Luka Berulang: Adik Ammar Zoni Ungkap Alasan Sang Kakak Terjerat Narkoba Lagi
Ammar Zoni kembali menghadapi jerat hukum akibat penyalahgunaan narkoba, menandai kali ketiga dirinya tersandung kasus serupa. Di tengah sorotan publik dan kekecewaan keluarga, sang adik, Aditya Zoni, akhirnya buka suara mengenai akar permasalahan yang diduga menjerat kakaknya. Pengakuan mengejutkan datang dari Ammar sendiri, yang diungkapkan kepada Aditya, bahwa ia merasakan adanya kondisi kesehatan mental yang membutuhkan bantuan profesional.
“Dia sakit, dia bilang ‘gua sakit, gua butuh dokter’,” ungkap Aditya Zoni, merujuk pada pengakuan Ammar yang merasa membutuhkan pertolongan dari tenaga medis, khususnya psikiater. Pernyataan ini dilontarkan Aditya dalam sebuah wawancara yang tayang di kanal YouTube Melaney Ricardo. Ia menjelaskan bahwa Ammar tidak hanya mengakui rasa sakitnya, tetapi juga mengakui adanya ketergantungan yang begitu berat terhadap narkoba.
Perjuangan Keluarga dan Proses Rehabilitasi yang Berulang
Kondisi ketergantungan Ammar yang semakin parah membuat keluarga tak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan untuk membantunya lepas dari jerat narkoba. Aditya membeberkan bahwa Ammar telah menjalani proses rehabilitasi sebanyak dua kali sebelumnya.
- Rehabilitasi Pertama (2017): Ammar menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur.
- Rehabilitasi Kedua (Tahun Tidak Disebutkan Secara Spesifik): Ia juga pernah menjalani rehabilitasi di Natura, sebuah pusat rehabilitasi yang dikenal.
- Rehabilitasi Ketiga (2023): Kejadian terbaru kembali mengharuskan Ammar menjalani proses rehabilitasi.
Meskipun telah melalui berbagai tahapan pemulihan, sayangnya, Ammar kembali terjerumus dalam lubang yang sama. Aditya menyiratkan bahwa kali ini, Ammar mungkin akan menghadapi konsekuensi hukum yang lebih berat, termasuk kemungkinan besar menjalani hukuman penjara. “Nah yang ketiga kalinya nih, mungkin enggak gimana-gimana ya penjara,” ujarnya dengan nada pasrah.
Kekecewaan Mendalam di Momen Krusial
Situasi yang kembali terulang ini tentu saja membawa luka mendalam bagi keluarga Zoni. Aditya tak dapat menyembunyikan rasa kecewa yang begitu besar. Kekecewaan ini semakin terasa pedih mengingat peristiwa tersebut terjadi di momen yang sangat sensitif dan penting bagi keluarga.
Pada saat Ammar kembali terjerat kasus narkoba, ayah mereka sedang dalam kondisi sakit keras. Kehadiran dan dukungan keluarga sangat dibutuhkan, namun Ammar justru kembali membuat ulah yang menambah beban emosional keluarga.
“Kita sudah sangat-sangat kecewa sekali. Apalagi yang ketiga adalah momen terakhir kali bersama Bapak. Tapi dia ngelakuin kebodohan itu lagi, jadi ya itu sih yang buat kecewa banget,” tutur Aditya dengan suara bergetar, menggambarkan betapa beratnya kenyataan yang harus dihadapi keluarga.
Pengakuan Aditya ini membuka tabir mengenai kompleksitas masalah yang dihadapi Ammar Zoni. Bukan sekadar tindakan indisipliner, melainkan sebuah perjuangan melawan ketergantungan yang diduga berakar dari masalah kesehatan mental. Kisah ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan jiwa dan dukungan berkelanjutan bagi individu yang berjuang melawan kecanduan.



















