Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: Seorang Guru SD Tewas dalam Tragedi Maut
Sebuah kejadian tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB. Sebuah insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek menewaskan tujuh orang, termasuk seorang guru SD yang menjadi korban. Insiden ini memicu proses evakuasi yang berlangsung dramatis dan mengakibatkan penundaan operasional kereta api.
Peristiwa ini diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak oleh KRL di pelintasan kereta. Akibatnya, rangkaian KRL yang tujuan Jakarta–Cikarang terpaksa berhenti lama di Stasiun Bekasi Timur sambil menunggu pengangkutan taksi tersebut. Saat itulah KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL yang sedang menunggu di stasiun tersebut. Gerbong wanita yang berada di rangkaian paling belakang rusak parah akibat tabrakan tersebut.
Menurut Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, jumlah korban tewas mencapai tujuh orang hingga pukul 07.00 WIB. Sementara itu, puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan. Salah satu korban yang berhasil diidentifikasi adalah Nurlela, seorang guru SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur.
Identifikasi Korban Tewas
Korban tewas Nurlela berhasil diidentifikasi setelah rekan kerjanya datang ke RSUD Bekasi. Mereka diperlihatkan foto dan memastikan bahwa Nurlela merupakan salah satu korban dalam kecelakaan maut ini. Menurut kesaksian penjaga sekolah, Nurlela kebetulan harus pulang malam di hari tersebut. Ia menaiki KRL menuju rumahnya di daerah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Endang, penjaga sekolah, mendapat kabar tentang kecelakaan maut tersebut. Ia langsung mengirim pesan singkat kepada Nurlela, tetapi pesannya tidak berbalas. Endang menyampaikan pesan tersebut dengan nada kaget:
“Assalamualaikum Bu Ela. Lihat berita ini enggak? Saya kaget Bu Ela, gitu. Kan Bu Ela pulang malam gitu, saya kaget.”
Pesan yang dikirimkan Nurlela sebelum kecelakaan juga sempat membuat Endang terkejut. Dalam pesan tersebut, Nurlela meminta tolong untuk membuang jus buah yang ia tinggalkan di sekolah agar tidak mengundang semut datang.
“Jam 20.16 WA saya nih, ‘Mang, saya lupa, kan ada jusnya itu ketinggalan di sini (sekolah), takut ada semut gitu, mau minta tolong buangin mungkin,’ gitu,” ujar Endang sambil menunjukkan pesan di ponselnya.
Sayangnya, setelah pesan tersebut, nomor telepon Nurlela sudah tidak bisa dihubungi lagi. Proses pencarian oleh pihak sekolah dan keluarga akhirnya berbuah hasil ketika jenazah Nurlela dibawa pulang ke rumahnya sekitar pukul 02.00 WIB.
Proses Evakuasi yang Dramatis
Proses evakuasi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur berjalan sangat dramatis. Petugas gabungan termasuk tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bekerja keras di antara gerbong-gerbong kereta yang rusak parah, mencoba menyelamatkan para penumpang yang terjebak.
“Evakuasi cukup lama, 8 jam, kita lakukan hati-hati sekali dalam pelaksanaan evakuasi korban,” ujar Bobby Rasyidin, mengutip tayangan YouTube Kompas TV, Selasa (28/4/2026).
Bobby menambahkan bahwa proses evakuasi dari Kereta Promo Anggrek telah selesai dilakukan. Seluruh gerbong telah dikosongkan demi memastikan keselamatan penumpang. Saat ini, pihaknya juga bersiap melakukan evakuasi lanjutan pada bagian lokomotif. Proses tersebut dilakukan dengan koordinasi bersama tim penyelamat guna memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Pembukaan Jalur Secara Bertahap
Di sisi lain, PT KAI memastikan bahwa jalur hilir telah kembali dibuka untuk operasional kereta api, meski masih terdapat pembatasan layanan di sejumlah titik. “Jalur hilir sudah dibuka untuk operasional kereta, walaupun untuk naik dan turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur belum bisa kami operasikan sepenuhnya. Sementara ini operasional dibatasi sampai Stasiun Bekasi,” ujarnya.
Pembukaan jalur secara bertahap ini dilakukan guna menjaga kelancaran perjalanan kereta api sekaligus memastikan keamanan penumpang selama proses pemulihan berlangsung.





















