jabar.
TASIKMALAYA – Pada dini hari Selasa (28/4/2026), wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 4,0. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 01.45.39 WIB dan dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah sekitar.
Berdasarkan data dari lembaga meteorologi, klimatologi, dan geofisika, episenter gempa berada pada koordinat 8,09 Lintang Selatan dan 107,74 Bujur Timur. Lokasi gempa berada di laut, sekitar 90 kilometer barat daya Kabupaten Tasikmalaya, dengan kedalaman sekitar 19 kilometer.
BMKG menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik. Fenomena ini sering terjadi di wilayah selatan Pulau Jawa, yang berada di zona pertemuan lempeng tektonik.
Guncangan gempa terasa di beberapa wilayah seperti Kecamatan Cipatujah dan Cigalontang di Kabupaten Tasikmalaya, serta wilayah Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran. Intensitas gempa di daerah tersebut berada pada skala II hingga III MMI, yang berarti getaran terasa oleh sebagian orang di dalam rumah dan benda ringan tampak bergoyang.
Selain itu, gempa juga terasa di wilayah Kabupaten Bandung Barat dengan intensitas II MMI. Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Hasil pemantauan BMKG hingga pukul 02.28 WIB menunjukkan bahwa tidak ada aktivitas gempa susulan yang terdeteksi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.
BMKG menegaskan bahwa informasi resmi hanya tersedia melalui kanal komunikasi resmi yang telah diverifikasi, seperti situs web dan aplikasi resmi BMKG. Hal ini bertujuan untuk memastikan keakuratan dan keandalan informasi yang diberikan kepada masyarakat.
Selain itu, lembaga tersebut juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan, meskipun saat ini belum ada indikasi aktivitas lanjutan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari sumber yang terpercaya.
Beberapa langkah pencegahan dan persiapan darurat dapat dilakukan oleh masyarakat, antara lain:
- Menyimpan alat-alat darurat seperti senter, makanan siap saji, dan air minum dalam jumlah cukup.
- Memastikan struktur bangunan tahan gempa dan menghindari area yang rentan longsor atau retakan tanah.
- Mengikuti arahan dari pihak berwenang dan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas asalnya.
- Melatih diri dan keluarga untuk melakukan evakuasi darurat jika diperlukan.
Dengan kesadaran dan persiapan yang baik, masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana alam seperti gempa bumi. BMKG terus memantau kondisi secara berkala dan memberikan update terkini jika diperlukan.



















