Pemkab Sleman Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Kapanewon Tempel
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah dengan menyalurkan bantuan stimulan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), paket sembako, hingga santunan anak yatim bagi warga di Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.
Kapanewon Tempel dipilih sebagai lokasi penyaluran bantuan karena pertimbangan peta kemiskinan wilayah. Menurut Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, basis kemiskinan di Kapanewon Tempel masih cukup tinggi. Oleh karena itu, kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Berbagai Bentuk Bantuan yang Diberikan
Di lokasi penyaluran bantuan, diserahkan secara simbolis berupa paket sembako, santunan anak yatim, serta Bantuan Stimulan RTLH (BS-RTLH). Selain itu, PDAM Sleman juga menyalurkan bantuan pipa saluran air minum pedesaan senilai Rp30 juta bagi sejumlah keluarga terdampak. Adapun penanganan darurat tebing longsor juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini.
Danang Maharsa menekankan bahwa RTLH menjadi prioritas utama karena rumah merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Ia berharap, rumah yang layak bisa memberikan kenyamanan, kesehatan, dan keamanan bagi penghuninya. Meski masih banyak RTLH yang harus diselesaikan, ia optimistis bahwa setiap tahunnya lebih dari 1.000 RTLH bisa diberdayakan melalui berbagai sumber anggaran seperti APBD, pusat, provinsi, dan BAZNAS.
Sejumlah warga tampak bahagia dan berterima kasih atas bantuan yang diterima. Mereka mengucapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah yang begitu dekat dengan masyarakat.
Rangkaian Kegiatan HUT ke-110 Sleman
Rangkaian peringatan hari jadi ke-110 Kabupaten Sleman tahun ini mengusung tema “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman.” Tema ini mencerminkan semangat gotong royong dalam memikul tanggung jawab demi kesejahteraan masyarakat Sleman.
Beberapa bentuk bantuan yang disalurkan dalam rangkaian acara antara lain:
- Bantuan RTLH sebanyak 20 rumah di 17 kapanewon.
- 2.320 paket sembako untuk warga kurang mampu.
- Santunan bagi 430 anak yatim di 17 kapanewon.
- Khitanan Massal bagi 110 anak di Puskesmas Mlati II.
- Operasi Katarak bagi 30 pasien di RSUD Prambanan dan RSUD Sleman.
- Pelayanan kesehatan melalui Gebyar Husada di Sleman City Hall (5-7 Mei).
Selain itu, ada juga kegiatan budaya seperti Festival Dalang dan pagelaran wayang kulit unik yang menampilkan 15 dalang dalam satu panggung. Tahun ini, Pemkab Sleman juga menyasar kalangan muda melalui sosialisasi olahraga tradisional seperti egrang dan benthik yang melibatkan Karang Taruna.
Perubahan Jadwal Acara Puncak
Puncak peringatan atau Gong acara yang awalnya direncanakan tanggal 17 Mei diundur menjadi Minggu (24/5/2026). Perubahan jadwal ini dilakukan untuk menyesuaikan agenda Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, yang diharapkan bisa hadir dalam acara tersebut.
“Kami berharap acara ini bisa fix dengan Pak Gubernur, karena kita menyesuaikan dengan jadwalnya Pak Gubernur,” ujar Ketua Umum Panitia Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, Dwi Anta Sudibya.


















