Jakarta, 1 Januari 2026: Warga Memilih Olahraga dan Momen Spesial di Hari Pertama Tahun Baru
Hari pertama tahun baru, Kamis, 1 Januari 2026, menjadi momen yang dimanfaatkan sebagian besar warga Jakarta untuk mengisi waktu dengan aktivitas positif. Berbeda dengan hiruk pikuk perayaan malam pergantian tahun, pagi itu jalanan ibu kota justru dipenuhi oleh semangat olahraga dan keinginan untuk mengabadikan momen-momen perdana di tahun yang baru.
Di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang biasanya ramai dengan lalu lintas padat, suasana pagi itu terasa berbeda. Sejak pukul 05.40 WIB, belasan warga telah memulai aktivitas lari pagi. Meskipun jalan raya tidak ditutup sepenuhnya untuk lalu lintas, minimnya kendaraan yang melintas memberikan ruang yang cukup leluasa bagi para pelari untuk menikmati aktivitas mereka. Bahkan, kondisi ruas jalan yang belum sepenuhnya rapi akibat proyek pembangunan pun tidak menyurutkan semangat mereka. Warga terlihat berlari baik secara individu maupun dalam kelompok kecil.
Seiring pergerakan menuju kawasan Sarinah dan berlanjut ke Bundaran HI, jumlah warga yang berolahraga semakin bertambah. Fenomena ini tidak hanya didominasi oleh kaum muda, tetapi juga terlihat adanya partisipasi dari para lansia yang memilih untuk melakukan jalan santai. Puluhan warga yang sedang berolahraga ini berbagi ruang dengan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) dan kru sound system yang masih sibuk merapikan sisa-sisa perayaan malam tahun baru di sekitar Bundaran HI.
Menariknya, beberapa warga bahkan memanfaatkan momen ini untuk berinteraksi secara daring. Seorang pria terlihat melakukan siaran langsung di media sosial sembari berlari melintasi Bundaran HI, menyapa warganet dengan ucapan selamat pagi dan mengenalkan momen 1 Januari 2026.
Resolusi Tahun Baru dalam Bentuk Aktivitas Fisik
Bagi sebagian orang, olahraga di hari pertama tahun baru bukan sekadar mengisi waktu libur, melainkan sebuah bentuk komitmen terhadap resolusi tahunan. Michael (23), salah seorang warga yang turut serta dalam lari pagi di Jalan MH Thamrin, mengungkapkan bahwa ia telah berjanji dengan rekan-rekan kantornya untuk memulai tahun baru dengan berolahraga. Michael dan teman-temannya sedang menikmati staycation di kawasan Thamrin, dan memilih berbagai aktivitas fisik seperti lari dan bermain padel.
“Saya memilih lari karena sudah menjadi kebiasaan pagi saya,” ujar Michael. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa olahraga di awal tahun baru baginya adalah cara untuk memberikan afirmasi positif. Meskipun ia mengakui terkadang tidak selalu memulai kebiasaan lari pagi tepat pada tanggal 1 Januari, Michael menekankan pentingnya inisiasi di awal tahun sebagai bentuk komitmen. “Yang penting dibiasakan di awal tahun untuk afirmasi positif agar bisa lancar terus berolahraga selama satu tahun,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Dinda (19) dan Ayu (19), warga Tanah Abang. Mereka berlari pagi tidak hanya untuk mengisi hari libur, tetapi juga untuk mengumpulkan konten media sosial yang berkaitan dengan resolusi tahun baru mereka. Ayu mengaku bahwa ia bukanlah individu yang rutin berolahraga, dan biasanya hanya sesekali mengunjungi acara car free day di akhir pekan.
“Tahun kemarin ke car free day malah beberapa kali saja. Siapa tahu dengan olahraga di tahun baru kita bisa lebih rutin nantinya,” harap Ayu. Dinda menambahkan, “Biasanya kalau di awal-awal tahun kita masih semangat, semoga semangat terus olahraga tahun ini.”
Mengejar Momen Spesial: Berburu Foto Perdana di Bundaran HI
Di sisi lain, ada pula warga yang memanfaatkan hari pertama tahun baru untuk mengabadikan momen spesial. Irwan (54) dan istrinya, Siti (50), warga Jalan Gajahmada, Jakarta Pusat, bangun lebih awal dengan tujuan utama berburu foto di Bundaran HI. Mereka memilih untuk berjalan kaki menuju halte Transjakarta terdekat dan melanjutkan perjalanan dengan bus hingga halte Bundaran HI.
Setibanya di lokasi, keduanya segera naik ke lantai dua halte untuk mendapatkan sudut pandang terbaik guna berfoto. Namun, upaya mereka untuk mengabadikan momen hari pertama tahun baru dengan latar belakang monumen Selamat Datang tidak berjalan mulus. Hingga pukul 06.30 WIB, masih terdapat sisa panggung yang belum dibongkar di sekitar area Bundaran HI.
“Tadi naik bus Transjakarta ke sini. Kebetulan kan dekat ya. Kami datang pagi-pagi mau foto di tempat yang kelihatan Bundaran HI. Ternyata masih ada panggung,” tutur Irwan. Ia menambahkan, “Jadi di belakang foto terlihat ada panggung kosong, baru Bundaran HI-nya. Tapi tidak apa-apa, hitung-hitung sekalian olahraga untuk lansia di tahun baru.”
Meskipun tidak mendapatkan hasil foto persis seperti yang diharapkan, Irwan dan Siti tetap berupaya mencari sudut pengambilan gambar lain, memanfaatkan kawasan Bundaran HI dengan latar belakang Plaza Indonesia. Meski demikian, mereka tetap merasa senang karena berhasil bangun pagi dan tetap produktif di hari pertama tahun baru. “Tetap senang karena tadi jalan kaki ke halte, naik bus, naik ke lantai 2 halte sini. Hari pertama tahun baru harus produktif,” ujar Siti dengan senyum.
Kegiatan berburu foto ini juga turut diikuti oleh kelompok lansia yang sedang menikmati staycation di sekitar Bundaran HI. Leni (67) dan rekan-rekannya kompak mengenakan atasan berwarna putih untuk sesi foto bersama di lantai dua halte Bundaran HI. Mereka terlihat mengantre bersama dengan anak-anak muda dan keluarga lainnya, semuanya memiliki tujuan yang sama untuk berfoto dengan latar belakang air mancur dan monumen Selamat Datang.
“Enggak hanya anak muda yang staycation, oma-oma juga. Dan kami mau foto bareng-bareng, juga foto sendiri-sendiri nanti. Buat mensyukuri tahun baru kami masih sehat,” ungkap Leni, merefleksikan rasa syukur atas kesehatan yang masih diberikan di usia senja.
Hari pertama tahun baru di Jakarta pada 1 Januari 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa warga ibu kota memiliki berbagai cara untuk memulai tahun dengan semangat baru, baik melalui aktivitas fisik yang menyehatkan maupun dengan mengabadikan momen-momen berharga sebagai penanda dimulainya perjalanan di tahun yang baru.



















