Tragedi Maut di Ogan Ilir: Pedagang Ikan Tewas dalam Duel Sengit Akibat Utang Ratusan Ribu
Sebuah insiden tragis merenggut nyawa Ansri Purwadi (25), seorang pedagang ikan keliling yang dikenal ramah di Ogan Ilir. Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu malam, 31 Mei 2026, dalam sebuah duel maut yang dipicu oleh perselisihan masalah utang piutang. Pelaku duel, yang juga mengalami luka tusuk, saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSUPM H) Palembang.
Kisah Sang Pedagang Ikan yang Ramah
Ansri Purwadi, warga Desa Penyandingan, Ogan Ilir, dikenal oleh lingkungan sekitarnya sebagai pribadi yang baik hati dan tidak pernah terlibat masalah. Nurhayati, salah seorang kerabat korban, mengungkapkan rasa duka mendalam atas kepergian Ansri secara mendadak. “Kami, khususnya keluarga almarhum, merasakan duka mendalam atas musibah ini. Korban itu orang baik dan tidak pernah bermusuhan,” tuturnya dengan nada sedih.
Rutinitas Ansri sehari-hari adalah menjajakan ikan segar menggunakan sepeda motor, berkeliling ke berbagai desa di Kecamatan Indralaya. Kesan positif selalu ia tinggalkan bagi para pelanggannya. “Saya termasuk langganan beli ikan yang dijual almarhum. Orangnya ramah, melayani tidak pernah pasang muka suram,” kenang Nurhayati, menggambarkan sosok almarhum yang selalu ceria saat melayani pembeli.
Harapan untuk Keadilan
Menyikapi tragedi yang menimpa keluarganya, Nurhayati menyampaikan harapannya agar kasus ini ditangani secara profesional oleh aparat kepolisian. Ia berharap proses hukum dapat berjalan adil dan memberikan keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan. “Harapannya yang salah ya dihukum, diproses sesuai hukum setimpal,” tegasnya, menunjukkan keinginan agar pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Akar Permasalahan: Cekcok Utang Rp100 Ribu
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, duel berdarah tersebut berawal dari perselisihan antara korban, Ansri Purwadi, dengan seorang pria bernama Wawi (50 tahun), yang diduga sebagai pelaku. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Ogan Ilir, AKP Mukhlis, menjelaskan bahwa inti permasalahan adalah cekcok mengenai utang piutang.
“Korban disebut punya utang Rp100 ribu kepada tersangka. Namun, korban menyebut bahwa utangnya tak sebesar itu, sehingga terjadilah keributan sampai berduel,” ungkap AKP Mukhlis. Perbedaan jumlah utang yang dipermasalahkan ini rupanya memicu ketegangan yang berujung pada adu fisik menggunakan senjata tajam.
Dampak Duel Maut: Luka Serius bagi Keduanya
Insiden duel yang menggunakan senjata tajam ini mengakibatkan luka serius bagi kedua belah pihak. Ansri Purwadi mengalami luka tusuk di bagian perut yang berakibat fatal. Ia dinyatakan meninggal dunia saat dalam upaya pertolongan di Rumah Sakit Ar Royyan Indralaya pada malam kejadian.
Sementara itu, Wawi, sang pelaku, juga tidak luput dari luka tusuk. Ia segera dilarikan ke RSUPM H Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif dan menjalani operasi. Kondisi pelaku saat ini masih dalam pantauan tim medis.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan bagaimana perselisihan kecil, terutama terkait masalah finansial, dapat berujung pada konsekuensi yang sangat tragis dan merusak kehidupan banyak orang. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh kronologi dan motif di balik duel maut yang merenggut satu nyawa ini.













