PEKANBARU (CO) – PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo) kembali mencatatkan pencapaian penting dalam upaya pemulihan aset negara. Hingga Maret 2026, perusahaan berhasil mengembalikan lahan seluas 223,05 hektare yang sebelumnya dikuasai secara ilegal oleh pihak ketiga. Pendekatan yang digunakan adalah persuasif dan humanis, sehingga tidak menimbulkan konflik.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa lahan tidak harus dilakukan dengan cara represif. PalmCo lebih memilih dialog terbuka, mediasi, serta komunikasi konstruktif dengan berbagai pihak guna mencapai kesepakatan bersama.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K Santosa, menegaskan bahwa setiap proses pemulihan aset dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta menghormati masyarakat di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, pendekatan tersebut terbukti efektif sekaligus mampu menjaga stabilitas sosial di lapangan.
Ia menekankan bahwa komunikasi dan pemahaman bersama menjadi kunci dalam setiap proses penyelesaian. Meskipun perusahaan berpegang pada jalur hukum sebagai dasar utama, ruang dialog tetap dibuka sebagai langkah awal untuk meredam potensi konflik.
Dalam pelaksanaannya, proses pemulihan aset dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi status legal lahan, sosialisasi kepada pihak yang menguasai, hingga negosiasi yang mengedepankan solusi. Pendekatan persuasif yang diterapkan dinilai mampu mempercepat proses pengembalian aset tanpa harus melalui tahapan hukum yang panjang.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PalmCo, Hilda Savitri, menjelaskan bahwa pendekatan humanis juga memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan operasional perusahaan. Menurutnya, proses yang berjalan kondusif memungkinkan perusahaan segera mengoptimalkan kembali lahan yang telah dipulihkan, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan kepastian bagi para pemangku kepentingan.
PalmCo memastikan seluruh langkah yang diambil tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku. Pendekatan persuasif yang digunakan tidak mengurangi ketegasan perusahaan dalam menjaga aset negara, melainkan menjadi strategi untuk mencapai hasil yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Perusahaan juga terus melibatkan masyarakat dan aparat setempat dalam setiap proses, sehingga pelaksanaan recovery berjalan transparan dan minim resistensi. Keberhasilan pemulihan lahan seluas 223,05 hektare ini menjadi bukti bahwa pendekatan non-konfrontatif mampu memberikan hasil nyata, tidak hanya dalam mengamankan aset negara tetapi juga menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat.
Ke depan, PalmCo berkomitmen untuk terus menerapkan strategi serupa dalam penyelesaian sengketa lahan, dengan mengombinasikan kepastian hukum dan pendekatan humanis demi menciptakan stabilitas serta keberlanjutan bisnis di sektor perkebunan.
Strategi Pemulihan Aset yang Efektif
Berikut beberapa strategi yang digunakan oleh PalmCo dalam pemulihan aset:
Identifikasi Legalitas Lahan
Tahap pertama adalah melakukan identifikasi terhadap status legal lahan yang dikuasai secara ilegal. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua tindakan yang dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.Sosialisasi kepada Pihak yang Menguasai
Setelah identifikasi selesai, pihak yang menguasai lahan diberikan sosialisasi tentang hak dan kewajiban mereka. Proses ini dilakukan dengan pendekatan yang ramah dan menjunjung rasa hormat.Negosiasi Berbasis Solusi
Dalam negosiasi, fokus utama adalah mencari solusi yang saling menguntungkan. Tujuannya adalah agar semua pihak dapat sepakat tanpa menimbulkan konflik.Keterlibatan Masyarakat dan Aparat
PalmCo melibatkan masyarakat dan aparat setempat dalam setiap proses pemulihan. Hal ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan mengurangi kemungkinan resistensi.
Keuntungan Pendekatan Humanis
Pendekatan humanis yang diterapkan oleh PalmCo memiliki beberapa manfaat, antara lain:
Meningkatkan Stabilitas Sosial
Dengan menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat, PalmCo mampu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk operasional perusahaan.Mempercepat Proses Pemulihan Aset
Pendekatan persuasif memungkinkan proses pemulihan berjalan lebih cepat tanpa harus melalui proses hukum yang rumit.Meningkatkan Produktivitas
Ketika lahan yang dipulihkan dapat segera dimanfaatkan, maka produktivitas perusahaan meningkat. Hal ini juga memberikan kepastian bagi para pemangku kepentingan.
Komitmen Masa Depan
PalmCo berkomitmen untuk terus menerapkan pendekatan yang sama dalam penyelesaian sengketa lahan. Dengan menggabungkan kepastian hukum dan pendekatan humanis, perusahaan berharap mampu menciptakan stabilitas dan keberlanjutan bisnis di sektor perkebunan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menangani isu lahan secara efektif dan berkelanjutan.




















