Para pelaku seni ternama, Rezky Aditya, Dimas Seto, dan sahabat mereka, Fauzan, telah merambah dunia bisnis dengan langkah yang cukup mengejutkan. Ketiganya berkolaborasi mendirikan sebuah pusat olahraga Padel dengan membangun lima lapangan di lokasi-lokasi strategis di Jakarta dan sekitarnya, yaitu Bintaro, Cawang, Pejaten, Menteng, dan Raden Inten. Bisnis yang mereka beri nama Monarch Padel ini tidak main-main; mereka menargetkan untuk menciptakan ekosistem yang lengkap, berkelanjutan, dan berstandar internasional.
Awal Mula Ketertarikan di Tengah Kesulitan
Rezky Aditya menceritakan bahwa ketertarikannya pada bisnis lapangan Padel berawal dari kegemarannya bermain olahraga ini bersama teman-teman. Pengalaman pada bulan Ramadhan tahun lalu menjadi titik pemicunya. Saat itu, ia dan rekan-rekannya mengalami kesulitan luar biasa untuk menemukan lapangan Padel yang tersedia. Antrean panjang dan ketersediaan yang terbatas membuat mereka berpikir keras.
Dari pengalaman frustrasi itulah, muncul ide untuk membangun usaha lapangan Padel sendiri. Namun, ide tersebut sempat tertunda. Rezky dan timnya sempat dilanda kekhawatiran bahwa ketertarikan mereka hanyalah sekadar tren sesaat atau fenomena fear of missing out (FOMO). Mereka ingin memastikan bahwa keputusan berbisnis ini didasari oleh pertimbangan yang matang dan potensi jangka panjang.
Setelah melalui proses pemikiran dan evaluasi selama beberapa bulan, Rezky Aditya beserta teman-temannya akhirnya membulatkan tekad untuk terjun ke bisnis ini. Keputusan ini diambil dengan keyakinan penuh.
“Tapi akhirnya kita pikirkan serius buat bikin lapangan Padel di 5 tempat. Ini yang pertama di Bintaro,” ujar Rezky Aditya dalam sebuah sesi jumpa pers yang diadakan di kawasan Bintaro belum lama ini, mengonfirmasi keseriusan mereka dalam mengembangkan bisnis ini.
Konsep Unik di Setiap Lokasi
Salah satu aspek menarik dari Monarch Padel adalah bagaimana setiap lapangan dirancang dengan karakteristik unik yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Pendekatan ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya membangun fasilitas olahraga, tetapi juga berusaha mengintegrasikannya dengan kebutuhan komunitas lokal.
-
Monarch Padel Bintaro: Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Lokasi di Bintaro dipilih secara spesifik untuk menjadi pusat pendidikan dan pelatihan Padel. Alasan di baliknya adalah posisinya yang strategis, berada di tengah-tengah kawasan perumahan dan sekolah. Dengan demikian, lapangan ini diharapkan dapat mengoptimalkan proses pembelajaran Padel, baik bagi anak-anak muda maupun orang dewasa yang ingin memulai dari nol.Dimas Seto, yang merupakan warga asli Bintaro, sangat mendukung konsep ini. Ia merasa bahwa fokus pada akademi Padel di Bintaro adalah pilihan yang sangat tepat.
“Bahkan bagi yang belum pernah bermain Padel sama sekali, proses belajarnya tetap dibuat nyaman sehingga mereka bisa berkembang secara bertahap,” jelas Dimas Seto, menekankan komitmen mereka untuk menciptakan pengalaman belajar yang positif dan progresif bagi semua kalangan.
-
Monarch Padel Pejaten: Arena Turnamen
Sementara itu, lapangan di kawasan Pejaten difokuskan sebagai arena untuk penyelenggaraan turnamen. Hal ini dikarenakan desain lapangannya yang dianggap sangat luas, memungkinkan untuk mengakomodasi kompetisi dengan skala yang lebih besar dan memberikan ruang gerak yang lebih leluasa bagi para atlet. -
Monarch Padel Menteng: Kombinasi Olahraga dan Ruang Sosial
Di kawasan Menteng yang dikenal sebagai pusat gaya hidup, lapangan Padel dirancang dengan nuansa yang berbeda. Lokasi ini didesain khusus untuk menjadi tempat yang nyaman tidak hanya untuk berolahraga, tetapi juga sebagai tempat berkumpul dan bersosialisasi. Konsep ini menggabungkan aspek kebugaran dengan aktivitas sosial, menjadikannya destinasi yang menarik bagi masyarakat urban.
Visi Besar Monarch Padel
Lebih dari sekadar membangun lapangan Padel, Rezky Aditya mengungkapkan bahwa Monarch Padel memiliki visi yang jauh lebih besar. Mereka bercita-cita untuk membangun sebuah komunitas yang sehat, aktif, dan eksklusif. Visi ini akan diwujudkan melalui pengembangan ekosistem Padel yang terintegrasi, yang mencakup tidak hanya fasilitas olahraga, tetapi juga berbagai kegiatan pendukung dan program yang memberdayakan para anggotanya.
Pendekatan yang holistik ini diharapkan dapat menjadikan Monarch Padel sebagai pionir dalam pengembangan olahraga Padel di Indonesia, tidak hanya dari segi kuantitas lapangan, tetapi juga kualitas pengalaman dan pembentukan komunitas.



















