околоссылочный3 google 3 текст3

Pesan pilu penumpang KRL sebelum tewas dalam tragedi KA Argo Bromo di Bekasi: Jus ketinggalan

Diposting pada

Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur

Korban jiwa dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, termasuk Nurlela, seorang guru sekaligus bendahara SDN Pulo Gebang 11 Jakarta Timur. Kepergian sosok yang akrab disapa Teh Ela ini menyisakan duka mendalam bagi rekan sejawat dan kerabatnya.

Pesan Terakhir yang Tidak Terduga

Pada malam kejadian, Nurlela sedang dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Sekitar pukul 20.16 WIB, ponsel Endang, penjaga sekolah sekaligus kerabat korban, berdentang menerima pesan WhatsApp dari Nurlela.

“Bahkan jam 20.16 WIB dia WA saya, kan jusnya ketinggalan. Mungkin takut disemutin, mau minta tolong buangin mungkin,” kenang Endang saat ditemui di depan Instalasi Pemulangan Jenazah RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) dini hari.

Siapa sangka, perhatian kecil Nurlela terhadap jus yang tertinggal di sekolah itu menjadi kata-kata terakhirnya. Tak lama setelah pesan itu terkirim, tabrakan maut antara kereta api jarak jauh dan kereta rel listrik itu terjadi.

Kebiasaan yang Menjadi Kenangan

Endang mengaku pertama kali mengetahui peristiwa kecelakaan tersebut melalui siaran televisi. Di tengah kekhawatiran, ia diminta oleh kepala sekolah untuk memastikan kondisi Nurlela.

“Lihat berita ini, saya kaget kan Teh Ela (meninggal). Saya disuruh kepala sekolah, suruh nyari informasi, sudah ke sana (stasiun), tapi katanya sudah dievakuasi,” ujar Endang dengan nada getir.

Setibanya di Stasiun Bekasi Timur, Endang mendapati Nurlela sudah dibawa ke RSUD Kota Bekasi. Ia pun bergegas menuju rumah sakit untuk memberikan pendampingan terakhir bagi rekan kerjanya tersebut.

Dampak Kecelakaan dan Evakuasi

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL rute Bekasi–Jakarta. Insiden memilukan ini merenggut empat nyawa dan menyebabkan 38 penumpang lainnya luka-luka.

Para korban luka saat ini tengah menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit, termasuk RSUD Bekasi, RS Primaya, dan RS Mitra Keluarga. Akibat kejadian ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sempat menghentikan operasional kereta api jarak jauh dari Jakarta guna mempercepat proses evakuasi.

Perasaan yang Mengguncang Hati

Kini, di tengah kesunyian lorong rumah sakit, keluarga dan kerabat masih menunggu proses pemulangan jenazah Nurlela. Pesan tentang jus yang tertinggal itu kini menjadi bukti betapa singkatnya sebuah pertemuan, meninggalkan duka yang tak terhapuskan bagi SDN Pulo Gebang 11.

Penutup

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kehidupan bisa berubah dalam sekejap. Nurlela, yang selalu peduli pada hal-hal kecil seperti jus yang tertinggal, kini menjadi bagian dari kenangan yang tak akan pernah terlupakan. Duka yang dirasakan oleh keluarga dan rekan kerjanya adalah bukti betapa besar pengaruh sosok yang telah pergi.


Gambar Gravatar
Wafaul adalah penulis yang fokus pada isu nasional, kebijakan publik, dan perkembangan daerah di Indonesia. Ia aktif menyajikan informasi terkini dengan pendekatan faktual, ringkas, dan mudah dipahami oleh pembaca.

Tinggalkan Balasan