Tragedi Kebakaran di Palembang: Satu Bocah Meninggal, Dua Terluka Bakar
Palembang – Dini hari yang mencekam terjadi di Jalan KI Anwar Mangku, Kelurahan Sentosa, Kecamatan SU II, Plaju, Palembang. Sebuah insiden kebakaran hebat yang melanda sebuah rumah pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 01.30 WIB, merenggut nyawa seorang balita dan melukai dua orang lainnya. Korban yang meninggal dunia adalah seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dengan inisial N. Sementara itu, dua korban lainnya yang selamat mengalami luka bakar dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Pertamina untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa nahas ini terjadi di rumah milik Sugeng (50). Kronologi awal kebakaran terungkap melalui kesaksian M Redo (27), keponakan pemilik rumah. Saat kejadian, Redo mengaku sedang berada di dalam kamar ketika tiba-tiba terdengar suara ledakan yang berasal dari rumah pamannya.
“Awalnya saya sedang berada di kamar. Tiba-tiba saya mendengar suara ledakan dari rumah depan milik paman saya,” ujar Redo.
Seketika, rasa panik menyelimuti Redo. Ia segera berlari keluar rumah dan mendapati api telah membesar melahap bagian depan rumah pamannya. Tanpa pikir panjang, Redo berteriak meminta tolong kepada keluarga lain dan para tetangga di sekitarnya.
“Saya langsung keluar rumah, pak. Panik saya langsung berteriak minta tolong dengan keluarga dan tetangga,” tuturnya.
Dengan peralatan seadanya yang dimiliki warga, Redo bersama keluarga dan tetangga bahu-membahu berusaha memadamkan api. Mereka menggunakan air yang ada di bak di samping rumah korban. Berkat kerja sama tim yang sigap, api akhirnya berhasil dijinakkan.
“Api berhasil dipadamkan, pak, dibantu keluarga dan tetangga,” ucapnya lega, meskipun suasana masih diliputi duka.
Setelah api berhasil dipadamkan, Redo dan warga lainnya segera memasuki rumah yang dipenuhi asap tebal untuk memeriksa kondisi penghuni. Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati Sugeng dan Sanaria (27) tergeletak di lantai dua dengan luka bakar yang cukup serius. Tragisnya, di antara mereka, N, bocah berusia tiga tahun, ditemukan telah meninggal dunia.
Ketiga korban, yang satu meninggal dan dua mengalami luka bakar, segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Penyelidikan Awal dan Dugaan Penyebab Kebakaran
Pihak kepolisian sektor SU II Palembang, melalui Kapolsek Kompol Dedy Ardiansyah, membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Setelah menerima laporan, tim piket fungsi, reskrim Polsek SU II, dan SPKT serta Inafis Polrestabes Palembang segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas melakukan evakuasi korban, olah TKP, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi mata.
Dugaan sementara mengenai penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik. “Dugaan sementara karena adanya korsleting arus pendek di stop kontak lantai 1,” jelas Kompol Dedy Ardiansyah. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti dari kebakaran yang merenggut nyawa dan menimbulkan kerugian ini. TKP pun telah dipasangi garis polisi untuk keperluan investigasi lebih lanjut.
Akibat peristiwa tragis ini, satu anak berusia tiga tahun harus kehilangan nyawanya, sementara dua korban lainnya masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Pertamina. Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap seluruh kronologi dan penyebab kebakaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di musim yang rentan.
Dampak dan Tindakan Pasca-Kebakaran
Insiden kebakaran ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil yang signifikan, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban. Kehilangan seorang anak dalam usia yang masih sangat belia menjadi pukulan berat. Dua korban luka bakar juga harus menjalani proses pemulihan yang tidak mudah.
Pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban, baik dalam bentuk moril maupun materiil. Bantuan pemulihan pasca-bencana, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara jika rumah korban tidak dapat dihuni, serta bantuan biaya pengobatan, akan sangat berarti bagi mereka yang terdampak.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan keselamatan kebakaran di lingkungan permukiman. Beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil antara lain:
- Pemeriksaan Rutin Instalasi Listrik: Memastikan seluruh instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan aman, serta mengganti kabel yang sudah tua atau rusak.
- Perawatan Peralatan Elektronik: Tidak meninggalkan peralatan elektronik dalam keadaan menyala tanpa pengawasan, terutama saat tidur atau meninggalkan rumah.
- Penyimpanan Bahan Mudah Terbakar: Menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti gas LPG atau cairan pembersih, di tempat yang aman dan jauh dari sumber panas.
- Kesiapsiagaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR): Memiliki APAR di rumah dan mengetahui cara penggunaannya dapat sangat membantu dalam memadamkan api kecil sebelum membesar.
- Edukasi Keselamatan Kebakaran: Mengedukasi seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak, mengenai bahaya kebakaran dan tindakan yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran.
Dengan kesadaran dan tindakan pencegahan yang tepat, diharapkan musibah kebakaran yang mengerikan seperti yang terjadi di Plaju, Palembang, dapat diminimalisir.




















