Kobar Api Melalap Rumah Dua Lantai: Kisah Dramatis Penghuni
Peristiwa kebakaran yang tragis terjadi di Kelurahan Pohe, Kota Gorontalo, pada Rabu malam (27/5/2026), meluluhlantakkan sebuah rumah dua lantai milik keluarga Abdullah. Api yang berkobar hebat menghanguskan hampir seluruh isi bangunan.
Kejadian ini menyisakan kepiluan mendalam bagi para penghuninya. Rahman Abdullah (46), salah satu saksi mata dan penghuni rumah, menceritakan dengan detail detik-detik mengerikan saat ia berjuang menyelamatkan diri dari amukan si jago merah.
Baca Juga: Berita Kebakaran Lainnya
Awal Mula Kebakaran dan Kepanikan
Saat kejadian, Rahman sedang berada di lantai dua rumahnya, menikmati waktu luang dengan bermain ponsel. Ia tak menyadari bahaya yang mengintai hingga paman pribadinya, Jaidu Abdullah, berlari turun dari lantai atas dengan wajah penuh kepanikan.
“Saya awalnya dari rumah sebelah, lalu naik ke atas karena biasanya tidur di lantai dua,” ungkap Rahman. Ia menjelaskan bahwa di lantai dua terdapat empat ruangan. Perkiraan waktu kejadian adalah sekitar pukul tujuh atau setengah delapan malam.
“Saat itu saya dengar seperti ada suara orang bercerita naik ke lantai atas. Tapi saya tidak terlalu memperhatikan,” kenangnya. Namun, suasana tenang itu seketika buyar saat pamannya keluar dengan kepanikan luar biasa.
Api Melalap dari Kamar Depan Dekat Tangga
“Tidak lama kemudian paman saya keluar dengan panik. Ia hanya bilang ‘ih-ih’. Saya mulai curiga dan mengecek kamar,” tutur Rahman. Ia segera beranjak mengecek ke arah pintu kamar yang berdekatan dengan tangga.
Di sanalah ia melihat api pertama kali berkobar. “Api sudah ada di kamar depan dekat tangga dan membakar bagian atas,” jelasnya. Saat itu, hanya ada Rahman dan pamannya di lantai dua rumah tersebut.
Upaya Pemadaman yang Terhambat
Melihat api membesar, Rahman segera turun ke lantai bawah untuk mencari air guna memadamkan api. Namun, upayanya terhalang oleh kecepatan api yang merambat.
“Belum sempat memadamkan, api sudah membesar dengan cepat. Di samping rumah sudah ada warga yang membantu menyiram,” katanya. Prioritas utamanya saat itu adalah memadamkan api, hingga ia mengurungkan niat untuk mengambil ponselnya yang tertinggal.
Kerugian Materiel yang Sangat Besar
Seluruh isi rumah di lantai dua ludes dilalap api. Pakaian, kasur, perabotan rumah tangga, dan berbagai perlengkapan lainnya hangus terbakar. Kondisi lantai dua sangat parah karena material utamanya didominasi oleh papan.
“Yang paling parah di atas. Hampir semua bagian terdampak kebakaran,” jelas Rahman. Kulkas lama di lantai bawah yang sudah tidak terpakai pun anehnya tidak ikut terbakar.

Saat ini, Rahman dan keluarganya mengungsi sementara di rumah kakaknya. “Harapan saya ada bantuan sekadarnya, karena semua habis,” tuturnya lirih. Musibah ini juga menghanguskan dokumen-dokumen pribadi keluarga yang tersimpan di lantai dua.
















