Pergerakan Harga Emas Antam: Kenaikan dan Potensi Diversifikasi Investasi
Jakarta – Logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatatkan kenaikan harga pada Rabu, 17 Desember 2025. Harga emas batangan Antam melonjak Rp6.000 per gram, menjadikannya dibanderol seharga Rp2.470.000 per gram. Kenaikan serupa juga terjadi pada harga buyback emas, yang turut naik sebesar Rp6.000 per gram, kini berada di angka Rp2.330.000 per gram.
Harga buyback merujuk pada harga yang ditetapkan Antam saat membeli kembali emas logam mulia dari konsumen yang menjualnya ke Butik Antam. Penetapan harga buyback ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017. Penting untuk diketahui bahwa penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai transaksi di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Besaran pajak ini adalah 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut adalah perincian harga emas batangan Antam dalam berbagai pecahan pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.285.000
- 1 gram: Rp2.470.000
- 2 gram: Rp4.880.000
- 3 gram: Rp7.295.000
- 5 gram: Rp12.125.000
- 10 gram: Rp24.195.000
- 25 gram: Rp60.362.000
- 50 gram: Rp120.645.000
- 100 gram: Rp241.210.000
- 250 gram: Rp602.760.000
- 500 gram: Rp1.200.000.000
- 1.000 gram: Rp2.400.000.000
Perlu dicatat bahwa harga jual emas yang tertera di atas belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan. Besaran pajak ini adalah 0,45 persen bagi pemegang NPWP. Sementara itu, bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP, akan dikenakan potongan pajak yang lebih tinggi, yaitu sebesar 0,9 persen.
Emas Sebagai Instrumen Diversifikasi Portofolio Investasi
Di tengah fluktuasi pasar keuangan, emas kembali menunjukkan posisinya sebagai aset yang berharga. Logam mulia ini tidak hanya populer karena nilainya yang stabil, tetapi juga karena kemampuannya untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Keunikan emas terletak pada kecenderungannya memiliki pergerakan nilai yang berlawanan dengan aset investasi lain, seperti saham atau properti.
Ketika harga saham atau properti mengalami penurunan, nilai emas justru berpotensi untuk meningkat. Fenomena ini memberikan bantalan bagi para investor yang telah mengalokasikan sebagian portofolio mereka ke dalam emas. Dengan demikian, ketika aset lain melemah, investasi emas dapat membantu menjaga stabilitas nilai keseluruhan portofolio.
Menurut publikasi MoneyWeek, emas sering kali dianggap sebagai “asuransi” bagi portofolio seorang investor. Oleh karena itu, disarankan agar setiap investor setidaknya mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari total portofolio mereka untuk investasi yang berkaitan dengan emas. Pendekatan ini dapat membantu memitigasi risiko dan memberikan ketahanan finansial di tengah ketidakpastian pasar.
Emas: Pilihan Tepat untuk Investor Konservatif
Bagi kalangan investor yang cenderung konservatif, emas sering kali menjadi pilihan utama. Keunggulan emas tidak hanya terletak pada kemudahan dalam berinvestasi, tetapi juga pada tingkat keamanannya yang relatif tinggi. Risiko yang melekat pada investasi emas umumnya tidak sebesar instrumen investasi lain seperti saham.
Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam emas, sangat penting untuk menentukan tujuan investasi Anda dengan jelas. Jika tujuan investasi Anda adalah untuk jangka pendek, emas mungkin bukanlah instrumen yang paling ideal. Hal ini dikarenakan adanya selisih antara harga jual dan harga beli emas. Tanpa strategi yang tepat, investasi emas untuk jangka pendek justru berpotensi menimbulkan kerugian alih-alih keuntungan. Oleh karena itu, kemampuan untuk menentukan tujuan investasi secara bijak adalah kunci utama kesuksesan dalam berinvestasi emas.



















