Tragedi Maut di Ogan Ilir: Perselisihan Utang Rp50 Ribu Berujung Duel Maut
Sebuah insiden tragis menggemparkan Desa Penyandingan, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Perselisihan yang dipicu oleh perbedaan nominal utang antara dua individu, Wawi (50 tahun) dan Ansri Purwadi (25 tahun), berujung pada duel senjata tajam yang merenggut nyawa. Peristiwa nahas yang terjadi pada Minggu (31/5/2026) malam ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat.
Kronologi Kejadian: Dari Cekcok Hingga Duel Berdarah
Menurut keterangan Kepolisian Resor Ogan Ilir, insiden ini bermula ketika korban, Ansri Purwadi, mendatangi rumah kerabatnya di Desa Penyandingan. Di lokasi tersebut, korban bertemu dengan tersangka, Wawi, yang merupakan warga desa setempat. Pertemuan itu kemudian mengarah pada penagihan utang.
Menurut saksi mata yang diperiksa oleh pihak kepolisian, Wawi menagih utang sebesar Rp100 ribu kepada Ansri. Namun, Ansri bersikeras bahwa utangnya hanya sebesar Rp50 ribu. Perbedaan nominal inilah yang kemudian memicu adu argumen di antara keduanya.
“Korban bilang kalau utangnya itu Rp50 ribu, bukan Rp100 ribu. Terjadilah adu argumen antara keduanya,” jelas Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Mukhlis, saat memberikan keterangan kepada awak media.
Baik Wawi maupun Ansri sama-sama bersikeras mempertahankan argumen masing-masing. Ketegangan yang memuncak membuat situasi semakin memanas. Warga sekitar yang melihat cekcok tersebut sempat berusaha melerai kedua belah pihak.
Sayangnya, upaya mediasi tersebut tidak berhasil. Pertikaian yang seharusnya mereda justru berlanjut ke tahap yang lebih serius. Tanpa bisa dicegah, perselisihan verbal tersebut berubah menjadi duel menggunakan senjata tajam. Keduanya terlibat dalam perkelahian sengit yang mengakibatkan luka serius pada masing-masing pihak.
Nasib Tragis Kedua Pihak
Akibat duel tersebut, baik Wawi maupun Ansri mengalami luka berat. Ansri Purwadi, korban dalam peristiwa ini, dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Ar Royyan Indralaya untuk mendapatkan pertolongan medis. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya.
Sementara itu, Wawi, tersangka dalam kasus ini, juga mengalami luka kritis. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSUPM Hoesin) Palembang untuk menjalani perawatan intensif dan operasi. Kondisi Wawi yang masih belum pulih sepenuhnya membuat pihak kepolisian belum dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menggali keterangan dari tersangka.
“Nanti setelah yang bersangkutan pulih, akan diperiksa,” pungkas AKP Mukhlis.
Penyelidikan dan Pemeriksaan Saksi
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ogan Ilir telah bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan terkait kasus duel maut ini. Sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian telah dimintai keterangan untuk melengkapi bukti dan kronologi peristiwa.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini demi mencari keadilan bagi korban dan keluarganya. Proses hukum akan terus berjalan setelah kondisi tersangka memungkinkan untuk dimintai keterangan.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat pahit akan betapa berbahayanya perselisihan yang tidak diselesaikan dengan kepala dingin. Perbedaan pendapat, sekecil apapun, jika dibiarkan berlarut-larut dan memicu emosi, dapat berujung pada konsekuensi yang sangat fatal dan merugikan semua pihak. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.













