Bencana Tanah Longsor di Desa Sukamaju Akibat Hujan Deras
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, pada Senin (11/5/2026) malam, memicu bencana tanah longsor di dua dusun Desa Sukamaju. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB dan menyebabkan sejumlah rumah terdampak, saluran irigasi tertutup material longsor, hingga warga harus mengungsi demi keselamatan.
Camat Cihaurbeuti, Hj. Enok Kursilah, menjelaskan bahwa longsor terjadi di Dusun Sukamaju dan Dusun Cibulakan akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama. Ia menyampaikan bahwa di Dusun Sukamaju, tebing setinggi sekitar 30 meter dengan lebar 29 meter longsor dan membawa material serta pohon bambu hingga menutupi saluran irigasi Gintung Satu. Satu rumah warga juga terancam oleh longsoran tersebut.
Lokasi pertama longsor berada di RT 007, RW 03 Dusun Sukamaju. Sementara titik longsor kedua terjadi di RT 02, RW 01 Dusun Cibulakan. Di lokasi kedua, tanggul saluran irigasi Depok dilaporkan jebol dan longsor hingga menyebabkan dua rumah tertimbun material tanah serta empat rumah lainnya terdampak.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, warga terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga yang dianggap lebih aman. Untuk sementara, satu KK dari Dusun Sukamaju dan enam KK dari Dusun Cibulakan mengungsi demi keamanan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyebutkan bahwa pihaknya bersama unsur terkait langsung melakukan asesmen dan pengamanan lokasi setelah menerima laporan kejadian. Petugas bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, TKSK, dan masyarakat melakukan penanganan awal serta pendataan dampak bencana.
Saat ini warga membutuhkan bantuan logistik, terpal, karung, makanan siap saji, serta bantuan pembersihan material longsor di lokasi terdampak. BPBD Ciamis mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis.
Penyebab dan Dampak Bencana
Bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Cihaurbeuti disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Hujan deras ini membuat tanah menjadi tidak stabil dan mudah longsor, terutama di daerah dengan lereng curam. Dampaknya tidak hanya terasa pada infrastruktur seperti saluran irigasi, tetapi juga pada kehidupan masyarakat sekitar.
Beberapa titik longsor tercatat di Dusun Sukamaju dan Dusun Cibulakan. Di Dusun Sukamaju, longsoran tebing mencapai ketinggian sekitar 30 meter dan lebar 29 meter. Material longsoran ini menutupi saluran irigasi Gintung Satu dan mengancam satu rumah warga. Di Dusun Cibulakan, longsor menyebabkan tanggul saluran irigasi Depok jebol, sehingga dua rumah tertimbun material tanah dan empat rumah lainnya terdampak.
Respons Darurat dan Bantuan yang Dibutuhkan
Setelah kejadian, pihak BPBD Kabupaten Ciamis bersama instansi terkait segera melakukan tindakan darurat. Mereka melakukan asesmen lokasi, pengamanan, dan pendataan dampak bencana. Selain itu, petugas juga bekerja sama dengan pemerintah kecamatan, desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, dan masyarakat untuk memberikan bantuan awal.
Warga terdampak saat ini membutuhkan bantuan logistik seperti terpal, karung, dan makanan siap saji. Selain itu, diperlukan tenaga untuk membersihkan material longsor yang menutupi saluran irigasi dan jalan-jalan umum.
Imbauan untuk Masyarakat
BPBD Ciamis mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Cuaca ekstrem masih bisa terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis, sehingga masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mengambil langkah pencegahan jika diperlukan.
Langkah Pemulihan dan Pemantauan
Selain bantuan darurat, pihak BPBD juga akan terus memantau situasi di lokasi bencana. Mereka akan melakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur yang rusak, serta memberikan dukungan kepada warga terdampak agar dapat segera pulih dan kembali beraktivitas normal.


















