Narasi di Media Sosial yang Mengklaim Pernyataan Presiden Prabowo Subianto
Banyak narasi yang beredar di media sosial mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto pernah menyampaikan pernyataan bahwa dirinya siap menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika rakyat tidak bahagia. Narasi tersebut menyebar luas, terutama melalui platform seperti Twitter dan Instagram.
Namun, bagaimana kebenaran dari klaim tersebut? Berikut adalah penelusuran dan fakta-fakta yang ditemukan.
Tidak Ada Sumber Valid yang Mendukung Klaim
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada sumber valid yang dapat membenarkan klaim bahwa Presiden Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut. Pembuat konten hanya menyampaikan kalimat tanpa adanya kutipan atau sumber kredibel lainnya. Informasi yang disampaikan tampaknya dibuat secara sepihak dan tidak didukung oleh data atau bukti nyata.
Dalam sebuah diskusi bersama jurnalis senior dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, Selasa (17/3/2026), Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya akan tetap melanjutkan program MBG meskipun situasi global sedang tidak pasti. Ia juga menekankan bahwa lebih baik APBN digunakan untuk program tersebut daripada dikorupsi.
“Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” ujarnya saat itu.
Prabowo Yakin Program MBG Berada di Jalan yang Benar

Landasan utama dari kelanjutan program MBG adalah temuan kasus tengkes atau stunting di masyarakat. Presiden Prabowo mengaku sempat menemukan anak berusia 11 tahun dengan kondisi fisik serupa dengan balita berumur 4 tahun. Dari pengalaman tersebut, ia yakin bahwa program MBG sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Saya haqul yakin berada di jalan yang benar (dengan melanjutkan program MBG)! Uang kita ada,” katanya.
Jangan Mudah Percaya Informasi yang Beredar di Media Sosial

Dengan demikian, narasi bahwa Presiden Prabowo akan menghentikan program MBG apabila rakyat tidak bahagia adalah hoaks. Tidak ditemukan sumber atau momen yang menunjukkan bahwa pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo.
Bagi generasi Millenial dan Gen Z, penting untuk tidak mudah percaya informasi yang beredar di media sosial. Coba cek informasi tersebut melalui sumber-sumber lain, seperti pencarian di Google atau media nasional yang kredibel. Dengan mengecek lebih dari satu kali ke sumber lain, kamu bisa terhindar dari informasi yang menyesatkan atau disinformasi.
Tips untuk Menyaring Informasi di Media Sosial
- Cek sumber informasi sebelum mempercayainya.
- Gunakan situs web resmi atau media yang memiliki reputasi baik.
- Bandingkan informasi dari berbagai sumber untuk memastikan akurasinya.
- Jangan langsung menyebarkan informasi tanpa verifikasi terlebih dahulu.
Dengan kesadaran dan kehati-hatian dalam menghadapi informasi di media sosial, kita dapat membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan bermanfaat bagi semua pihak.



















