An Se-young Kembali Dominasi Tunggal Putri Dunia, Wang Zhi Yi Kembali Tak Berdaya di Final Malaysia Open 2026
Korea Selatan kembali menunjukkan taringnya di kancah bulu tangkis dunia, khususnya di sektor tunggal putri. An Se-young, pemain nomor satu dunia, tampaknya sulit dibendung. Dominasinya semakin nyata terlihat ketika bahkan rekan senegaranya yang berada di peringkat kedua pun kesulitan untuk menaklukkannya. An Se-young memulai tahun 2026 dengan performa gemilang, meraih gelar juara Malaysia Open 2026. Dalam pertandingan final yang sengit, pemain andalan Korea Selatan ini kembali memberikan kekalahan pahit bagi rival terdekatnya di peringkat dunia, Wang Zhi Yi dari Tiongkok.
Pertandingan yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (11/1/2026) itu berakhir dengan skor 21-15, 24-22 untuk kemenangan An Se-young. Kemenangan ini semakin menegaskan superioritas An atas Wang Zhi Yi. Tercatat, An Se-young telah memenangkan sembilan pertandingan terakhir melawan Wang Zhi Yi secara berturut-turut, dimulai sejak Malaysia Open 2025 hingga gelaran yang baru saja usai.
Tren Kekalahan Wang Zhi Yi di Laga Puncak
Menariknya, kesembilan pertemuan puncak antara kedua pemain ini semuanya terjadi di partai final, baik dalam turnamen individu maupun ajang beregu bergengsi seperti Piala Sudirman. Sejak awal tahun 2025, Wang Zhi Yi seolah telah menjadi ‘deputi’ tetap bagi An Se-young di setiap final. Namun, malang bagi tunggal putri andalan Tiongkok itu, ia belum mampu mengulang kembali kemenangan atas An sejak terakhir kali terjadi di BWF World Tour Finals 2024.
Pada pertemuan terakhir sebelum Malaysia Open 2026, yaitu di BWF World Tour Finals 2024, Wang Zhi Yi berhasil mengalahkan An Se-young di babak semifinal dengan skor 21-17, 21-14. Kekalahan tersebut sempat memberikan harapan bagi Wang untuk kembali menantang dominasi An. Namun, di Malaysia Open 2026, cerita kembali berulang. Wang kembali tidak mampu memanfaatkan keunggulan yang sudah ia bangun di lapangan, sehingga An Se-young mampu mengejar dan membalikkan keadaan.
Comeback Dramatis An Se-young di Gim Kedua
Di gim kedua final Malaysia Open 2026, Wang Zhi Yi sempat menunjukkan performa yang menjanjikan. Ia berhasil memimpin cukup jauh atas An Se-young dengan skor 17-9, dan kemudian 19-14. Keunggulan delapan poin ini seharusnya menjadi modal yang kuat untuk mengamankan gim kedua. Namun, An Se-young menunjukkan mental juara yang luar biasa. Dengan serangkaian pukulan akurat dan permainan yang tak kenal lelah, ia berhasil mencetak lima poin beruntun untuk menyamakan kedudukan.
Wang Zhi Yi sempat berjuang keras dan memiliki tiga kali kesempatan untuk meraih game point. Namun, momentum berharga tersebut berhasil digagalkan oleh An Se-young. Kegigihan An dalam mengejar ketertinggalan akhirnya membuahkan hasil.
Menanggapi performa luar biasanya saat tertinggal delapan poin, An Se-young mengungkapkan pendekatannya. “Saya mencoba untuk rileks dan menenangkan diri,” ujarnya. “Tanpa sadar, tiba-tiba saya unggul. Dari situ, saya terus maju dengan lebih percaya diri. Ini awal yang baik untuk tahun ini. Saya sangat senang.”
Perasaan Familiar dan Fokus An Se-young
An Se-young mengakui bahwa ia merasakan keraguan yang familiar dari sang juara Asia dua kali tersebut. Pengalaman serupa pernah ia alami saat menggagalkan keunggulan jauh Wang Zhi Yi di final Denmark Open 2025. Kala itu, Wang sempat unggul delapan poin dengan skor 18-10 di gim kedua, namun akhirnya kalah dengan skor 5-21, 22-24.
“Ketika momen itu datang, entah bagaimana kepercayaan diri membuncah di dalam diri saya,” kata An Se-young, merujuk pada kemampuannya bangkit dari ketertinggalan.
Dengan pencapaian luar biasa meraih 11 gelar dalam setahun pada tahun lalu, An menegaskan bahwa ia tidak terpaku pada angka atau target pencapaian tertentu. “Tahun ini, saya akan memberikan segalanya untuk musim yang baik lagi. Saya tidak akan memikirkan rekor. Fokusnya akan pada setiap turnamen,” ucapnya, menunjukkan fokusnya pada proses dan performa di setiap pertandingan.
Penghargaan dan Apresiasi untuk Rival
Di luar lapangan, An Se-young menunjukkan sikap sportifitas dan rasa hormat yang tinggi terhadap Wang Zhi Yi. Melalui unggahan di akun Instagramnya, An menyampaikan rasa terima kasihnya. Menurut An, Wang Zhi Yi adalah sosok yang menjadi pendorong baginya untuk terus berkembang dan menampilkan performa terbaiknya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Wang Zhi Yi, yang selalu mendorong saya hingga batas kemampuan dan membantu saya menampilkan performa terbaik,” tulis An.
“Saya sangat menghormati semangat juangnya dan saya menantikan pertandingan-pertandingan mendatang bersama dia.”
Terima Kasih untuk Suporter
Sebagai juara Olimpiade, An Se-young juga tidak lupa menyampaikan apresiasinya kepada para penggemar yang hadir di Axiata Arena. Kemenangan di Malaysia Open 2026 ini menandai hattrick juara baginya di turnamen tersebut.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para penggemar. Dengan tulus, terima kasih,” ujar An Se-young.
“Sorakan para penggemar Malaysia di stadion menjadi kekuatan besar yang memungkinkan saya terus bermain. Saya tidak bisa melakukannya tanpa dukungan Anda dan tim saya.”
“Ini adalah awalan yang hebat untuk 2026 dan masih ada lebih banyak lagi ke depannya. Saya sangat bersemangat!” tambahnya, mengakhiri pernyataannya dengan antusiasme untuk turnamen-turnamen selanjutnya.



















