Peran Strategis Pesantren Lansia Aisyiyah dalam Kesejahteraan Lanjut Usia di Kabupaten Tegal
Pemerintah Kabupaten Tegal memberikan apresiasi yang tinggi dan dukungan penuh terhadap peran strategis Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) Pesantren Lansia Aisyiyah Khusnul Khotimah. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi lembaga berbasis komunitas tersebut dalam memberikan pelayanan sosial yang komprehensif bagi para lanjut usia di wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, Endro Nor Susilo, mewakili Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman.
Dukungan dan apresiasi ini diungkapkan secara langsung saat berlangsungnya acara Milad ke-7 LKSLU Pesantren Lansia Aisyiyah Husnul Khotimah yang diselenggarakan di Aula Lansia Aisyiyah Slawi. Dalam kesempatan tersebut, Endro Nor Susilo turut menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tegal, beserta seluruh jajaran pengurus, pengelola, dan para relawan pesantren lansia. Ia menggarisbawahi konsistensi mereka dalam memberikan pelayanan, pembinaan, dan pendampingan yang berkelanjutan bagi para lansia di Kabupaten Tegal.
Tantangan dan Ketangguhan Lansia di Kabupaten Tegal
Endro Nor Susilo menyoroti sebuah fakta penting mengenai kondisi para lansia di Kabupaten Tegal. Berdasarkan data yang ada, lebih dari 51 persen lansia di Kabupaten Tegal masih aktif bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Mayoritas dari mereka bergelut di sektor-sektor vital seperti pertanian, kehutanan, perikanan, serta berbagai sektor informal lainnya. Yang lebih mencengangkan, sekitar 60 persen dari lansia yang bekerja ini masih mendedikasikan waktu minimal 35 jam per minggu untuk aktivitas pekerjaan mereka.
“Kondisi ini mencerminkan ketangguhan luar biasa para lansia kita. Di sisi lain, ini juga menjadi pengingat keras bahwa mereka masih memikul beban ekonomi yang tidak ringan di usia senja,” ujar Endro. “Oleh karena itu, keberadaan Pesantren Lansia Aisyiyah menjadi sangat strategis dan krusial dalam memberikan dukungan yang mereka butuhkan.”
Lebih dari Sekadar Pembinaan Keagamaan
Endro Nor Susilo menilai bahwa Pesantren Lansia Aisyiyah memiliki fungsi yang jauh melampaui sekadar tempat pembinaan ibadah dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Lembaga ini telah menjelma menjadi ruang perlindungan sosial yang vital, pusat penguatan mental, serta penjaga martabat para lansia. Melalui berbagai program dan kegiatannya, pesantren lansia ini berupaya memastikan bahwa para lansia tetap merasa dihargai, memiliki makna dalam hidup, dan tidak terpinggirkan.
Menyikapi hal ini, Endro menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Tujuannya adalah untuk mewujudkan pelayanan lansia yang holistik, yang mencakup seluruh aspek kehidupan mereka, mulai dari kesehatan, sosial, ekonomi, hingga spiritual. Kolaborasi yang erat antar berbagai pihak diyakini menjadi kunci utama dalam menciptakan kehidupan para lansia yang sejahtera, bermartabat, dan berkeadilan.
“Kami sangat berharap LKSLU Pesantren Lansia Aisyiyah dapat terus berkembang, senantiasa istiqomah dalam menjalankan misinya, serta menjadi teladan dan inspirasi bagi penguatan layanan kesejahteraan lansia di seluruh Kabupaten Tegal,” harap Endro.
Transformasi dan Perkembangan Pesantren Lansia Aisyiyah
Ketua LKSLU Pesantren Lansia Aisyiyah Kabupaten Tegal, Sriyatun, memaparkan lebih lanjut mengenai sejarah dan perkembangan lembaganya. Pesantren Lansia Aisyiyah didirikan pada tanggal 29 Desember 2018. Pendirian ini merupakan tindak lanjut dari keputusan strategis Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) Aisyiyah yang berfokus pada upaya pemeliharaan dan pendampingan bagi para lansia.
Meskipun sempat menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak signifikan dari pandemi COVID-19, kegiatan lembaga ini tidak pernah terhenti. Sebaliknya, program-programnya terus berjalan dan berkembang seiring waktu.
“Menindaklanjuti arahan dari Pimpinan Pusat Aisyiyah pada Oktober 2025 lalu, Pesantren Lansia Aisyiyah telah mengalami sebuah transformasi penting. Kini, lembaga ini bertransformasi menjadi Day Care Lansia Aisyiyah Khusnul Khotimah. Perubahan ini bertujuan untuk menawarkan layanan yang lebih komprehensif, terstruktur, dan berkelanjutan, tanpa sedikit pun meninggalkan semangat pembelajaran dan nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas pesantren,” jelas Sriyatun.
Perhatian Nyata Pemerintah untuk Lansia Dhuafa
Dalam momentum perayaan milad tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal menunjukkan perhatian nyata terhadap kelompok rentan melalui penyaluran santunan. Sebanyak 110 lansia dhuafa yang tersebar di seluruh Kabupaten Tegal menerima santunan sebesar Rp250.000 per orang. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan mereka.
Penyaluran santunan ini berhasil terlaksana berkat sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Tegal dengan berbagai mitra sosial. Mitra-mitra tersebut meliputi Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah, PT Perkasa, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal, dan Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu). Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup para lansia di Kabupaten Tegal.



















