Ekitike Tampil Gemilang, Gerrard Puji Setinggi Langit: “Dia Mengingatkan Saya pada Fernando Torres!”
Penyerang muda Liverpool, Hugo Ekitike, kembali mencuri perhatian publik sepak bola dengan penampilan impresif yang ia tunjukkan sejak berseragam The Reds. Dalam laga terbaru melawan Newcastle United yang berakhir dengan kemenangan telak 4-1 untuk Liverpool, Ekitike sukses mencetak dua gol. Performa brilian ini tidak hanya berkontribusi besar dalam mengamankan tiga poin bagi timnya, tetapi juga menuai pujian luar biasa dari salah satu legenda klub, Steven Gerrard.
Steven Gerrard, yang kini beralih profesi sebagai komentator, secara terbuka melontarkan pujiannya dan tak ragu membandingkan gaya bermain Ekitike dengan mantan rekan setimnya yang legendaris, Fernando Torres. Duet Gerrard dan Torres di lini tengah dan depan Liverpool pada masa keemasan mereka dikenal sebagai salah satu kombinasi paling mematikan di kancah sepak bola Inggris. Menurut Gerrard, ada kemiripan yang mencolok dalam cara Ekitike bermain yang mengingatkannya pada “El Niño”.
Saat bertugas sebagai komentator di TNT pada Sabtu malam, Gerrard mengungkapkan pandangannya. “Dia hanya melepaskan bola dari kakinya dan itu adalah tendangan ujung kaki. Dia mengingatkan saya pada Torres, pemain ini, setiap kali saya menontonnya,” ujar Gerrard. Ia melanjutkan, “Dia mencetak gol-gol dengan pola yang serupa, di mana jika Anda memberinya ruang di sisi lapangan, dia akan berlari, dia terlalu cepat, Anda tidak bisa menangkapnya dan dia sangat mematikan.”
Pernyataan Gerrard tersebut merujuk secara spesifik pada gol kedua Ekitike dalam pertandingan tersebut. Bek Newcastle United, Malick Thiaw, terkesan terlalu memberikan ruang di sisi luar lapangan, sebuah celah yang dimanfaatkan dengan sempurna oleh Ekitike. Penyerang asal Prancis itu dengan sigap melesat ke depan, mengungguli bek lawan, sebelum akhirnya melepaskan tendangan akurat menggunakan ujung kakinya ke sudut jauh gawang. Keefektifan dan ketenangan yang ia tunjukkan dalam penyelesaian akhir tersebut benar-benar mencerminkan naluri seorang predator di kotak penalti.
Gol pertamanya di laga itu juga tidak kalah impresif, menampilkan kualitas seorang penyerang kelas atas. Berawal dari pergerakan cerdas dan terukur di dalam kotak penalti, Ekitike berhasil menerima umpan matang dari rekan setimnya, Florian Wirtz. Dengan ketenangan yang luar biasa, ia mampu menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol. Kini, Ekitike dan Wirtz mulai menunjukkan sinyal positif dalam membangun kombinasi yang semakin berbahaya di lini serang Liverpool, memberikan ancaman serius bagi pertahanan lawan.
Ekitike Merendah, Fokus pada Kerja Keras dan Kontribusi Tim
Menanggapi perbandingan yang dilontarkan oleh Steven Gerrard, Hugo Ekitike menunjukkan sikap rendah hati yang patut diapresiasi. Saat diwawancarai oleh komentator TNT usai pertandingan, penyerang berusia 23 tahun itu mengungkapkan keterbatasannya dalam mengikuti perkembangan Liga Premier di masa lalu. “Dulu, jujur saja, saya tidak bisa menonton Liga Premier, ibu saya tidak berlangganan jadi saya tidak bisa menonton!” katanya sambil tersenyum.
Ia melanjutkan, “Saya sudah menonton beberapa klip di YouTube. Saya tidak akan pernah menempatkan diri saya di kategori itu. Dia adalah pemain yang luar biasa. Jika saya mencapai levelnya, itu akan sangat bagus. Saya harus terus bekerja keras.” Sikap ini menunjukkan bahwa Ekitike menyadari betapa besarnya pencapaian Fernando Torres dan ia bertekad untuk terus berjuang demi mencapai level serupa.
Ketika ditanya mengenai target gol pribadinya di musim ini, Ekitike memilih untuk tidak terpaku pada angka-angka tertentu. Ia lebih menekankan pada kontribusi keseluruhannya untuk tim. “Ini pertanyaan sulit, jelas saya ingin mencetak banyak gol, saya ingin menjadi pencetak gol terbanyak klub, tetapi saya tidak memikirkan angka tertentu, saya hanya ingin terlibat dalam membantu tim untuk menang. Saya juga suka memberikan assist, seperti kepada Flo (Wirtz),” jelasnya.
Ekitike juga menyoroti pentingnya semangat tim dalam kemenangan tersebut. “Kami datang ke sini dengan penuh percaya diri,’ lanjutnya, ‘tetapi saya pikir malam ini juga tentang semangat tim. Semua orang malam ini berlari ke mana-mana.'” Hal ini mencerminkan bahwa Ekitike tidak hanya fokus pada performa individu, tetapi juga pada kolaborasi dan pengorbanan seluruh pemain demi kejayaan tim.
Peran Ekitike dan Harapan Baru di Anfield
Fernando Torres sendiri dikenang sebagai salah satu striker terbaik yang pernah membela panji Liverpool. Selama membela The Reds, ia berhasil mencatatkan 65 gol dari 102 penampilan sebelum akhirnya memutuskan hengkang secara kontroversial. Kini, dengan performa yang terus meningkat, Hugo Ekitike mulai digadang-gadang sebagai sosok yang mampu membawa kembali aura penyerang mematikan yang pernah menghiasi Anfield.
Didatangkan dari Eintracht Frankfurt pada bursa transfer musim panas lalu dengan nilai transfer yang cukup fantastis, yaitu £69 juta, Ekitike telah membuktikan nilainya dengan mencetak 14 gol di berbagai kompetisi sejauh ini. Peran dan tanggung jawabnya di lini depan Liverpool semakin besar, terutama dengan absennya Alexander Isak dalam jangka waktu yang lama akibat cedera patah kaki.
Meskipun beban di pundaknya semakin berat, Ekitike sejauh ini menunjukkan bahwa ia siap dan mampu memikul peran krusial tersebut. Dengan bakat, determinasi, dan sikap rendah hati yang dimilikinya, Ekitike berpotensi menjadi aset berharga bagi Liverpool dalam perburuan gelar di masa mendatang. Kemampuannya untuk mencetak gol, berlari cepat, dan naluri tajam di kotak penalti, ditambah dengan potensi kolaborasi yang semakin matang, memberikan harapan baru bagi para penggemar The Reds untuk melihat lini serang mereka kembali disegani lawan.



















