Banjir di Kebon Pala, Warga Masih Bertahan di Rumah
Pada malam hari tanggal 19 April 2026, hujan deras yang mengguyur Jakarta Timur menyebabkan kembali terjadinya banjir di wilayah RT 13/04 Kebon Pala, Kecamatan Jatinegara. Air yang meluap dari sungai Ciliwung membuat permukaan air mencapai ketinggian sekitar 175 sentimeter. Hal ini memaksa sebagian warga untuk melakukan evakuasi dengan menggunakan perahu karet agar bisa menumpang di rumah kerabatnya.
Ketua RT 13 Kelurahan Kebon Pala, Sanusi, menjelaskan bahwa saat ini belum ada tenda darurat yang dipasang oleh pemerintah setempat karena sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing. Ia juga menyatakan bahwa banjir kali ini disebabkan oleh kiriman air dari Bogor dan Depok. Menurutnya, pintu air di Depok sudah dalam kondisi siaga dua, sehingga air yang mengalir dari sungai Ciliwung tumpah ke pemukiman warga.
Beberapa warga mengungsi ke rumah kerabat mereka yang berada di sekitar lokasi tersebut. Namun, Sanusi menegaskan bahwa tidak ada warga yang mengungsi ke sekolah. “Di sini warga punya kerabat jadi ngungsi ke sana,” katanya.
Sampai saat ini, belum ada bantuan apapun yang diberikan oleh pihak Kelurahan Kebon Pala maupun Kecamatan Jatinegara kepada warga. Sanusi juga menyampaikan bahwa ketinggian air kemungkinan akan surut pada sore hari ini. Namun, suplai kebutuhan pokok masih belum tersedia, sehingga warga harus membeli makanan sendiri menggunakan uang pribadi.
Situasi Sebelumnya di Kebon Pala
Sebagai informasi tambahan, pada Kamis (19 Februari 2026) malam hingga Jumat (20 Februari 2026) pagi, hujan deras juga mengguyur wilayah Jakarta dan menyebabkan banjir di Kebon Pala dengan ketinggian air mencapai satu meter. Saat itu, petugas kepolisian menerjunkan perahu karet untuk membantu evakuasi warga dan memantau situasi di dalam pemukiman.
Warga sekitar memilih untuk tetap tinggal di lantai dua rumah mereka karena banjir belum terlalu parah. Biasanya, warga hanya akan mengungsi jika ketinggian air mencapai dua meter. Jamhari, salah satu warga setempat, mengaku belum ingin mengungsi selama ketinggian air masih satu meter.
“Kalau sudah tinggi banget baru deh pada mgunci rumah dan mengungsi,” ujarnya pada Jumat.
Tindakan yang Dilakukan Warga
Meski banjir masih terjadi, warga di Kebon Pala terlihat tetap tenang dan berusaha menghadapi situasi ini dengan cara masing-masing. Beberapa dari mereka memilih untuk tetap tinggal di rumah dan menunggu air surut, sementara yang lain telah mempersiapkan diri untuk mengungsi jika diperlukan.
Selain itu, warga juga saling membantu dalam hal penyediaan kebutuhan pokok dan pengaturan tempat tinggal sementara. Meskipun belum ada bantuan resmi dari pemerintah, rasa solidaritas antar warga terlihat cukup kuat dalam menghadapi bencana alam ini.
Dengan situasi seperti ini, penting bagi warga untuk tetap waspada dan siap mengambil langkah-langkah darurat jika diperlukan. Selain itu, komunikasi yang baik antara warga dan pihak berwenang juga sangat diperlukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan semua pihak.



















