Banjir Terjang Jalan Pahlawan Banjarmasin, Lumpuhkan Aktivitas UMKM dan Picu Kendaraan Mogok
Banjir yang melanda Jalan Pahlawan, Banjarmasin, pada Sabtu tengah malam (3/1/2026) hingga Minggu (4/1/2026) dini hari, telah menimbulkan dampak signifikan bagi berbagai pihak. Tidak hanya menyebabkan sejumlah sepeda motor mengalami mogok, genangan air yang meluas ini juga secara serius mengganggu kelangsungan aktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beroperasi di sepanjang ruas jalan tersebut.
Pada puncak ketinggian air, beberapa toko masih berupaya keras untuk tetap membuka usahanya meskipun air telah merangsek masuk ke dalam bangunan. Warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian juga terlihat berinisiatif meminta para pengendara mobil untuk mengurangi kecepatan laju kendaraannya. Tujuannya sederhana, yakni untuk meminimalkan gelombang yang tercipta akibat lalu lalang kendaraan, yang dikhawatirkan dapat semakin menghantam dan merusak properti toko-toko di pinggir jalan.
Rumah-rumah warga pun tidak luput dari tergenangnya air. Para pelaku usaha, khususnya pemilik toko, terlihat sibuk memindahkan barang dagangan mereka ke tempat yang lebih tinggi. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih besar akibat kerusakan barang yang terendam air. Kondisi banjir ini tidak hanya menghambat kelancaran lalu lintas yang memang padat di area tersebut, tetapi juga melumpuhkan aktivitas keseharian masyarakat di kawasan Jalan Pahlawan.
Dampak Langsung Terhadap Pelaku Usaha
Salim, seorang pemilik usaha barbershop yang berlokasi di sisi Jalan Pahlawan, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak banjir terhadap bisnisnya. “Banjir begini berefek pastinya untuk usaha kita. Orang mana mau singgah ke tempat kita. Pian lihat saja air masuk,” ujarnya dengan nada prihatin. Ia menjelaskan bahwa keberadaan air yang menggenang di depan tokonya secara langsung mengurangi minat calon pelanggan untuk berkunjung.
Suasana di sekitar deretan toko berubah drastis. Keramaian yang biasanya disebabkan oleh aktivitas jual beli kini tergantikan oleh pemandangan puluhan motor yang mogok dan terpaksa menepi di pinggir jalan. Banyak pengendara yang terjebak banjir dan kendaraannya tidak dapat berfungsi lagi. Menjelang tengah malam, seiring dengan mulai surutnya air, satu per satu toko mulai menutup operasionalnya.
“Air naiknya cepat, nah ini sudah mulai surut, Bang. Memang jam-jam 12an dia surutnya. Yah kalau bisa jalan tinggi terus drainase air dibagusin lah biar aman dari banjir,” harap Salim, menyuarakan aspirasi banyak warga dan pelaku usaha. Ia berharap agar pemerintah kota dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda kawasan tersebut, terutama dengan meningkatkan kualitas infrastruktur drainase dan meninggikan badan jalan.
Kesiapan Menghadapi Bencana
Meskipun air mulai surut, para pelaku UMKM terpaksa menghentikan aktivitas dagang mereka. Jalanan yang sebelumnya ramai kini berubah menjadi sepi. Hanya terlihat beberapa relawan yang masih berjaga di lokasi, memantau ketinggian genangan air dan siap memberikan bantuan jika diperlukan.
Fenomena banjir di Jalan Pahlawan ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur perkotaan terhadap perubahan iklim dan curah hujan yang tinggi. Upaya penanganan banjir memerlukan pendekatan yang komprehensif, mulai dari perbaikan sistem drainase, pengelolaan sampah yang lebih baik, hingga penataan ruang kota yang lebih bijak. Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan juga menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya banjir.
Banjir seperti ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga mengganggu tatanan sosial dan ekonomi masyarakat. Bagi para pelaku UMKM, setiap hari operasional yang terlewatkan berarti hilangnya potensi pendapatan yang sangat berarti bagi kelangsungan hidup mereka. Oleh karena itu, penanganan banjir yang cepat dan efektif serta solusi jangka panjang untuk mencegah banjir di masa depan menjadi prioritas yang mendesak bagi pemerintah kota Banjarmasin.



















