Kebumen dihebohkan dengan insiden penyerangan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan. Seorang pemuda bernama Achmad Sapari (38), warga Dusun Watukumpul, Desa Pakuran, Kecamatan Sruweng, diamankan oleh aparat Polres Kebumen dan Polsek Pejagoan atas dugaan penyerangan terhadap seorang warga bernama Pawito (46).
Peristiwa yang terjadi pada Selasa dini hari, 9 Desember 2025 ini, sempat membuat resah warga setempat. Achmad Sapari, yang diketahui tengah menjalani pengobatan kejiwaan, diduga mengalami kondisi tidak stabil akibat telat mengonsumsi obat.
Wakapolres Kebumen, Kompol Faris Budiman, menjelaskan kronologi kejadian. Pelaku, yang sempat melarikan diri setelah melakukan penganiayaan, berhasil diamankan di area Pasar Pasir, Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan.
Kronologi Penyerangan
- Peristiwa penganiayaan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.
- Pelaku memasuki rumah korban yang dalam keadaan tidak terkunci di Desa Karangpoh.
- Korban, Pawito, yang sedang tertidur, tiba-tiba diserang dengan golok.
- Serangan tersebut menyebabkan luka robek pada tubuh korban.
- Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menurut keterangan, saat diamankan di Mapolsek Pejagoan, Achmad Sapari tidak melakukan perlawanan. Selanjutnya, pelaku dirujuk ke RSUD Prembun untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut terkait kondisi kejiwaannya.
Imbauan Polres Kebumen
Menyikapi kejadian ini, Polres Kebumen mengimbau kepada keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap pasien dengan kondisi kejiwaan, terutama yang menjalani pengobatan rawat jalan. Pengawasan yang ketat diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
- Kepatuhan Minum Obat: Pastikan pasien rutin mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Keterlambatan atau penghentian pengobatan dapat memicu kondisi yang tidak stabil.
- Penting untuk memahami bahwa obat-obatan kejiwaan seringkali membutuhkan waktu untuk bekerja secara efektif, dan penghentian mendadak dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.
- Komunikasi yang Terbuka: Bangun komunikasi yang baik dengan pasien. Dengarkan keluh kesah mereka dan berikan dukungan emosional.
- Menciptakan lingkungan yang aman dan suportif dapat membantu pasien merasa lebih nyaman dan terbuka untuk berbagi perasaan mereka.
- Pengawasan Aktivitas: Pantau aktivitas pasien sehari-hari. Perhatikan perubahan perilaku atau suasana hati yang mencurigakan.
- Perubahan mendadak dalam perilaku atau suasana hati bisa menjadi indikasi bahwa pasien sedang mengalami masalah dan membutuhkan bantuan.
- Lingkungan yang Aman: Pastikan lingkungan tempat tinggal pasien aman dan bebas dari benda-benda berbahaya yang dapat digunakan untuk melukai diri sendiri atau orang lain.
- Menjauhkan benda-benda tajam atau berbahaya dari jangkauan pasien dapat membantu mencegah tindakan impulsif yang merugikan.
- Konsultasi dengan Profesional: Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan jiwa jika ada kekhawatiran tentang kondisi pasien.
- Profesional kesehatan jiwa dapat memberikan saran dan dukungan yang tepat untuk membantu pasien dan keluarga mengatasi masalah yang dihadapi.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya perhatian dan dukungan terhadap kesehatan jiwa. Dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.




