Upaya Penyelundupan Narkoba dalam Cumi Masak Berhasil Digagalkan di Lapas Sungailiat
Bangka – Sebuah modus penyelundupan narkotika yang tak lazim berhasil digagalkan oleh petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Minggu sore, 22 Maret 2026, sekitar pukul 16.20 WIB. Pelaku mencoba menyelundupkan narkoba jenis sabu dengan menyembunyikannya di dalam tiga potong cumi yang telah dimasak.
Dalam upaya mengelabui petugas, dua plastik bening berisi sabu ditemukan terselip di dalam perut cumi. Cumi tersebut kemudian ditutup kembali menggunakan lidi tusuk gigi agar terlihat seperti makanan biasa. Aksi nekat ini dilakukan oleh sepasang suami istri yang berniat memasukkan barang haram seberat total 20,48 gram tersebut ke dalam lapas melalui makanan yang dikemas dalam wadah berwarna ungu.
Namun, upaya penyelundupan ini terendus saat proses pemeriksaan di area Pengamanan Pintu Utama (P2U). Kecurigaan petugas terhadap barang titipan mendorong dilakukannya pemeriksaan yang lebih ketat dan menyeluruh.
Peran Penting Petugas P2U
Ketelitian dan kewaspadaan dua petugas P2U, Hamdani dan Saipul Badri, menjadi kunci utama terbongkarnya modus penyelundupan yang cerdik ini. Tanpa ragu, mereka langsung mengamankan barang bukti dan melaporkannya kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP).
Menanggapi laporan tersebut, Ka.KPLP Lapas Sungailiat, Bayu Rizky, bertindak cepat untuk mengamankan situasi. Ia segera berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka untuk penanganan lebih lanjut.
“Seluruh barang bukti beserta pihak terkait langsung diserahkan untuk proses hukum lanjutan,” ujar Bayu pada Senin, 23 Maret 2026.
Komitmen Lapas Sungailiat Melawan Narkoba
Bayu Rizky menegaskan bahwa Lapas Sungailiat tidak memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar sebuah penggagalan, melainkan sebuah bentuk perlawanan nyata terhadap upaya yang bertujuan merusak sistem pemasyarakatan.
“Kami berdiri di garis depan, memastikan lapas tetap bersih dari narkoba. Siapa pun yang mencoba, akan kami hadapi tanpa kompromi,” tegas Bayu.
Sikap sigap dan tegas yang ditunjukkan oleh jajaran pengamanan dalam insiden ini dinilai sebagai faktor krusial yang menentukan keberhasilan pengamanan. Di tengah berbagai modus penyelundupan yang semakin canggih, ketegasan aparat menjadi benteng utama dalam menjaga integritas lembaga pemasyarakatan.
Apresiasi dan Penguatan Pengawasan
Kepala Lapas Kelas IIB Sungailiat, Dadang Rais Saputro, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja jajaran pengamanan. Ia menilai bahwa mereka telah berhasil menunjukkan profesionalisme dan integritas yang patut diacungi jempol.
Keberhasilan ini, menurut Dadang, menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan di dalam lapas terus diperketat dan tidak memberikan celah bagi jaringan narkotika untuk beroperasi.
“Kami selaku bagian dari Lapas Sungailiat menegaskan komitmen untuk memberantas apapun jenis narkotika dan akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya,” pungkas Dadang.
Upaya penyelundupan yang terus berkembang menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh pihak. Lapas Sungailiat menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari pengaruh narkoba.



















