Proses Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Tim SAR Gabungan telah berhasil mengevakuasi 7 penumpang yang terjebak dalam gerbong KRL yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4). Dari jumlah tersebut, 2 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 5 lainnya berhasil diselamatkan. Selanjutnya, petugas masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kecelakaan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
“Saat ini kami masih menyisir area tersebut sampai nanti kami nyatakan klir baru kami update lagi,” kata Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetio, pada Selasa pagi (28/4).
Berdasarkan data sementara hingga pukul 07.30 WIB hari ini, jumlah korban tercatat sebanyak 92 orang. Rinciannya, 85 korban selamat dalam perawatan di rumah sakit serta beberapa korban sudah pulang ke rumah masing-masing karena hanya mengalami luka ringan. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 7 orang.
Pagi ini, Tim SAR Gabungan kembali berhasil mengevakuasi 7 korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang sempat terhimpit dalam gerbong KRL. Setelah berjam-jam terjebak, 5 korban berhasil dikeluarkan dalam keadaan selamat. Sementara 2 korban lainnya meninggal dunia.
Merujuk laporan terbaru yang disampaikan oleh Kantor SAR Jakarta, evakuasi korban kecelakaan tersebut berlangsung sejak Senin malam (27/4). Dengan berbagai cara yang dilakukan oleh petugas, proses evakuasi terus berlanjut sampai Selasa pagi (28/4).
”Personel Basarnas bersama Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta dengan mengutamakan kecepatan dan keselamatan,” ungkap Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari kepada awak media.
Berdasar laporan yang tercatat dari jam ke jam, Desiana mengungkapkan bahwa korban pertama berhasil dievakuasi pada pukul 02.42 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk diidentifikasi.
Pada pukul 04.17 WIB, seorang korban selamat atas nama Nurul (26) berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Proses evakuasi kemudian berlanjut sampai pada pukul 05.49 WIB petugas berhasil menyelamatkan korban atas nama Ata (30).
Kemudian pada pukul 05.59 WIB seorang korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah sakit. Tidak berselang lama, pada pukul 06.25 WIB tim berhasil menyelamatkan Mia (26) dan pada pukul 06.55 WIB korban selamat atas nama Siti Fatonah (47) berhasil dikeluarkan.
Tidak berhenti sampai di situ, evakuasi yang berlangsung lebih dari 10 jam kembali membuahkan hasil. Pada pukul 07.25 WIB, seorang korban selamat lainnya atas nama Endang Kuswati (40) juga berhasil dievakuasi dan segera mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa Kecelakaan Kereta yang Melibatkan KRL dan Kereta Api Jarak Jauh
Kecelakaan kereta yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB melibatkan KRL Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Aggrek. Akibatnya, sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan beberapa korban dilaporkan terhimpit di dalam gerbong akibat benturan keras. Tidak hanya itu, sejumlah korban dinyatakan meninggal dunia.
Untuk membantu proses evakuasi, Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, serta tim khusus Basarnas Special Group (BSG) mengerahkan 30 personel. Tim SAR Gabungan saat ini masih terus mengupayakan evakuasi korban yang terhimpit dengan menggunakan peralatan ekstrikasi guna mengeluarkan korban dari material kereta yang sudah ringsek.


















