Polemik Harta Gono-Gini dan Hubungan Sarwendah dengan Giorgio Antonio: Betrand Peto Beri Pesan Khusus
Konflik antara presenter ternama Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memanas. Kali ini, perseteruan tersebut berpusat pada pembagian harta gono-gini, penghentian nafkah anak sejak akhir tahun 2025, dugaan upaya mempersulit akses bertemu anak, serta kedekatan Sarwendah dengan kekasihnya, Giorgio Antonio. Kehadiran Giorgio Antonio dalam kehidupan Sarwendah pasca perceraian disebut-sebut semakin memperkeruh suasana yang memang sudah memanas. Pihak Ruben Onsu pun tak tinggal diam, menyuarakan kekesalannya melihat tindakan Giorgio dan Sarwendah yang kerap melibatkan anak-anak dalam berbagai kesempatan.
Di tengah situasi yang kompleks ini, Betrand Peto, anak angkat Ruben dan Sarwendah, memilih untuk tidak mencampuri urusan pribadi Sarwendah terkait kedekatannya dengan Giorgio Antonio. Betrand, yang akrab disapa Onyo, menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada Sarwendah.
“Kalau untuk urusan itu, aku serahin lagi sama bunda untuk permasalahan itu,” ujar Betrand Peto. Ia menambahkan, “Cuman kan lagi situasinya sekarang kayak gini dan juga sekarang banyak permasalahan-permasalahan.”
Namun, Betrand Peto tidak hanya diam. Ia menyampaikan sebuah pesan penting kepada pengusaha muda yang dikabarkan dekat dengan ibundanya, Giorgio Antonio. Onyo menyarankan agar Giorgio Antonio membangunkan rumah untuk Sarwendah.
“Aku cuma bilang untuk pasangannya bunda, aku sebagai anak cowoknya bunda mau ngomong,” kata Onyo. “Kalau misalkan biar enggak ada permasalahan lagi tentang rumah ini, aku saranin untuk bikin rumah buat bunda. Bikin rumah untuk bunda biar bundanya juga nyaman, biar enggak ada perdebatan lagi tentang masalah rumah.”
Betrand Peto mengklaim dirinya mengetahui sejak awal proses pembangunan rumah yang saat ini ditempati oleh Sarwendah dan kedua adiknya. “Karena kan tahu dari awal pembangunan rumah ini, aku juga ngikut kan gitu. Aku juga ngikut, ini aku paham siapa yang bangun rumah ini gitu,” terangnya.
Sarwendah Bantah Menguasai Harta Gono-Gini, Fokus pada Kebutuhan Anak
Hampir dua tahun setelah resmi bercerai, polemik mengenai pembagian aset antara Ruben Onsu dan Sarwendah masih belum menemukan titik terang. Sebelumnya, kedua belah pihak telah menandatangani perjanjian terkait pembagian aset yang akan diserahkan kepada Ruben dan Sarwendah. Namun, pihak Ruben Onsu, melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, belakangan menyoroti kembali isi perjanjian tersebut. Ia menyebutkan bahwa beberapa aset yang seharusnya menjadi hak Ruben hingga kini belum sepenuhnya diserahkan.
Menanggapi hal ini, pihak Sarwendah, melalui kuasa hukumnya Abraham Simon, angkat bicara. Abraham Simon membantah keras tudingan bahwa kliennya berniat menguasai harta gono-gini dari Ruben Onsu. Berdasarkan pengakuan Sarwendah, ia hanya membutuhkan satu rumah saja untuk kelangsungan hidup anak-anaknya.
“Sangat lantang kemarin disampaikan oleh kuasa hukum RO bahwa klien kami yang memilih, saya mau ini, kamu ini, kamu itu. Kami punya fakta percakapan sebelum akta kesepakatan ditandatangani. Bahkan klien kami menyatakan bahwa klien kami hanya butuh satu rumah saja. Dan itu untuk kepentingan anak-anaknya,” ujar Abraham Simon.
Abraham Simon kemudian menunjukkan isi percakapan antara Sarwendah dan Ruben Onsu terkait pembagian aset. Dalam percakapan tersebut, Sarwendah tampak justru menyerahkan aset-aset seperti villa dan apartemen menjadi hak milik Ruben.
“Semua aset villa, apartemen, Rempoa, ini nama-nama properti ya, itu menjadi hak milik kamu,” ujar Simon menirukan isi percakapan. Jawaban Ruben yang terekam adalah, “Jangan, aku enggak mau.” Sarwendah kemudian kembali menegaskan, “Aku enggak butuh banyak rumah. Aku cuma mikirin anak-anak aja kok.” Ia juga menyebutkan masih memiliki rumah orang tuanya dan bisa menumpang di sana. “Jadi terjawab ya bahwa pembagian aset properti sudah disepakati dengan sangat baik antara RO dan klien kami ya,” beber Abraham Simon.
Perjanjian Perceraian Diungkit: Rumah Sarwendah Diduga Dijadikan Jaminan Utang Ruben Onsu
Polemik ini bermula ketika pihak Ruben Onsu, melalui kuasa hukumnya Minola Sebayang, mengungkit kembali isi perjanjian perceraian. Minola Sebayang menyebutkan bahwa perjanjian tersebut tidak hanya mengatur soal pembagian waktu bertemu anak, tetapi juga beberapa aset.
“Ada sih beberapa hal-hal yang harusnya itu dilakukan ya. Seperti dalam dalam akta 39 itu kan udah ditentukan nih dari pihak sana, ‘saya mau yang ini, Ruben ini kan’, begitu Ruben. Oke, gitu ya mengenai masalah aset misalnya,” ujar Minola. Ia menambahkan bahwa sejak penandatanganan perjanjian, pihak Sarwendah berencana menyerahkan aset-aset tersebut sepenuhnya kepada Ruben. Namun, hingga kini, pihak Ruben dikabarkan belum menerima apa yang menjadi haknya sesuai perjanjian. “Nah, di situ ada satu pasal yang mengatakan bahwa aset-aset yang untuk Ruben setelah ditandatangani perjanjian ini akan diserahkan dalam kekuasaan Ruben sepenuhnya.”
Menanggapi hal ini, pihak Sarwendah, melalui kuasa hukumnya Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, membuka isi perjanjian tersebut. Akta perjanjian Sarwendah dan Ruben Onsu telah disahkan melalui notaris agar memiliki kekuatan hukum. Chris Sam Siwu membeberkan bahwa selain jadwal bertemu dan biaya nafkah anak, ada poin penting mengenai pembagian aset.
“Poin aset ini yang penting. Di mana dalam perjanjian, Sarwendah hanya meminta satu aset saja, yaitu rumah untuk ditinggalkan anak-anak,” kata Chris Sam Siwu.
Sarwendah Klaim Rumahnya Bermasalah Akibat Dijadikan Jaminan Utang Perusahaan Ruben Onsu
Namun, Chris Sam Siwu mengungkapkan adanya masalah dengan rumah yang ditempati Sarwendah dan anak-anak. Sertifikat rumah tersebut diduga dijadikan jaminan untuk utang perusahaan milik Ruben Onsu.
“Selain dari utang yang dimiliki secara pribadi oleh klien kami dan RO, ada juga utang dari perusahaan milik RO yang menjaminkan rumah yang diserahkan kepada klien kami berdasarkan akta kesepakatan. Ya, itu yang perlu dipahami,” jelasnya.
Chris merasa prihatin karena Sarwendah, yang hanya meminta satu aset di antara banyak aset yang dimiliki Ruben, kini harus menghadapi masalah ini. “Sementara RO ini aset yang dimiliki bersih semua, tidak ada hutang atau cicilan,” ucap Chris.
Abraham Simon menambahkan bahwa ia memegang bukti berupa surat peringatan tunggakan pembayaran cicilan sejak Juni 2024. Terdapat beberapa surat peringatan yang diterima Sarwendah, akibat mantan suaminya belum membayar cicilan, padahal dalam perjanjian, Ruben Onsu berjanji untuk membayar cicilan tersebut hingga lunas.
Chris menyebutkan bahwa Sarwendah mulai merasa lelah dengan situasi ini. Ia bahkan bersedia membantu Ruben melunasi utangnya agar rumah yang ditempati anak-anak tidak lagi bermasalah. “Tapi setiap klien kami mau komunikasi, disuruh hubungi pengacaranya. Kami meminta kepada RO ini diselesaikan. Karena jumlah utangnya sangat banyak,” ujar Chris.
Ruben Onsu dan Sarwendah secara resmi bercerai pada 24 September 2024, setelah putusan verstek dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.













