Kematian Anggota BPK RI Akibat Kebakaran di Rumah Pribadinya
Korban meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di rumah pribadinya di kawasan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Korban adalah Haerul Saleh, anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.
Polisi telah memastikan bahwa penyebab kematian korban adalah kebakaran dan tidak ada faktor lain yang menyebabkan kematian tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Bahwa benar penyebab korban meninggal dunia karena kebakaran dan bukan karena sebab lain,” ujar Joko, Selasa (12/5/2026). Ia menjelaskan bahwa polisi bersama tim Inafis dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah melakukan olah TKP untuk mencari penyebab pasti kebakaran tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga menjadi pemicu kebakaran di rumah korban. “Telah dilakukan olah TKP penyelidik bersama Inafis serta Puslabfor Mabes Polri. Dari olah TKP ditemukan barang-barang yang diduga menjadi pemicu terjadinya kebakaran,” ungkap Joko.
Barang bukti yang ditemukan di lokasi kini telah dibawa ke Puslabfor Bareskrim Polri untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.
Kronologi Kebakaran
Sebelumnya, penjaga rumah bernama Arpen menceritakan detik-detik kronologi kebakaran tersebut. Ia mengatakan, ketika itu Haerul tengah berada di ruang kerjanya di lantai empat. Di lokasi inilah jenazah korban ditemukan.
Menurut Arpen, ada empat asisten rumah tangga (ART) yang juga berada di lantai empat rumah. Dua di antaranya berteriak meminta pertolongan. “Mereka di atas berempat, Alo sama Anto tadi teriak. Teriak minta tolong. Turun ke bawah,” kata Arpen di lokasi.
Saat itu Arpen sempat bertanya tentang keberadaan Haerul kepada tiga ART. Ketiganya pun menjawab bahwa korban masih terjebak di ruang kerjanya. Arpen sempat berniat untuk naik ke lantai empat dan menolong korban. Namun, api sudah terlanjur membesar.
“Mereka sambil teriak. Nah saya kirain bapak sudah ikut keluar ternyata bapak belum ikut keluar. Kita mau bantuin bapak, tapi api sudah besar,” ungkap Arpen.
Ia mengaku belum mengetahui penyebab korban terjebak di ruang kerjanya. “Nah untuk lagi kerja atau lagi istirahat saya kurang paham, karena kan saya di depan, di bawah sini,” ujar Arpen.
Proses Penyelidikan dan Investigasi
Tim penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan terus melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti-bukti untuk menentukan penyebab pasti kebakaran tersebut. Hasil olah TKP akan menjadi dasar dalam penyelidikan selanjutnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga sedang melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk keluarga korban dan saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian. Proses investigasi ini dilakukan guna memastikan bahwa semua prosedur hukum dan standar keselamatan telah dipenuhi.


















