JAKARTA — PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengumumkan bahwa layanan KRL tujuan Cikarang sementara waktu tidak beroperasi akibat kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa hingga pagi ini, Selasa (28/4/2026) pukul 07.30 WIB, proses evakuasi masih berlangsung oleh petugas gabungan.
“Untuk layanan Commuterline Cikarang untuk sementara waktu tidak dijalankan,” ujarnya dalam pernyataannya.
Terkait durasi penghentian layanan, Karina menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan proses evakuasi yang sedang berlangsung. Sementara itu, Stasiun Bekasi Timur tidak melayani aktivitas naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL lintas Cikarang ditiadakan, baik melalui Manggarai maupun Pasar Senen. Kereta hanya berangkat dan berhenti di Stasiun Bekasi.
Karina mengimbau para pelanggan yang ingin melakukan perjalanan kereta api untuk sementara menggunakan layanan melalui Stasiun Bekasi hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Operasional perjalanan menuju lintas Bekasi juga masih mengalami penyesuaian seiring proses penanganan di lapangan.
“Kami mohon maaf atas ketidakyamanannya. Kami mengimbau kepada para pengguna untuk menyesuaikan perjalanannya, utamakan keselamatan dan ikuti arahan serta informasi dari petugas,” tambahnya.
Dalam kejadian tersebut, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat. Sementara itu, enam orang penumpang KRL meninggal dunia dan 80 orang mengalami luka-luka. Mereka kini telah mendapatkan penanganan medis di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain:
- RSUD Bekasi
- RS Bella Bekasi
- RS Primaya
- RS Mitra Plumbon Cibitung
- RS Bakti Kartini
- RS Siloam Bekasi Timur
- RS Hermina
- RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada para korban dan keluarga yang terdampak. Termasuk memastikan proses penanganan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Sementara itu, KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kejadian tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan di lokasi serta memastikan keselamatan dan layanan bagi pelanggan tetap terpenuhi,” ujar VP Corporate Communication KAI Anne Purba.
Selain KRL, seluruh perjalanan kereta api jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen untuk sementara dihentikan guna mendukung proses penanganan dan memastikan keselamatan perjalanan.
Berikut daftar kereta api jarak jauh yang dibatalkan:
KA Jarak Jauh Batal – 27 April 2026
- KA 120B Gunungjati (Gambir – Cirebon)
- KA 139B Parahyangan (Kiaracondong – Gambir)
- KA 140B Parahyangan (Gambir – Kiaracondong)
- KA 22 Argo Muria (Gambir – Semarang Tawang)
KA Jarak Jauh Batal – 28 April 2026
- KA 117B Gunungjati (Cirebon – Gambir)
- KA 56F–53F Purwojaya (Cilacap – Gambir)
- KA 58F–59F Purwojaya (Gambir – Cilacap)
- KA 143B Madiun Jaya (Madiun – Pasarsenen)
- KA 17 Argo Sindoro (Semarang Tawang – Gambir)
Pihak KAI berkomitmen untuk terus memperbarui informasi dan memastikan keselamatan para pengguna. Mereka juga menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah penanganan darurat dan pemulihan layanan secara bertahap.



















