No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Lokal

Strategi licik wanita Surabaya bobol tabungan Rp2 miliar dan emas 1 kg

Wafaul by Wafaul
18 Mei 2026 - 01:08
in Lokal
0

Kisah Menyedihkan Seorang Lansia yang Disekap Selama Setahun oleh Orang yang Dipercaya

Kasus penyekapan seorang lansia berusia 80 tahun di Surabaya menjadi perhatian masyarakat setelah terungkap bahwa pelakunya adalah orang yang selama ini dianggap sebagai bagian dari keluarga. Kusnadi Chandra, warga Pacarkeling, Tambaksari, Surabaya, diketahui hidup dalam isolasi tanpa akses komunikasi selama hampir satu tahun penuh.

Awal Mula Kepercayaan yang Berujung pada Penipuan

Kasus ini bermula pada Oktober 2025 ketika Lisa Andriana (31), kekasih anak kandung korban, memanfaatkan kedekatannya dengan keluarga untuk melancarkan rencana jahatnya. Dengan alasan yang tampak meyakinkan, Lisa mengajak Kusnadi bertemu di suatu lokasi. Karena sudah dikenal baik oleh keluarga, korban tidak menaruh curiga sedikit pun.

Namun, saat tiba di lokasi, Kusnadi diduga disergap oleh dua pria suruhan dan dibawa menuju sebuah apartemen di Surabaya. Peristiwa ini menjadi awal dari penyekapan yang akan berlangsung selama setahun.

Hidup Terisolasi Tanpa Akses Komunikasi

Selama masa penyekapan, Kusnadi dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain agar keberadaannya sulit terdeteksi. Ia tinggal di kamar tertutup tanpa alat komunikasi. Aktivitas harian korban sangat terbatas, dan kebutuhan makan hanya dipenuhi melalui jasa pengiriman makanan maupun bantuan orang suruhan tersangka bernama Naily.

Kondisi ini membuat lansia tersebut hidup dalam keterasingan total selama hampir satu tahun penuh. Tidak ada telepon genggam atau akses internet yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga.

Manipulasi Psikologis yang Mengejutkan

Salah satu fakta paling mengejutkan dalam kasus ini adalah dugaan manipulasi psikologis yang dilakukan oleh pelaku. Lisa berpura-pura menjadi korban yang juga ikut “disandera” akibat persoalan utang keluarga. Skenario ini berhasil membuat Kusnadi percaya sepenuhnya bahwa mereka sama-sama berada dalam bahaya.

Baca Juga  Melihat Blok Panduan Jakarta Mulai Rusak, Warna Pudar dan Ditutupi Parkir Liar

Bahkan ketika polisi melakukan penggerebekan pada 16 April 2026, Kusnadi justru meminta petugas menyelamatkan Lisa lebih dulu karena mengira perempuan itu juga korban penyekapan. “Saat ditemukan, korban justru meminta polisi menyelamatkan tersangka karena mengira mereka sama-sama disekap. Artinya sampai dengan detik terakhir pun dalam persepsinya itu masih sama,” ujar Kapolrestabes Surabaya, Luthfie Sulistiawan.

Harta Korban Dikuras Hingga Rp 2 Miliar

Di balik penyekapan tersebut, polisi menduga Lisa secara perlahan menguasai seluruh akses keuangan korban. Dengan alasan membantu menyelesaikan masalah utang keluarga, pelaku berhasil memperoleh kartu ATM, kartu kredit, hingga PIN milik Kusnadi.

Akibatnya, uang korban yang berasal dari deposito dan tabungan disebut terkuras hingga mencapai Rp 1,8 miliar sampai Rp 2 miliar. Tak hanya uang tunai, perhiasan emas milik korban dengan berat diperkirakan mencapai satu kilogram juga dilaporkan hilang dari kamar korban.

Digunakan untuk Gaya Hidup Mewah

Hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa uang hasil kejahatan itu diduga dipakai Lisa untuk membiayai gaya hidup mewah. Ia bahkan disebut sempat mengajak pacarnya yang merupakan anak korban tinggal di hotel dengan tarif sekitar Rp 2 juta per malam. Lisa mengklaim seluruh biaya kehidupan mewah tersebut akan ia tanggung sendiri.

Alibi “Keliling Indonesia”

Keluarga korban sebenarnya mulai merasa curiga ketika Kusnadi tak kunjung pulang selama berbulan-bulan. Namun setiap kali ditanya, Lisa selalu memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan. Ia menyebut Kusnadi sedang bepergian keliling Indonesia bersama orangtuanya.

“Saudara atau anaknya yang lain sebenarnya curiga karena mau jalan-jalan sudah lebih dari 2 bulan, enggak pulang-pulang. Sampai totalnya setahun,” ungkap Luthfie. Kecurigaan keluarga semakin besar setelah nomor korban sulit dihubungi dan muncul pesan misterius yang meminta sejumlah uang.

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Riau Hari Ini: Peringatan Hujan Lebat di Pekanbaru, Dumai, dan Kampar

Dari situlah polisi mulai melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa rekaman CCTV apartemen hingga akhirnya berhasil menemukan lokasi korban.

Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain

Kini Lisa Andriana telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pihak kepolisian. Ia dijerat sejumlah pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, termasuk dugaan penyekapan dan penggelapan harta korban. Polisi juga masih mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk dua pria yang diduga membantu proses penyekapan pada awal kejadian.

“Kami sedang dalami pelaku-pelaku lain termasuk dua orang yang menyekap dan ada indikasi pelaku-pelaku lainnya. Nanti akan kita kembangkan,” tutup Luthfie.

Saat ini, Kusnadi Chandra telah kembali bersama keluarganya dan menjalani proses pemulihan setelah mengalami trauma berat akibat penyekapan yang dialaminya selama hampir setahun.

Tags: miliarstrategiSurabayatabunganwanita
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Tiga Desa Bulungan Belajar dari Desa Anti Korupsi Sei Limau Nunukan
Lokal

Tiga Desa Bulungan Belajar dari Desa Anti Korupsi Sei Limau Nunukan

17 Mei 2026 - 23:56
Populer Kaltim: Pria Tewas Usai Jatuh dari Pohon Mangga Saat Perampokan Kurir
Lokal

Populer Kaltim: Pria Tewas Usai Jatuh dari Pohon Mangga Saat Perampokan Kurir

17 Mei 2026 - 23:38
74 Ribu Warga Terdata, Pemprov Kalteng Percepat Verifikasi Kartu Huma Betang Sejahtera
Lokal

74 Ribu Warga Terdata, Pemprov Kalteng Percepat Verifikasi Kartu Huma Betang Sejahtera

17 Mei 2026 - 22:44
Rumah Warga Sleman Jadi Daycare Ilegal, Polisi Temukan 11 Bayi dalam Perawatan
Lokal

Rumah Warga Sleman Jadi Daycare Ilegal, Polisi Temukan 11 Bayi dalam Perawatan

17 Mei 2026 - 21:50
PLN UP3 Pematangsiantar Hadirkan Harapan, Pasang Listrik Gratis untuk Warga Prasejahtera
Lokal

PLN UP3 Pematangsiantar Hadirkan Harapan, Pasang Listrik Gratis untuk Warga Prasejahtera

17 Mei 2026 - 21:32
Pekanbaru: SIM Keliling Hari Selasa Pindah ke Jalan Karyawan
Lokal

Pekanbaru: SIM Keliling Hari Selasa Pindah ke Jalan Karyawan

17 Mei 2026 - 19:25
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
Kronologi Jawaban Regu B dan C Berbeda, Wakil Ketua MPR RI Minta Maaf

Kronologi Jawaban Regu B dan C Berbeda, Wakil Ketua MPR RI Minta Maaf

18 Mei 2026 - 02:02
Menjelajah Keindahan Bawah Laut di Pulau Abang: Tips dan Biaya yang Perlu Diketahui

Menjelajah Keindahan Bawah Laut di Pulau Abang: Tips dan Biaya yang Perlu Diketahui

18 Mei 2026 - 01:57
BRI Kotamobagu dan Yonarmed 15/Bogani Kuatkan Persaudaraan Melalui Pertandingan Sepak Bola Amal

BRI Kotamobagu dan Yonarmed 15/Bogani Kuatkan Persaudaraan Melalui Pertandingan Sepak Bola Amal

18 Mei 2026 - 01:44
5 Anak Muda Makassar Terlibat Grup WA Radikal DP3A, Didesak Buat Bom

5 Anak Muda Makassar Terlibat Grup WA Radikal DP3A, Didesak Buat Bom

18 Mei 2026 - 01:26
Strategi licik wanita Surabaya bobol tabungan Rp2 miliar dan emas 1 kg

Strategi licik wanita Surabaya bobol tabungan Rp2 miliar dan emas 1 kg

18 Mei 2026 - 01:08

Pilihan Redaksi

Kronologi Jawaban Regu B dan C Berbeda, Wakil Ketua MPR RI Minta Maaf

Kronologi Jawaban Regu B dan C Berbeda, Wakil Ketua MPR RI Minta Maaf

18 Mei 2026 - 02:02
Menjelajah Keindahan Bawah Laut di Pulau Abang: Tips dan Biaya yang Perlu Diketahui

Menjelajah Keindahan Bawah Laut di Pulau Abang: Tips dan Biaya yang Perlu Diketahui

18 Mei 2026 - 01:57
BRI Kotamobagu dan Yonarmed 15/Bogani Kuatkan Persaudaraan Melalui Pertandingan Sepak Bola Amal

BRI Kotamobagu dan Yonarmed 15/Bogani Kuatkan Persaudaraan Melalui Pertandingan Sepak Bola Amal

18 Mei 2026 - 01:44
5 Anak Muda Makassar Terlibat Grup WA Radikal DP3A, Didesak Buat Bom

5 Anak Muda Makassar Terlibat Grup WA Radikal DP3A, Didesak Buat Bom

18 Mei 2026 - 01:26
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.