Peristiwa nahas menimpa sebuah kapal nelayan di perairan belakang Pulau Konga, Flores Timur, pada hari Minggu, 25 Januari 2026. Cuaca buruk dan gelombang tinggi menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal tersebut.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 11.55 WITA ini segera mendapat respons cepat dari berbagai pihak. Personel Brimob Polda NTT yang tengah bertugas di sekitar lokasi kejadian, bersama dengan pihak PT ASA Mutiara Konga, bahu-membahu melakukan evakuasi.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan yang dihimpun, seorang nelayan bernama Wawan menjadi orang pertama yang melaporkan kejadian tersebut. Ia menginformasikan bahwa kapal nelayan yang dinaikinya mengalami patah kemudi dan tidak mampu menahan terjangan gelombang tinggi, hingga akhirnya tenggelam.
Kombes Pol Henry Novika Chandra, Kabidhumas Polda NTT, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Brimob yang sedang melaksanakan pengamanan di PT ASA Mutiara Konga langsung bergerak cepat. Mereka berkoordinasi untuk segera melakukan proses evakuasi.
Respons Cepat dan Evakuasi Terpadu
Aipda Agus Dlajar dan Brigpol Arif Rahman, anggota Kompi 1 Yon B Pelopor Satbrimob Polda NTT, menjadi personel Brimob pertama yang merespons kejadian tersebut. Saat itu, keduanya sedang bertugas melakukan pengamanan di PT ASA Mutiara Konga. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan perusahaan untuk mendapatkan dukungan dalam langkah-langkah penyelamatan.
Proses evakuasi kemudian dilakukan secara terpadu, melibatkan berbagai pihak, yaitu:
- Pimpinan PT ASA Mutiara Konga
- Personel Brimob Polda NTT
- Karyawan PT ASA Mutiara Konga
Untuk menjangkau lokasi kejadian dengan cepat, dua unit kapal milik PT ASA Mutiara Konga, yaitu Kapal ASA 2 dan Kapal ASA 4, dikerahkan.
Identitas Korban dan Keberhasilan Evakuasi
Tiga nelayan menjadi korban dalam peristiwa ini. Mereka adalah:
- Samsudin
- Wawan
- Niko
Ketiganya merupakan warga Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur.
Berkat kerja keras dan sinergi yang baik dari seluruh pihak yang terlibat, pada pukul 13.15 WITA, ketiga nelayan beserta kapalnya berhasil dievakuasi ke area PT ASA Mutiara Konga dalam kondisi selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Apresiasi dan Imbauan
Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan kerja sama yang baik dari seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri, khususnya Brimob Polda NTT, dalam memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, seluruh nelayan berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri, khususnya Brimob Polda NTT, dalam memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kombes Pol Henry Novika Chandra mengimbau kepada masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur, kewaspadaan dan kehati-hatian sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang. Selalu periksa perkiraan cuaca dari sumber terpercaya sebelum berlayar. Pastikan kapal dalam kondisi prima dan dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang memadai. Jika cuaca buruk, tunda keberangkatan hingga kondisi membaik. Keselamatan adalah yang utama.



















