadangan yang tersimpan di masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi yang siap dipanen sebanyak 11,73 juta ton.

Baca Juga  Pemerintah Ambil Langkah Baru: Ini Penjelasan Lengkapnya

Jika dihitung di luar produksi yang masih terus berjalan, jumlah stok beras yang ada saat ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan beras nasional hingga hampir satu tahun ke depan. “Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” jelas Amran.

Antisipasi Kekeringan Melalui Program Pompanisasi

Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga telah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi potensi kekeringan yang mungkin timbul akibat fenomena iklim. Salah satu upaya terpenting adalah melalui program pompanisasi yang ditargetkan untuk lahan pertanian seluas 1,2 juta hektare. Pada tahun ini, pemerintah berencana untuk menambah cakupan program pompanisasi seluas 1 juta hektare lagi.

Pemerintah juga tengah menyiapkan tambahan irigasi perpompaan (irpom) untuk 1 juta hektare lahan. Fasilitas ini krusial untuk memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi, terutama di tengah potensi musim kering yang dapat mengancam keberlangsungan produksi. “Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,” tegas Amran.

Dampak Potensial Konflik Global dan Perjanjian Dagang

Di sisi lain, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai adanya potensi gejolak harga pangan yang patut diwaspadai. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh eskalasi perang antara AS-Israel melawan Iran yang semakin memanas, tetapi juga terkait dengan kesepakatan tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Ekonom Senior Indef, Tauhid Ahmad, berpendapat bahwa perjanjian dagang dengan AS, ditambah dengan ketegangan internasional, dapat memicu kenaikan harga energi. Kenaikan harga energi ini pada akhirnya akan memberikan tekanan pada inflasi di dalam negeri. “Kita, kan, yang harus dipikirkan dari situasi perang ini, kan, dampak ke ekonomi kita. Harga minyak naik, kemungkinan inflasi juga naik, subsidi bisa naik dan sebagainya,” ujar Tauhid.

Baca Juga  MUI Desak BoP Keluar, Sugiono Respons

Menurutnya, pemerintah perlu memprioritaskan langkah-langkah antisipatif terhadap dampak ekonomi tersebut. Sembari itu, peluang negosiasi perdagangan juga perlu terus dibuka. Tauhid memperkirakan bahwa gejolak global berpotensi mendorong kenaikan harga pangan, terutama bagi komoditas yang masih sangat bergantung pada impor.

Tauhid menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat serta peningkatan biaya logistik akibat gangguan rantai pasok dan kenaikan risk premium turut memberikan tekanan pada harga komoditas pangan. “Iya pasti [harga pangan naik], kan sebagian misalnya ketika katakanlah kedelai impor, bawang putih, sebagian gula, beras tertentu. Kan harga dolar ini kan melemah begitu ya, dolar melemah. Apalagi yang biaya logistik, ya rantai pasok terganggu, kemudian juga risk premium naik dan sebagainya,” tuturnya.

Gangguan pada rantai pasok dan peningkatan biaya logistik, menurut Tauhid, akan langsung berdampak pada harga produk pangan, khususnya pada kontrak impor baru. Meskipun demikian, besaran potensi kenaikan harga pangan ini masih memerlukan perhitungan lebih lanjut.

Oleh karena itu, Indef menyarankan agar pemerintah kembali menegosiasikan sejumlah ketentuan tarif yang dinilai kurang menguntungkan bagi Indonesia. Tauhid mengusulkan agar pemerintah dapat mendorong penurunan tarif yang saat ini berlaku secara global, yaitu sebesar 15%. “Kalau bisa 10% itu bisa dibuka. Tetapi yang harus dibahas bersama adalah hambatan nontarif. Itu harus lebih detail dan sebagainya,” tutupnya.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Jenderal Ber-Makeup: Kontroversi Drama China dan Maskulinitas Prajurit
politik

Jenderal Ber-Makeup: Kontroversi Drama China dan Maskulinitas Prajurit

28 April 2026 - 23:59
Jumhur Hidayat: Menteri Lingkungan Baru Pengganti Hanif Faisol
politik

Jumhur Hidayat: Menteri Lingkungan Baru Pengganti Hanif Faisol

28 April 2026 - 22:13
Jakarta-Jeju Jalin Kemitraan Kota Kembar, Pramono: Tingkatkan Kolaborasi Global
politik

Jakarta-Jeju Jalin Kemitraan Kota Kembar, Pramono: Tingkatkan Kolaborasi Global

28 April 2026 - 17:46
Iran Sebut AS Cari Jalan ‘Selamatkan Muka’ dari Kekalahan Perang, Trump: Mereka Bisa Telepon Kapan Saja
politik

Iran Sebut AS Cari Jalan ‘Selamatkan Muka’ dari Kekalahan Perang, Trump: Mereka Bisa Telepon Kapan Saja

28 April 2026 - 03:06
Akhirnya Jokowi Hadir di Persidangan, Tunjukkan Ijazah Lengkap dari SD hingga S1
politik

Akhirnya Jokowi Hadir di Persidangan, Tunjukkan Ijazah Lengkap dari SD hingga S1

28 April 2026 - 01:19
Pezeshkian: Iran Takkan Berunding dengan Tekanan atau Ancaman
politik

Pezeshkian: Iran Takkan Berunding dengan Tekanan atau Ancaman

28 April 2026 - 00:26
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

26 April 2026 - 03:19
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Jadwal Shalat Sukabumi Hari Ini, Senin April 2026

Jadwal Shalat Sukabumi Hari Ini, Senin April 2026

29 April 2026 - 13:42
Posisi PSM Makassar Memburuk Setelah Kalah dari Borneo FC, Madura United dan Persijap Jepara Mulai Mendekat

Posisi PSM Makassar Memburuk Setelah Kalah dari Borneo FC, Madura United dan Persijap Jepara Mulai Mendekat

29 April 2026 - 13:22
Jadwal Shalat Bekasi Hari Ini, Senin April 2026

Jadwal Shalat Bekasi Hari Ini, Senin April 2026

29 April 2026 - 13:03
Jaga Stabilitas Daerah, Kepala Diskominfo Batam Ajak Publik Cermat Menyikapi Informasi

Jaga Stabilitas Daerah, Kepala Diskominfo Batam Ajak Publik Cermat Menyikapi Informasi

29 April 2026 - 13:00
Satgas MBG Batam Dorong Peningkatan Kualitas Program, Harus Berjalan Efektif dan Tepat Sasaran

Satgas MBG Batam Dorong Peningkatan Kualitas Program, Harus Berjalan Efektif dan Tepat Sasaran

29 April 2026 - 13:00

Pilihan Redaksi

Jadwal Shalat Sukabumi Hari Ini, Senin April 2026

Jadwal Shalat Sukabumi Hari Ini, Senin April 2026

29 April 2026 - 13:42
Posisi PSM Makassar Memburuk Setelah Kalah dari Borneo FC, Madura United dan Persijap Jepara Mulai Mendekat

Posisi PSM Makassar Memburuk Setelah Kalah dari Borneo FC, Madura United dan Persijap Jepara Mulai Mendekat

29 April 2026 - 13:22
Jadwal Shalat Bekasi Hari Ini, Senin April 2026

Jadwal Shalat Bekasi Hari Ini, Senin April 2026

29 April 2026 - 13:03
Jaga Stabilitas Daerah, Kepala Diskominfo Batam Ajak Publik Cermat Menyikapi Informasi

Jaga Stabilitas Daerah, Kepala Diskominfo Batam Ajak Publik Cermat Menyikapi Informasi

29 April 2026 - 13:00
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.