Penurunan Signifikan Penumpang Bandara Sultan Iskandar Muda Selama Periode Iduladha
Periode libur Iduladha tahun ini diwarnai dengan penurunan jumlah penumpang yang signifikan di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional SIM, Setiyo Pramono, melaporkan bahwa terjadi penurunan penumpang hingga 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data yang dihimpun hingga 28 Mei 2026 mencatat adanya 52 pergerakan pesawat, terdiri dari 26 kedatangan dan 26 keberangkatan. Dari total pergerakan tersebut, tercatat sebanyak 5.001 penumpang, dengan rincian 2.694 penumpang datang dan 2.307 penumpang berangkat.
Angka ini menunjukkan perbedaan yang mencolok jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025. Pada tahun sebelumnya, Bandara SIM mencatat 123 pergerakan pesawat, mengangkut 12.396 penumpang, dan menangani 125.942 kilogram kargo.
“Yang jelas secara historis, periode Iduladha memang selalu terjadi penurunan jumlah penumpang. Jika dibandingkan dengan rata-rata harian, penurunannya berkisar di angka 46 persen,” ujar Setiyo Pramono pada hari Senin, 1 Juni 2026.
Meskipun terjadi penurunan trafik penumpang, Setiyo memastikan bahwa layanan penerbangan selama masa angkutan Iduladha tetap berjalan normal. Aktivitas di bandara terpantau terkendali, meskipun jumlah pergerakan penumpang tidak seramai periode sebelumnya.
Rute Penerbangan Favorit Tetap Konsisten
Terlepas dari penurunan jumlah penumpang secara keseluruhan, rute penerbangan yang menjadi favorit masyarakat tidak mengalami perubahan signifikan. Destinasi domestik dan internasional yang paling diminati masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan preferensi penumpang yang cenderung stabil.
Untuk penerbangan domestik, rute Banda Aceh menuju Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian besar penumpang. Rute ini terus mendominasi daftar tujuan yang paling banyak dicari.
Sementara itu, di segmen penerbangan internasional, rute Banda Aceh ke Kuala Lumpur, Malaysia, masih menjadi pilihan terfavorit. Hubungan erat antara kedua wilayah ini menjadikan rute tersebut sebagai jalur utama bagi penumpang yang bepergian ke luar negeri.
Fenomena penurunan penumpang pada periode hari raya keagamaan seperti Iduladha bukanlah hal yang baru. Beberapa faktor diperkirakan berkontribusi terhadap tren ini, di antaranya adalah:
- Pergeseran Prioritas Perjalanan: Sebagian masyarakat mungkin memilih untuk merayakan Iduladha di kampung halaman atau bersama keluarga besar di darat, sehingga mengurangi kebutuhan akan perjalanan udara.
- Faktor Biaya: Periode libur panjang seringkali diikuti dengan kenaikan harga tiket pesawat. Hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi sebagian orang untuk menunda atau membatalkan rencana perjalanan udara.
- Alternatif Transportasi: Bagi sebagian penumpang, terutama yang memiliki tujuan relatif dekat, transportasi darat atau laut mungkin menjadi alternatif yang lebih ekonomis dan praktis.
- Fokus pada Liburan Lokal: Beberapa orang mungkin memanfaatkan libur Iduladha untuk menikmati destinasi wisata domestik yang tidak memerlukan penerbangan jarak jauh.
Meskipun terjadi penurunan, Bandara SIM tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang yang melakukan perjalanan. Manajemen bandara terus memantau perkembangan trafik penumpang dan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan operasional berjalan lancar dan efisien.
Pihak bandara juga terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan terkait untuk memastikan ketersediaan jadwal penerbangan yang memadai, terutama untuk rute-rute favorit yang tetap diminati. Upaya ini penting untuk menjaga konektivitas udara dan mendukung mobilitas masyarakat, meskipun dalam skala yang lebih kecil selama periode tertentu.
Ke depan, Bandara SIM diharapkan dapat kembali meningkatkan jumlah pergerakan penumpang seiring dengan normalnya aktivitas masyarakat pasca-libur Iduladha. Evaluasi terhadap tren penumpang dan preferensi rute akan terus dilakukan untuk menjadi dasar dalam perencanaan dan pengembangan layanan di masa mendatang.


















