
Putri dari Ahmad Dhani, Shafeaa Ahmad, kini menjadi target dari berbagai komentar negatif dan perundungan yang muncul di media sosial. Hal ini terjadi setelah ayahnya kembali membuka kembali masa lalu hubungannya dengan Maia Estianty. Sebagai seorang ayah, Ahmad Dhani berusaha memberikan pemahaman kepada putrinya agar bisa menghadapi berbagai bentuk komentar yang tidak menyenangkan tersebut.
Sebagai bagian dari keluarga yang dikenal publik, Shafeea tidak dapat terlepas dari perhatian masyarakat, termasuk komentar-komentar yang bersifat merendahkan. Ahmad Dhani menyadari bahwa sebagai anak dari figur publik, Shafeea akan selalu menjadi sorotan, baik itu dalam bentuk pujian maupun kritik. Ia menjelaskan bahwa netizen memiliki berbagai karakter dan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda.
“Ya, saya selalu memberi pemahaman bahwa netizen itu beragam. Ada yang beradab, ada juga yang tidak punya adab,” ujar Ahmad Dhani saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Dhani menilai bahwa perilaku netizen mencerminkan tingkat pendidikan mereka. Ia menegaskan bahwa di tengah masyarakat Indonesia yang sangat beragam, komentar negatif seperti ini adalah hal yang lumrah.
“Ada yang memiliki pendidikan yang baik, ada juga yang pendidikannya jelek. Jadi kita harus memaklumi jika ada netizen yang pendidikannya rendah, adabnya kurang, atau bahkan jahat karena ada orang-orang yang benar-benar jahat,” tutur Dhani.
Menurutnya, tingkat kecerdasan rata-rata netizen di Indonesia juga menjadi salah satu penyebab banyaknya komentar negatif yang muncul. Ia menyadari bahwa dirinya tidak bisa sepenuhnya mengontrol komentar-komentar tersebut agar sesuai dengan harapan.
“Kita tidak bisa membuat netizen menjadi ber-IQ normal. Seperti yang kita tahu, rating IQ di Indonesia agak ke bawah, jadi kita harus maklum,” tegas Dhani.

Untuk menjaga kondisi psikologis Shafeea, Dhani sempat mengirimkan pesan singkat kepada putrinya. Dalam pesan tersebut, ia memberikan nasihat agar Shafeea tidak perlu terlalu memikirkan komentar dari orang-orang yang dinilainya memiliki kecerdasan di bawah rata-rata.
“Kamu tahu Ayah barusan (kemarin) jumpa pers semua kebenaran untuk yang IQ-nya kelas di atas 90. Jadi kebenaran itu hanya untuk IQ kelas di atas 90. Kamu tidak usah peduli sama yang dungu,” kata Dhani membacakan isi pesannya untuk Shafeea.
Ia menambahkan: “What doesn’t kill you make you stronger.”
Dhani menekankan bahwa prinsip tersebut telah menjadi pegangan hidupnya selama puluhan tahun berkarier di industri hiburan. Ia berharap Shafeea bisa memegang prinsip tersebut.
“Seperti kita tahu, sejak 20 tahun yang lalu kan karakter saya terus-menerus dijatuhkan, tapi saya tidak mati-mati. Akhirnya menjadi lebih kuat,” tutup Dhani.



















