Dua Mantan Jenderal TNI Mendukung Seskab Teddy Indra Wijaya
Dalam konteks perdebatan terkait pernyataan politisi Partai Ummat, Amien Rais, dua mantan jenderal TNI memberikan dukungan kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Mereka adalah mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono dan Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jnederal (Purn) Dudung Abdurachman.
Kedua tokoh tersebut menyatakan bahwa penilaian terhadap Teddy harus dilakukan secara proporsional dan profesional, bukan secara emosional. Mereka juga menolak tudingan bahwa Teddy memiliki hubungan dekat dengan Prabowo Subianto yang dikaitkan dengan moral.
Pernyataan AM Hendropriyono
AM Hendropriyono mengungkapkan bahwa Letkol Teddy adalah seorang perwira aktif yang bekerja dalam sistem, bukan seorang figur politik bebas. Ia menekankan bahwa penilaian terhadap Teddy harus dilakukan secara objektif.
“Kita semua, termasuk para tokoh senior dari bangsa ini ya, saya dan teman-teman yang tua-tua ini memiliki tanggung jawab moral untuk memberi teladan dalam berbahasa dan bersikap di dalam ruang publik,” ujarnya dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
Hendropriyono juga menyampaikan bahwa kualitas seorang negarawan tidak diukur dari kerasnya kata-kata, melainkan kemampuannya menjaga martabat orang lain. Ia menilai bahwa kritik yang diberikan oleh masyarakat harus tetap menjaga adab dan etika.
“Bentar ya, bahkan ketika berbeda pandangan, seorang prajurit seperti Teddy ya tidak bisa membalas tentu saja. Justru karena itulah publiklah yang harus menjaga agar kritik tidak berubah menjadi suatu ketidakadilan.”
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai moral yang dianut oleh bangsa Indonesia berasal dari ajaran para pendahulu dan pendiri bangsa. “Bangsa Indonesia asli mendirikan bangsa ini, bangsa ini berazas kekeluargaan. Jadi kita jangan sampai kita itu membunuh karakter dari anak kita sendiri.”
Pernyataan Dudung Abdurachman
Dudung Abdurachman juga menyatakan dukungan terhadap integritas Teddy. Ia menegaskan bahwa Teddy adalah sosok yang sopan dan memiliki kualitas yang baik. Menurutnya, tuduhan yang disampaikan oleh Amien Rais sangat jauh dari fakta.
“Kemudian kalau ada tuduhan-tuduhan itu kan fitnah. Katanya dia bisa dikatakan sangat dekat dengan agama, tapi pernyataan-pernyataannya menurut saya itu tidak benar dan bahkan memprovokasi,” ujarnya saat ditemui di Kantor KSP, Jakarta Pusat.
Dudung juga mengimbau agar para tokoh bangsa lebih fokus pada upaya menjaga stabilitas nasional daripada menyebarkan narasi yang memicu perpecahan. Terlebih, saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan global di bidang ekonomi dan hukum.
Pernyataan Amien Rais
Amien Rais memberikan respons terkait rencana pelaporan terhadap dirinya. Ia menegaskan bahwa pernyataannya adalah haknya sebagai warga negara untuk bebas mengemukakan pendapat. Ia menilai bahwa demokrasi akan berjalan baik jika kebebasan mengemukakan pendapat tidak dibatasi.
“Saya diberitahu ahli-ahli hukum itu, Komdigi tidak berhak (melaporkan). Jadi yang berhak itu, Si Teddy, nah baru itu bisa dibawa ke pengadilan,” katanya.
Amien juga menyampaikan bahwa ia hanya menyinggung tentang kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Seskab Teddy. Ia menilai bahwa Teddy telah melampaui wewenangnya sebagai Seskab karena justru menghambat menteri yang ingin bertemu dengan Prabowo.
“[Saya] nggak menyebut nama tapi saya punya teman menteri, Menko. Dia bilang kepada saya ‘Mas Amien, saya kadang-kadang mau ketemu Presiden nggak bisa karena kata Teddy tidak ada waktu atau belum ada waktu. Padahal, Pak Prabowo ada,” ujarnya.



















