Frederic Injai: Puasa Ramadan di Indonesia Memberikan Pengalaman Spiritual yang Mendalam
Bagi Frederic Injai, gelandang serang PSS Sleman, bulan Ramadan tahun ini menghadirkan pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Ini adalah puasa pertamanya di Indonesia, dan ia merasa atmosfer di Sleman jauh lebih hidup serta kondusif untuk beribadah dibandingkan dengan yang pernah ia rasakan di Prancis. Pemain yang berasal dari Guinea-Bissau dengan paspor Prancis ini mengungkapkan kebahagiaannya bisa merasakan semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah puasa di tanah air.
Injai merasa perbedaan ini sangat signifikan karena Indonesia adalah negara mayoritas Muslim. Hal ini menciptakan lingkungan yang sangat mendukung bagi dirinya untuk menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. “Di Indonesia banyak orang berpuasa, tidak sama seperti di Prancis. Saya suka suasananya, anda tahu. Saya suka. Pengalaman yang bagus,” ujar Injai dengan antusias. Ia menambahkan bahwa di Prancis, meskipun ada komunitas Muslim, suasana puasa tidak terasa begitu merata dan mendalam seperti di Indonesia. “Mungkin di Prancis dan Indonesia berbeda. Indonesia adalah negara Muslim. Di Prancis bukan negara Muslim. Di sini banyak orang berpuasa Ramadan. Jadi terasa sangat mudah,” jelasnya.
Keputusannya untuk berpuasa di Indonesia bukan tanpa alasan. Injai ingin merasakan kebersamaan spiritual dengan sesama Muslim. “Tentu saja, tentu saja. Saya ingin berpuasa bersama saudara laki-laki dan perempuan Muslim saya,” ucapnya penuh keyakinan.
Penyesuaian Latihan dan Gairah Kuliner di Bulan Ramadan
Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, Frederic Injai tidak mengendurkan komitmennya terhadap performa di lapangan. Ia memahami pentingnya menjaga kebugaran fisik dan terus berlatih. “Meski sedang berpuasa, Injai tak mengurangi beban latihan karena menurutnya saat berpuasa latihan harus tetap berjalan meski ada penyesuaian jadwal latihan,” begitu ia menjelaskan pendekatannya. Penyesuaian jadwal latihan dilakukan untuk memaksimalkan performa tanpa mengabaikan kewajiban spiritualnya.
Namun, bukan hanya aspek spiritual yang ia nikmati. Injai juga mulai menemukan kenikmatan dalam ragam kuliner khas Indonesia, khususnya saat berbuka puasa di Yogyakarta. Ia mengaku telah menjelajahi berbagai hidangan tradisional yang menggugah selera.
- Gorengan: Berbagai macam gorengan menjadi salah satu pilihan favorit Injai.
- Pisang Goreng: Camilan manis ini juga masuk dalam daftar kesukaannya.
- Ubi Bakar: Hidangan sederhana namun kaya rasa ini ternyata sangat disukai oleh gelandang PSS ini.
- Nasi Goreng: Menu ini menjadi favorit utamanya. Injai bahkan menyebut nasi goreng sebagai salah satu makanan yang paling ia sukai di Indonesia. “Nasi goreng, nasi goreng. Itu enak sekali, saya suka. Saya juga sangat suka ubi bakar,” ungkapnya dengan senyum lebar.
Selain itu, ia juga sempat mencicipi bakso, meskipun sempat lupa menyebutkan namanya saat wawancara, ia menikmati cita rasa hidangan tersebut. Untuk minuman berbuka, Injai cenderung memilih yang sederhana. “Minuman? Saya belum pernah mencoba minuman (khusus), bagi saya cukup air putih saja,” tuturnya, menunjukkan kesederhanaannya.
Performa Impresif di Lapangan Hijau
Di luar kisah spiritual dan petualangan kuliner di bulan Ramadan, Frederic Injai menunjukkan performa yang luar biasa di lapangan hijau bersama PSS Sleman musim ini. Ia telah menjelma menjadi salah satu pemain kunci tim.
Bukti nyata dari kontribusinya adalah posisinya sebagai pencetak gol kedua terbanyak di tim. Hingga saat ini, Injai telah berhasil mencetak tujuh gol dalam 17 pertandingan yang telah ia jalani. Angka ini menunjukkan ketajamannya di lini serang dan kemampuannya untuk memberikan dampak signifikan bagi PSS Sleman. Perpaduan antara dedikasi spiritual, penyesuaian diri dengan budaya lokal, dan performa gemilang di lapangan menjadikan Frederic Injai sebagai sosok yang inspiratif di PSS Sleman. Ia tidak hanya membawa bakat sepak bola, tetapi juga semangat positif dan apresiasi terhadap kehidupan di Indonesia.



















