Ketersediaan Beras SPHP di Pasar Inpres Matawai Terjaga
Kepala Bulog Waingapu, Inung Tri Afandi, memastikan bahwa ketersediaan beras SPHP di Pasar Inpres Matawai, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur tetap tercukupi. Tujuan dari penyediaan beras bantuan pemerintah yang dijual dengan harga murah adalah untuk mencegah lonjakan harga di pasaran.
“Kita tidak akan kasih kosong (kebutuhan beras) di pasar,” kata dia kepada reporter, Senin (11/5/2026). Ia menegaskan bahwa Bulog Waingapu saat ini sedang menjalankan dua program pemerintah. Selain menjaga stabilitas harga di pasar, Bulog juga menyalurkan bantuan langsung berupa beras dan minyak kepada puluhan ribu penerima di Sumba Timur.
“Kita beri bantuan pangan beras dan minyak langsung lebih dari 900 ton (beras). Penerimanya ada sekitar 46.000 orang,” sebutnya. Karena program tersebut, untuk sementara waktu pasokan beras SPHP ke pasar dikurangi. Sebelumnya, setiap rumah pangan kita (RPK) menerima dua ribu ton beras per minggu, namun kini hanya sekitar seribu ton.
Meski demikian, Bulog memastikan bahwa, apabila stok beras di RPK habis, para pemilik outlet dapat kembali meminta pasokan tambahan ke Bulog. “Untuk saat ini memang kita prioritaskan di bantuan pangan itu juga, jadi kita bagi,” ujarnya.
Penyaluran Bantuan Pangan kepada Warga Sumba Timur
Bulog telah menyalurkan bantuan berupa beras dan minyak kepada sekitar 46 ribu warga Sumba Timur. Jumlah bantuan yang diberikan mencapai lebih dari 900 ton beras dan minyak. Bantuan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil.
Program bantuan pangan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dengan harga yang murah, beras SPHP tersedia di pasar untuk menjaga daya beli masyarakat. Hal ini juga menjadi upaya untuk mencegah inflasi yang bisa terjadi akibat kelangkaan beras.
Pengurangan Pasokan ke RPK
Karena fokus pada penyaluran bantuan pangan, pasokan beras SPHP ke RPK sementara dikurangi. Sebelumnya, setiap RPK menerima dua ribu ton beras per minggu, namun kini hanya sekitar seribu ton. Meskipun begitu, Bulog tetap memastikan bahwa jika stok beras di RPK habis, para pemilik outlet dapat meminta pasokan tambahan.
Inung Tri Afandi menjelaskan bahwa pengurangan pasokan ini dilakukan untuk memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang lebih rentan. “Kita bagi sesuai kebutuhan,” ujarnya. Dengan langkah ini, Bulog berharap dapat memberikan manfaat yang maksimal kepada masyarakat Sumba Timur.
Penyerapan Hasil Panen Petani di Wilayah Lewa
Selain menyalurkan bantuan pangan, Bulog juga melakukan penyerapan beras dari hasil panen petani di wilayah Lewa. Proses penyerapan ini sudah dimulai sejak masa panen raya berlangsung. Sampai saat ini, Bulog telah menyerap sekitar 105 ton beras dari hasil panen petani.
“Dari bulan April sudah mulai panen raya di Lewa, kita juga sudah menyerap beras tersebut per kemarin sekitar 105an ton beras,” katanya. Penyerapan ini dilakukan untuk mendukung petani lokal dan menjaga stabilitas pasokan beras di wilayah Sumba Timur.
Keberlanjutan dan Perencanaan Masa Depan
Bulog terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan beras SPHP di pasar dan memberikan bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan penyaluran bantuan yang teratur dan penyerapan hasil panen petani yang berkelanjutan, Bulog berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat Sumba Timur.


















