BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang melakukan pemetaan sebaran anak tidak sekolah (ATS) hingga tingkat daerah. Tujuannya adalah untuk menelusuri akar masalah yang menyebabkan angka putus sekolah tinggi di wilayah tersebut.
Langkah ini dilakukan setelah data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan bahwa sekitar 106.196 anak di Jawa Barat tidak mengenyam pendidikan. Angka ini menjadi yang terbesar secara nasional, jauh melampaui jumlah anak tidak sekolah di Jawa Tengah yang mencapai sekitar 59.000 anak dan Jawa Timur dengan sebanyak 53.000 anak.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa masalah ATS kini menjadi salah satu prioritas utama dalam kebijakan pendidikan daerah. Pemprov akan menyusun data rinci berbasis wilayah agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran.
“Ini yang menjadi perhatian kita hari ini. Nanti kita buat data, di mana saja anak-anak yang tidak sekolah itu,” ujar Dedi, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, persoalan biaya seharusnya tidak lagi menjadi alasan anak putus sekolah. Pemerintah daerah telah menyiapkan skema pendidikan gratis bagi masyarakat tidak mampu, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Untuk jenjang sekolah dasar (SD), pembiayaan bahkan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah kabupaten/kota. “Sekolah negeri dan swasta untuk masyarakat tidak mampu gratis. Di tingkat SD juga sudah ditanggung pemerintah daerah,” katanya.
Setelah pemetaan selesai, pemerintah daerah akan melakukan pendekatan langsung ke lapangan. Aparat desa bersama dinas pendidikan kabupaten/kota dan provinsi akan mendatangi anak-anak yang tercatat tidak bersekolah untuk mendorong mereka kembali ke bangku pendidikan.
“Nanti didatangi oleh aparat desa, dinas pendidikan kabupaten/kota, provinsi, dan tim pengawas untuk didorong kembali sekolah,” ujarnya.
Selain itu, Dedi juga menyinggung kesiapan daerah dalam menjalankan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai alternatif untuk memperluas akses pendidikan.
“Daerah harus siap,” ucapnya.
Langkah-Langkah Pemerintah dalam Mengatasi Anak Tidak Sekolah
Pemetaan Daerah
Pemprov Jawa Barat melakukan pemetaan sebaran anak tidak sekolah hingga tingkat daerah. Tujuannya adalah untuk mengetahui lokasi dan penyebab utama tingginya angka putus sekolah.Data Rinci Berbasis Wilayah
Setelah pemetaan selesai, pemerintah akan menyusun data rinci berbasis wilayah. Data ini akan digunakan untuk menentukan intervensi yang lebih tepat sasaran.Pendekatan Langsung ke Lapangan
Aparat desa, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan provinsi akan melakukan pendekatan langsung ke anak-anak yang tidak bersekolah. Mereka akan diberi dorongan untuk kembali ke bangku pendidikan.Skema Pendidikan Gratis
Pemerintah daerah telah menyiapkan skema pendidikan gratis bagi masyarakat tidak mampu. Hal ini berlaku untuk sekolah negeri maupun swasta.Pembiayaan untuk SD
Untuk jenjang SD, pembiayaan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah kabupaten/kota. Ini bertujuan untuk memastikan semua anak dapat mengikuti pendidikan tanpa hambatan biaya.Kesiapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Daerah juga siap menjalankan kebijakan pembelajaran jarak jauh sebagai alternatif untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi anak-anak yang kesulitan mengakses sekolah secara langsung.
Peran Komunitas dan Stakeholder
Aparat Desa
Aparat desa berperan penting dalam pendekatan langsung ke anak-anak yang tidak bersekolah. Mereka memberikan dukungan dan dorongan untuk kembali ke sekolah.Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi
Dinas pendidikan kabupaten/kota dan provinsi bekerja sama untuk memastikan semua anak memiliki akses pendidikan yang layak.Tim Pengawas
Tim pengawas akan turut serta dalam pendekatan ke lapangan untuk memastikan keberlanjutan program dan kepatuhan terhadap kebijakan pendidikan.
Kesimpulan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengatasi masalah anak tidak sekolah. Dengan pemetaan daerah, data rinci, pendekatan langsung, dan skema pendidikan gratis, diharapkan angka putus sekolah dapat diminimalkan. Selain itu, kesiapan daerah dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh juga menjadi bagian penting dalam upaya memperluas akses pendidikan.



















