Peringatan BMKG Mengenai Potensi Cuaca Ekstrem di Pangkalpinang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada masyarakat di Kota Pangkalpinang dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang. Peringatan ini dikeluarkan mengingat kondisi saat ini berada pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, yang sering kali memicu perubahan cuaca yang tidak terduga.
Bencana angin kencang yang melanda wilayah Pangkalpinang dan sekitarnya pada Sabtu (25/4/2026) lalu menjadi bukti bahwa potensi cuaca ekstrem masih sangat nyata. Bencana tersebut menyebabkan pohon tumbang dan atap rumah warga beterbangan, sehingga menimbulkan kerugian baik secara fisik maupun psikologis bagi masyarakat.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Annisa Nindi, menjelaskan bahwa potensi angin kencang masih dapat terjadi akibat pertumbuhan awan hujan yang cukup masif, khususnya awan jenis kumulonimbus. Awan ini bisa menghasilkan hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kondisi seperti ini umum terjadi pada masa peralihan musim.
Pada periode pancaroba, atmosfer cenderung labil, sehingga memicu perubahan cuaca yang cepat dan sulit diprediksi dalam jangka pendek. Cuaca bisa berubah sewaktu-waktu, dari cerah tiba-tiba menjadi hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang, banjir, atau kerusakan bangunan akibat terpaan angin.
Karena itu, masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Annisa menyarankan masyarakat untuk memahami informasi dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG. Jika ada potensi cuaca ekstrem, sebaiknya menunda aktivitas di luar rumah demi keselamatan.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan yang berpotensi roboh saat terjadi hujan disertai angin kencang dan petir. BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan pembaruan informasi secara berkala guna meminimalisasi dampak dari potensi cuaca ekstrem tersebut.
Dampak Cuaca Ekstrem di Wilayah Pangkalpinang
Sebelumnya, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (25/4/2026). Kerusakan bangunan dan pohon tumbang terjadi di sejumlah wilayah. Di Pangkalpinang, hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan kerusakan di berbagai titik. Puluhan rumah warga dilaporkan rusak, sementara pohon tumbang sempat mengganggu akses jalan.
BPBD Pangkalpinang mulai menerima laporan kerusakan sekitar pukul 10.43 WIB. Kerusakan didominasi pada bagian atap rumah. Pohon tumbang juga dilaporkan di sejumlah kawasan seperti Lontong Pancur, Air Itam, dan Pantai Pasir Padi, bahkan sempat menutup badan jalan dan mengenai jaringan listrik.
Selain permukiman, fasilitas umum turut terdampak. Tenda UMKM di Alun-alun Pangkalpinang rusak, sementara atap Tempat Pelelangan Ikan (TPI) beterbangan akibat terpaan angin.
Respons Darurat dan Bantuan untuk Warga
Di tengah situasi tersebut, Kapolresta Pangkalpinang, Kombes (Pol) Max Mariners, turun langsung ke lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan kepada warga. “Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak berjuang sendirian,” ujarnya.
Sementara itu, insiden di laut juga terjadi. Seorang nelayan, Agus Masmutas (60), sempat dilaporkan karam di perairan Karang Merah akibat cuaca buruk, namun berhasil ditemukan selamat oleh tim SAR gabungan.




















